[Chapter] True Love Season 2 (Part01)

Tittle : True Love Season 2

Author : Ilikeapink (Chaca)

Ganre : Romance, FriendShip, Sad

Length : Chapter

Rating : PG-17

Main Cast :

  1. YoSeob (B2ST)
  2. EunJi (A Pink)
  3. GongChan (B1A4)
  4. Suzy (Miss A)

NB : Ini adalah True Love yang kedua. Namun, ini lumayan sedih dan akhir cerita akan Bahagia. Hehhe.. Emang aneh sih di Season duanya.. Ngkpp deh!

Happy Reading!

YoSeob POV

“Aggrhh!!!!” Amukku.

Sudah 5 tahun aku ditinggalkan oleh Jiyeon. Aku terus menangissinya. Aku sangat-sangat kehilangannya. Sungguh! Ia sudah merubah sikapku dan sudah merubah hidupku yang lebih baik dari sebelumnya.

Tok Tok Tok

Tak lama pintuku diketuk oleh seseorang. Kubukakan pintu itu. Aku kaget saat membukakan pintu itu. Itu Jiyeon. Sudah kukucek-kucek mataku namun tetap masih bayangan Jiyeon.

“Ji..Jiyeon??!!” Ucapku tak percaya. Ia hanya berdiri tersenyum dan memandangku manis. “Benarkah kau Jiyeon?? Park Jiyeon??!!” Lanjutku lalu memeluknya.

“Oppa! Lepaskan aku!!” Serunya. Kulepaskan pelukanku itu. “Aku bukan..”

“Ayo masuk! Aku sangat rindu padamu Jiyeon!” Seruku.

Suzy POV

“Ayo masuk! Aku sangat rindu padamu Jiyeon!” Serunya.

Ada apa dengan Yoseob? Tak seperti ini dia padaku. Jiyeon? Dia mengganggapku Jiyeon?

Aigoo, ia memelukku tadi. Yoseob benar-benar jadi gila.

“Oppa!” Panggilku. Ia menoleh. “Aku bukan Jiyeon! Aku Su-” Lagi-lagi ucapanku terputuskan olehnya.

“Jangan begitu! Jangan pura-pura bodoh! Kau itu Jiyeon.. Orang yang kucintai selama ini,,” Ujarnya. Kucubit pelan pipinya hingga ia menjerit kesakitan. “Aw.. Sakit Jiy–” Ia menoleh padaku. Aku hanya tersenyum binggung (?). “Suzy?” Lanjutnya lalu menjauh dariku.

“YA! Bukannya yang berada disampingku itu Jiyeon?” Tanyanya heran.

“Haha!” Tawaku. “Dari tadi itu aku!” Jawabku sambil menghentikan tertawaku. “Kau masih ingat saja Jiyeon..” Ucapku yang membuatnya murung.

“Entahlah. Mengapa 5 tahun ini aku menjadi sangat-sangat aneh! Setiap melihatmu aku seperti melihat Jiyeon di dirimu!” Ujarnya.

“Mungkin aku sahabatnya. Jadi ada diri Jiyeon di diriku! Sudahlah. Aku ingin bilang sesuatu padamu..”

“Mwo??”

“Aku ingin berterima kasih atas dirimu! Dengan kau manjadi guru pribadiku, aku bisa menjawab soal ujianku kemarin! Gomawoyo!” Ucapku berterima kasih.

“Ne. Kau lapar?”

“Hmm.. Sangat!” Jawabku semangat.

“Aku traktir.. Mau?” Tawarnya.

“Tentu!” Aku menerima tawarannya.

Kami pun pergi ke Restoran yang cukup terkenal di Seoul. Kami pun masuk kedalam. Aku cukup senang saat aku masuk kedalam. Karna pelayannya begitu sopan sekali padaku dan Yoseob.

Kami duduk di pinggir dekat jendela yang transparant itu. Ramai sekali Restoran ini. Kami memesan makanan yang lagi Hot di restoran ini.

“Oppa benar ingin membeli makanan itu?” Tanyaku serius.

“Aigoo! Kau ini sangat tak percaya! Ne..” Jawabnya gemas.

“Hihii..” Tawaku pelan.

