[Chapter] I Fell In Love With You#04

Tittle : I Fell In Love With You

Author : Nadindabeauty

Ganre : Comedy#Dikit doank^^, Family, FriendShip & Romance

Length : Chapter

Rating : PG-13

Sebelumnya : #01 | #02 | #03 | #04

Main Cast :

  1. Yoon Bomi (A-PINK)
  2. Jang HyungSeung (BEAST)

Other Cast :

  1. G.NA
  2. Kim Hyun-Ah (4Minute)
  3. Yang Yoseob (BEAST)
  4. Yoon Doojoon (BEAST)

Happy Reading😀

****

Dirumah bomi. Lagi-lagi bomi tersenyum sendiri. Ia belum pernah jatuh cinta pada pandangan pertama (?). Ia hanya pernah berantem pada pandangan pertama (?). Bomi beranjak berdiri untuk keluar rumah.

Sesampainya diluar rumah, bomi kaget karna yoseob telah berada di depannya sekarang.

“Anyyeong! Bomi!” Sapa yoseob.

“Ngapain kesini?” Tanya bomi binggung.

“Yaelah, bomi.. Ni luka belum kelar kau obati..” Ucap yoseob sambil menunjuk luka-luka yang berada diwajahnya itu.

“Oo.. Terus aku harus ngobatin gitu? Males tau!” Gerutu bomi.

“Eh?! Kok gitu? Ntar kalo aku mati gimana?”

“Gak segitunya kale..” Ucap bomi sombong. “Kan kau juga bisa obati sendiri..?” Lanjut bomi sambil menjulurkan lidahnya.

“Eh.. Kau mau kemana?”

“Hmm, tadinya mau keluar sebentar.. Tapi, karna ada dirimu.. Kayaknya gak jadi..” Jawab bomi.

“Benarkah?” Bomi mengangguk. “Kajja.. Aku ingin jalan-jalan denganmu..” Ajak yoseob lalu mengenggam tangan bomi.

“YA! Apa-apaan ini..?!” Bomi menepis tangan yoseob. Namun, yoseob diam dan kembali mengenggam tangan bomi.

Mereka pun mulai berjalan. Tak ada kata yang keluar dari mulut mereka berdua. Yang ada hanya bomi menatap yoseob binggung. Sedangkan yoseob hanya menantap kedepan. Sesekali yoseob melihat bomi yang menatapnya binggung.

“YA! Mengapa menatapku seperti itu?” Ucap yoseob sambil menjitak bomi pelan.

“Aku binggung.. Kenapa kau cepat sekali berubah..”

“Apa maksudmu?” Yoseob memberhentikan langkahnya. Bomi juga ikut-ikut menghentikan langkahnya.

“Dulu kau bercinta dengan sahabatku, sekarang kau selalu menempel padaku..”

“Aishh.. Ingin sekali aku memberi taumu sedari dulu.. Tentang aku dan sahabatmu..” Sahut yoseob lalu kembali berjalan mendahului bomi yang menganga tak mengerti.

“YA! Tunggu aku..!” Seru bomi lalu mengejar yoseob yang telah mendahuluinya.

Yoseob tak memberhetikan langkahnya, malah ia berlari. Bomi juga tak tinggal diam, ia pun mengejar yoseob. Yoseob telah berlari sangat jauh. Sedangkan bomi kecapean karena mengejar yoseob. Tak diduga, bomi terjatuh higga yoseob memberhentikan langkahnya dan melihat kearah belakang yang tidak asing lagi, yaitu bomi.

“Omo, bomi-ah!” Yoseob langsung berlari menghampiri bomi. Sesampainya di bomi.

“Yep.. Kena.. Kkk” Bomi tertawa.

“Yah.. Ketipu..” Gerutu yoseob.

“Tapi, kaki tak bohong.. Kakiku keseleo nih..” Ujar bomi lalu memberhentikan tawanya.

“Kkk..” Kini yoseob yang ketawa.

“Malah ketawa..” Ucap bomi sambil mencubit pelan pipi yoseob. “Tolongin..”

“Ne..” Yoseob langsung mengendong bomi. Songkan, bomi terkejut.

“YA! Lepaskan aku!” Pinta bomi yang berusaha melepaskan gendongan yoseob.

“Diam! Ntar aku cium lho..” Ancam yoseob. Bomi langsung diam karna takut yoseob menciumnya lagi.

Yoseob membawa bomi pergi ke sungai han.

“YA! Ngapain..” Bomi memberhentikan ucapannya karna yoseob mulai mendekatkan wajahnya pada bomi. Tantu bomi mencari akal agar tak dicium lagi dengan yoseob. “YA! Apa-apaan kau ini!” Gerutu bomi. “Turunkan aku!” Pinta bomi.

“Ani.. Diamlah! Benar, kau ingin kucium lagi? Tapi, ini lebih panas lagi..” Goda yoseob.

“YA! Andweyo!” Bentak bomi.

“Makanya diam! Aku akan membawamu kesuatu tempat..”

“Alah.. Paling entar kena cium lagi..”

“Lihat aja nanti..”

****

Akhirnya, yoseob dan bomi sampai ditempat tujuan (?). Bomi binggung. Tempatnya adalah tempat romantis yang bomi pernah kunjungi. Sebuah taman yang tak ramai.

“YA! Kau ngapain membawaku kesini?” Tanya bomi dingin. “Turunkan aku..!” Pinta bomi. Yoseob pun menuruni bomi.

“Tempatnya indah bukan?” Tanya yoseob sambil tersenyum.

