Forced_02 =The End=

Tittle : Forced

Author : SalsaHoliq

Ganre : Romance, Sad & FriendShip

Rating : PG-17

Main Cast :

  1. Lee Mae Ri (OC)
  2. Yang YoSeob (BEAST)
  3. Lee GikWang (BEAST)

Other Cast :

  1. Bae SuZy (Miss A)

Sebelumnya : 01 | 02

Happy Reading~

Mae Ri POV

Aku menunggunya sangat lama di dalam kamar rawatnya. Kugenggam terus tangannya dengan erat. Aku bodoh. Kenapa tadi aku turuti kemauan Gikwang? Ya Tuhan, ku mohon bangunkan lah Yoseob oppa. Aku ingin menjelaskan semua ini. Aku tak mau jauh darinya. Jongmal Saranghe.

1 2 3

Matanya bergerak. Kulihatnya. Masih terpejam namun sepertinya telah sadar. Beberapa detik kemudian matanya terbuka dengan perlahan. Ia melihatku.

“YA! Ngapain kau ada disini?? Pergi!!!” Bentaknya sambil melepaskan genggamanku. Perlakuan ini adalah perlakuan pertamanya padaku. Ia tak pernah seperti ini.

“Oppa! Aku ingin menjelaskan semuanya! Kau salah paham!” Seruku.

“Salah paham? Hah? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri.. Kau bilang salah paham?? Dan lagi, aku tak ingin penjelasanmu itu! KELUAR!” Usirnya.

Air mataku keluar dengan sangat deras. Mataku sakit karna habis menangissinya. Kukira ia akan tetap mencintaiku selamanya seperti ucapan dulunya.

“Aku akan mencintaimu selamanya..”

Kata itu setiap hari terbayang dalam benakku. Namun, ia tak menepati ucapannya. Ia tadi berbuat kasar padaku. Apa itu yang dinamakan ‘Cinta Selamanya?’.

“Mae Ri?? Gwenchana?” Tanya Gikwang tiba-tiba nonggol disampingku.

“Ne..”

“Apa Yoseob memarahimu? Atau berbuat kasar padamu?”

Aku hanya terdiam. Hanya diam. Ia akhirnya masuk kedalam kamar rawat Yoseob oppa.

YoSeob POV

Ahh.. Yeoja itu, telah membuatku stress. Kemarin baru saja aku menciumnya. Dan ciuman itu adalah ‘My Firts Kiss’. Aku benci keadaan ini.

“YA! YANG YOSEOB!” Seseorang memanggil namaku kasar. Pintu saja sampai dibanting. Kulihat dia. Hah, namja itu.

“Kau membuat kasar pada Mae Ri???”

“Mwo?? Ia mengadu padamu?? Dasar yeoja pengadu..”

“Ia tak mengadu padaku. Tapi, aku tau itu!”

“Terus, kau ingin apa??”

“Kau tau.. Aku memaksanya untuk berciuman denganku.. Dan aku juga memaksanya untuk meninggalkanmu! Jadi, masalah ini tak ada kaitannya dengan Mae Ri.. Aku tau kau mencintainya.. Tapi, aku tak bisa menahan rasa cintaku padanya! Jadi, tolong kau marahi aku.. Ini semua perbuatanku..!” Jelasnya.

Aku terkejut dengan ucapannya. Ia begitu serius sekali. Aku tak tau itu betul atau tidak. Tapi yang jelas ia begitu serius sekali. “Gikwang mianhae..” Ucapku meminta maaf.

“Untuk apa?!! Seharusnya kau meminta maaf pada Mae Ri..!! Bukannya aku!”

“Mana dia?”

“Dia telah pulang.. Sepertinya ia terlanjur benci padamu, dan ia juga sepertinya sudah tak mencintaimu lagi!”

“Bisa saja tidak seperti itu..”

“Aku akan menyusulnya!” Ucapku seraya bediri dan pergi keluar.

“Kau tak bisa pergi.. Kau belum sembuh!”

Tak kuhiraukan ucapannya itu. Aku langsung berlari dan mencari sebuah kendaraan untuk kutumpangi.

Setelah berapa jam. Akhirnya aku sampai di rumahnya. Kuketuk pintu rumahnya. Namun, tak kunjung terbuka. Alhasil yang membukanya adalah seorang yeoja.

“Nugu?” Tanyanya.

“Mana Mae Ri?”

“Mae Ri eonnie tadi pergi.. Katanya ia akan berkuliah di Australia.. Katanya pesawat akan segera terbang..” Aku membelakkan mataku.

“Gomawo.. Noona,,”

“Panggil saja Suzy..”

Aku mengangguk dan pergi. Aku pergi ke bandara. Hufth- Berkali-kali aku menghelakan nafasku. Dan sampailah aku di Bandara. Ku cari yeoja itu. Mae Ri jangan pergi. Aku minta maaf.

****

“OPPA!!” Panggil seseorang dari arah belakangku. Ku tolehnya. Mae Ri.

“Mae Ri!!”

“Oppa!” Kami berpelukan. Hingga ia melepaskannya. “Oppa. Ngapain kesini?”

“Tentu mencarimu.. Aku tak mau kehilanganmu.. Saranghe!”