30 Menit kemudian..

YoSeob POV

“Ini sudah jam berapa?” Tanyaku pada Suzy saat ingin masuk kedalam mobil.

“Jam.. 11.30..” Jawabnya.

“Omo!” Seruku kaget.

“Waeyo?”

“Aku harus segera berangkat kuliah.. Aku mempunyai 2 kelas!” Jawabku.

“Hmm.. Yasudah oppa berangkat saja kuliah.. Aku pulangnya gampang kok!” Ujarnya.

“Benarkah?”

“Ne.. Masuklah!” Perintahnya.

Kunaiki mobilku dan perlahan-lahan ku jalankan mobilku. Sekilas kulihat Suzy yang sedang berdiri melihat mobilku yang telah jauh itu.

****

Sesampainya. Aku keluar dari mobilku dan tiba-tiba seseorang memanggil namaku. Kulihat dia. Rupanya dia.

“Hai! Gongchan!” Sapaku pada Gongchan yang tadi memanggilku.

“Hai!” Sapanya padaku sambil menghampiriku. “Kau masih merindukan Jiyeon?” Tanyanya tiba-tiba. Aku langsung merubah wajahku menjadi murung seketika.

“Mian.. Aku tak bermaksud untuk membuatmu teringat lagi padanya.. Karna, barusan ada anak baru yang tingkahnya hampir sama dengan Jiyeon. Kalau tidak salah namanya.. Jung Eunji..” Jelasnya.

“Mwo?? Apa maksudmu? Hah? Kau ingin menjodohkanku dengannya?” Ia mengangguk pelan. “Gongchan. Aku ingin sendiri dulu. Aku ingin relexs*sorryauthorkgxjagobhsinggris*. Aku ingin melupakan Jiyeon dulu. Nanti jika aku memang membutuhkan yeoja, akan kucari dia.. Kajja!” Ajakku.

Kami pun berjalan bersama-sama. “Kau sekelaskan denganku?” Tanyaku disela-sela perjalanan menuju kelas.

“Ne.. Kau Yang Yoseob kan??”

“KYA!” Kujitak pelan kepalanya. “Kau lupa namaku!?” Bentakku.

“Hihi.. Ani, aku hanya bicanda.. Kkk~” Tawanya.

****

Malam harinya. Aku pergi ke SungaiHan. Disana tak kusadarkan. Seorang yeoja ingin loncat dari jembatan sungat han dan sedang menangis.

“Hiks..Hiks..Hiks! AKU GALAU TAMPA MU!!!!!” Serunya sambil menangis.

Kuhampiri dia. “Noona.. Jangan loncat! Jangan membawa emosi ke hatimu!” Seruku menenangkannya.

“Ani! Kau bukan siapa-siapaku! Pergi Kau!” Bentaknya.

“Andwe! Aku ingin pergi jika kau turun dan pergi pulang!” Ucapku dingin. Ia menoleh padaku. Ia menatapku sinis. Tatapannya persis seperti Jiyeon.

“Hikss..Hiks..” Ia pun turun dan langsung memelukku.

“AHHH!!!” Teriaknya.

“YA!YA! Lepaskan!” Seruku. Ia pun melepaskannya.

“Mian..” Ucapnya lalu pergi entah kemana.

Aku yang melihatnya binggung. Kukejar dia. Karna takut kenapa-napa.

“Noona! HEI! Bisakah kau memberhentikan langkahmu itu? Berteduhlah! Hujan akan mengguyurmu!” Teriakku.

“AKU TAK PERLU BANTUANMU! PERGI SAJALAH KAU! JANGAN MENGGANGGUKU! PERGI!” Teriakknya.

kERCESS!!KECIKKK!! (?)

Suara petir sudah terdengar jelas dikedua telingaku. Yeoja itu melihat langit namun hanya sekilas. Hujan mulai datang. Aku tak bisa membiarkan seorang yeoja basah kuyup. Kuhampirinya dan di gendongnya agar berteduh. Ia berkali-kali memberontak namun ku tak hentikan.

Sampailah aku dan yeoja ini di mobilku. Kumasukkin dia kedalam mobil dan kususu dia. “Mian.. Aku memaksamu!” Ucapku.

“Hikks..Hiks.. Andai saja, jika kau tak ada pasti aku akan pergi menyusul namjachinguku di surga.. Coba kau tak ada!” Bentaknya sambil memukul lenganku keras.