“Nado Saranghe..”

“Kau tak akan pergi kan??”

“Ani. Pesawatnya sedang rusak.. Jadi, keberangkatanku akan tertunda..”

“Kajja kita pulang..”

“Ne..”

****

Kurebahkan tubuhku disofa. Sekarang aku berada di rumah Mae Ri. Aku tak berani pergi ke dorm. Aku takut nanti aku akan kembali ke rumah sakit.

“Ahh.. Mae Ri-ah..” Panggilku manja.

“Ne oppa..??”

“Tadi ada seorang yeoja.. Siapa itu?”

“Dia sepupuku.. Ia diusir oleh ibunya karna tak mau turut padanya, Namanya-” Belum sempat ia selesaikan ucapanya aku memotongnya.

“Suzy..”

“Kok tau??”

“Tadi ia sendiri yang memberi tahu namanya..” Jawabku. “Ah.. Aku lelah sekali..”

****

“Oppa.. Kau tak pulang?” Tanya Mae Ri.

“Ani.. Aku tak mau pulang. Aku ingin bersamamu! Jika aku pulang nanti, pasti aku akan kembali ke rumah sakit..” Jawabku lalu menonton tv.

“Yasudah.. Tapi, jangan salahkan aku kalau mereka mencarimu..”

“Ne..” Jawabku sambil menariknya untuk duduk di sampingku.

“Aaa.. Oppa! Sakit tau..”

“Hiihiii..” Tawaku pelan. “Enak sekali berada di sampingmu..”

Tak sadar kami berdua tertidur dalam pelukan.

Author POV

Singkat cerita. Tak lama Gikwang datang ke rumah Mae Ri dengan membawa sebuah pistol.

Tok Tok Tok Tok

Ia mengetuk pintu dengan sangat kasar. Dan akhirnya yang membukakan pintu itu adalah Suzy. *perasaan suzy tros yang ngebuka pintu -___-*

“Nugu?”

“Mana Mae Ri?” Ucap Gikwang sambil ngeluarin pistolnya itu.

“Tenanglah ia ada di dalam.. masuklah!”

Gikwang pun pergi kedalam. Dan ia temuka Mae Ri dengan hyungnya. Mereka sedang tidur berdua sambil berpelukan. Hati Gikwang memanas.

“Kalian berdua bangun!” Seru Gikwang yang membangunkan Yoseob dan Mae Ri dalam tidurnya.

“Gik.. Gikwang??” Mae Ri dan Yoseob binggung dengan kedatangan Gikwang dihadapannya.

“Aku sudah bersabar untuk mendapatkanmu. Mae Ri. Tapi, selalu gagal. Dan sepertinya kesabaranku telah habis. Hari ini kalian berdua harus mati!” Ancam Gikwang sambil mengeluarkan pistolnya itu.

“Gikwang.. Tenanglah!” Ucap Suzy buka suara.

Doorrrr…

Peluru mengenai dada Suzy. Suzy tak bisa menahannya. Akhirnya ia mati disaat seperti ini. Mae Ri sepupu Suzy tak terima dengan kelakuan Gikwang. Ia pun menampar Gikwang.

PLAK!

“Kau sudah membunuh sepupuku! Kau jahat!” Ucap Mae Ri.

“Kau juga mau?? Kau ingin menyusulnya… Baiklah siap-siap!” Kini, pistol Gikwang mengarah pada Mae Ri. Gikwang bersiap-siap untuk menembak Mae Ri.

1.. 2.. 3..

DOOOOOOOOORRRRRRRRRR…

Mae Ri terjatuh sambil memegang bekas tembakkan Gikwang. Yoseob yang melihat itu langsung mendekati Mae Ri. Dan ia merangkul kepala Mae Ri di pahanya. Ia bisa melihat darah yang berceceran dimana-mana.

“Oppa.. Saranghe!” Ucap Mae Ri lemas.

“Mae Ri jangan pergi! Jangan tinggalkan aku! Jongmal Saranghe!” Yoseob menangis.

“…….” Akhirnya Mae Ri menutup matanya. Yoseob melihat ke arah Gikwang dengan tatapan sinis. Ia tak terima dengan perlakuan Gikwang barusan. Ini sudah kelewatan.

“YA! Kau mem-”

DOORRRRRRRRRRRRR

Yoseob terjatuh. Walau sakit ia masih bisa berbicara. “Gikwang-ssi.. Aku harap kau simpan ucapanku ini,, aku menyayangimu.. Simpat kata itu!” Yoseob tak bisa menahan rasa perih dan sakit yang luar biasa. Akhirnya, ia menutup mata.

Kini Gikwang sendiri. Ia bisa merasakan suasana sendiri. “Apa yang telah kulakukan?” Akhirnya Gikwang sadar juga.

Ia tak menyadari akan kelakuannya tadi. Ia merasa dirinya tadi di kendali oleh orang lain. Ia memutuskan untuk menyusul mereka. Pistolnya ia arahkan kekepalanya. Ia bersiap-siap untuk menekan.

DOOrrr..

Gikwang jatuh seketika. Ia pun menutupkan matanya. Kini, mereka ber-empat menutup usia mereka dengan sangat sadis.

=The End=

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s