“Tapi, aku tak bisa membiarkanmu terjun begitu saja.. Bunuh diri itu sama saja DOSA!” Jelasku.

“Aku ingin turun..” Ucapnya sinis.

“Andweyo! Ini masih hujan.. Akan kuantar kau pulang!” Ajakku.

“Aku tau mau!”

“Kalau kau tak mau.. Akan kupaksa!” Seruku. Kujalankan mobilku. “Dimana alamat rumahmu?” Tanyaku.

“Hah? Katanya mau ngatar.. Kalau kau ingin mengantarku pulang, pasti kau tau alamatnya!” Serunya.

“Yasudah kau turun saja!”

“Yee!! Gomawo!” Ucapnya yang ingin membuka pintu. Namun ku jalan kan lagi mobilku.

“YA! Apa-apaan kau ini! Hampir saja aku ingin jatuh!” Bentaknya lagi.

“Namamu siapa?”

“Emang perlu banget yah?” Ucapnya. Kutatap dia. Dia langsung takut. “Ne.. Ne.. Bersetirlah yang baik.. Namaku, Jung Eunji.. PUAS”

“Mwoo?? Jung Eunji? Kau yang bersekolah di High School University itu bukan?” *authorcumangarang!*

“Ne.. Kau tau dari mana? Kau mata-mataiku yaa???”

“Ani! Aku diberi tau oleh temanku..”

****

Keesokkan harinya..

Aku menuju kekantin. Kutemukan dia lagi. Yeoja yang kemarin ingin bunuh diri itu. Ne, dia Jung Eunji. Kuhampiri dia yang sedang santai-santai sendiri dikantin. Namun, tak lama ia pergi begitu saja sejak ia mengetahuiku ada disini. Tak lama seseorang merangkul pundakku. Ku menoleh padanya.

“Anyyeong!” Sapanya.

“WaE?”

“Sepertinya kau ingin sekali dekat dengannya??!!”

“Dengan siapa?”

“Dengan Jung Eunji.. Anak baru itu?”

“Ohh.. Gongchan. Aku kan sudah bilang padamu. Aku tak mau mempunyai yeoja sebelum Jiyeon yang ada di benakku ini hilang seketika.. Arraseo?”

“Ne.. Kajja! Kutraktir kau!” Ajaknya.

****

“YANG YOSEOB!” Seseorang memanggil namaku. Ku arahkan pandanganku pada orang itu.

“Jung Eunji?” Ia menghampiriku. “Sejak kapan kau tau namaku?” Tanyaku heran.

“Kau tau! Kita tadi sekelassan! Babo!” Ia menjitak keningku pelan.

“Mwoo?? Mianhae! Aku tak melihatmu tadi..” Ucapku.

“Ne.. Aku memang pasti tak terlihat karna aku duduk paling belakang dan diujung..” Ucapnya.

Kami pun jalan berdua. Hari ini ia sedikit aneh sekali. Tak seperti semalam. Berkali-kali ia berbicara sinis padaku. Kini ia berkali-kali manis padaku. Mungkin ia semalam terbawa emosi.

“Oppa!” Panggilnya.

Mwo? Oppa?

“Kau panggil aku oppa?” Tanyaku.

“Eh? Benarkah? Sudahlah lupakan saja perkataanku barusan.. Terima kasih kau ingin menjadi temanku! Anyyeong!” Ia pun pergi.

Entah mengapa dengan ucapannya itu aku menjadi beku seketika dan tiba-tiba saja aku teringat oleh Jiyeon yang pertama kali ia memanggilku dengan sebutan ‘oppa’. Omona, yeoja itu membuatku selalu teringat oleh Jiyeon terus. Aggghh!!

Kugaruk-garuk kepalaku yang tak gatal itu. Dan aku pun pergi pulang.

****

Sesampainya. Kulihat halaman rumahku. Aigoo, didalam ada orang? Aku tak tinggal diam, aku langsung masuk dan kulihat tamu rumahku itu. Omo! Dia lagi! Yeoja itu lagi! Dari mana ia tau alamat rumahku??

-To Be Continued-

Gaje yah??!! Komen yah!😀😀

Gomawo!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s