“Ne.. Sudahlah kita pulang saja.. Ini sudah malam..” Ucap bomi lalu melangkah pergi. Namun, yoseob langsung menarik tangan bomi lalu memeluknya dengan erat.

“Omo, lepaskan aku!”

“Ani..” Jawab yoseob masih memeluk bomi. “Maukah kita balikan lagi..?” Tanya yoseob.

“Aku akan memperbaikkan sikapku yang dulu-dulu.. Jongmal Saranghe!” Lanjut yoseob.

“Mian..” Ucap bomi meminta maaf sambil melepaskan pelukan yoseob itu lalu menatap yoseob dalam. “Kukira hal ini tak terjadi.. Jongmal mianhae..” Lagi-lagi bomi meminta maaf walau tak ada salah (?).

“Kau ngomong apa?”

“Sebenarnya.. Aku dan hyunseung oppa..”

“Tunggu sebentar, mengapa kau memanggil hyunseung dengan sebutan oppa?”

“Izinkan aku berbicara sebentar..”

“Lanjut..”

“Aku dan hyunseung oppa, sudah menjalin hubungan..” Yoseob yang mendengarkan ucapan bomi itu langsung binggung. “Mian..”

“Maksudmu.. Kau dan namja berensek itu, telah berpacaran?” Kini hati yoseob sakit mendadak. Tadi hyunseung yang merasakan rasa itu sekarang yoseob *-,- kasihanyoseobku#PLAK*. Bomi mengangguk pelan. “Mengapa kau tak bilang padaku?”

“Mianhae.. Sebenarnya hubunganku dan hyunseung oppa benar-benar rahasia.. Namun, karna..” Belum selesai ngomong yoseob langsung meninggalkan bomi sendirian.

Bomi sebenarnya tak tega melihat yoseob yang sakit hati itu.

“Mian yoseob..” Ucap bomi dalam hati.

Tak lama datang suara yang bomi kenal. Yaitu hyunseung.

“Chagi-ah!” Panggil hyunseung dari jauh sana lalu menghampiri bomi.

“Oppa?”

“Ngapain kau kesini?” Tanya hyunseung yang telah berada dihadapan bomi.

“Cari angin oppa… Terus oppa ngapain juga kesini?” Tanya bomi.

“Aku disuruh yoseob untuk kesini.. Kebetulan bangetyah, kita bertemu..”

“Ne.. Oppa..” Ucap bomi lalu mengenggam tangan hyunseung. “Belum bebehari saja, aku sudah rindu padamu..”

“Aku pun begitu..”

“Eh, chagi kau melihat yoseob?” Tanya hyunseung mengalih pembicaraan.

“Hmm.. Ani..” Jawab bomi bohong.

“Kajja.. Duduk disana..” Ajak hyunseung. Mereka pun beranjak pergi dan duduk ditempat hyunseung tunjuk.

“Oppa..” Panggil bomi. “Apa yoseob tak marah, jika dia tau kalau kita telah menjalin hubungan?”

“Molla.. Tapi, sepertinya begitu.. Kau takut?”

“Sedikit..”

“Sudahlah jangan mikirin begitu..” Ucap hyunseung. “Oia, ini sudah jam berapa?”

“Omo, ini sudah jam 11 malam..” Jawab bomi panik saat melihat jam tangannya itu. “Oppa, aku harus pulang..”

“Aku antar bagaimana?” Tawar hyunseung.

“Boleh.. Kajja!” Ucap bomi menerima tawaran hyunseung.

Hyunseung pun mengantar bomi pulang.

****

Sesampainya dirumah bomi.

“Chagi.. Met Malam..”

“Met Malam..”

Bomi pun melangkah kakinya untuk masuk kedalam rumahnya. Namun, hyunseung memanggilnya.

“Chagi..” Panggil hyunseung.

“Ne..”

Chu~

Sebuah kecupan kilas dari hyunseung yang tadi menempel dibibir bomi.

“Itu ciuman pertamaku.. Jaga itu..!”

“Ne Oppa.. Sarangheyo!”

“Nado Saranghe..!”

Hyunseung pun pergi. Bomi juga tak tinggal diam, ia pun masuk kedalam rumahnya. Tiba-tiba sesaat bomi masuk kedalam, bomi mendapat yoseob yang sedang mengobrol dengan  nyonya yoon. Bomi langsung tak jadi masuk kedalan. Ia malah bersembunyi dan menguping pembicaraan nyonya yoon dan yoseob.

“Jadi, bomi berpacaran dengan anak yang sebawah dengan keluarga Yoon?” Tanya nyonya yoon.

“Ne..” Jawab yoseob.

“Apa kau masih mencintai bomi?”

“Tentu ahjumma..”

“Baiklah.. Aku akan memutuskan hubungan bomi dan namja yang tak setara dengan kee..” Belum selesai nyonya yoon ngomong, bomi datang dengan muka yang tak terima dengan ucapan putus nyonya yoon.

“Adweyo!” Seru bomi.

“Bomi?” Nyonya yoon dan yoseob langsung berdiri.

“Aku tak mau hubunganku terputus.. Aku ingin merasakan cinta sejati!”

“YA! Yoon Bomi.. Kau sudah salah mencintai seseorang..” Sahut nyonya yoon. “Kau harus mencintai namja yang setara dengan keluarga Yoon!”

“Umma.. Mau keluarga kaya.. Mau keluarga Miskin.. Yang penting pasangan itu saling mencintai!”

“Ahjumma sudahlah..” Ucap yoseob yang menenangkan nyonya yoon.

“Bomi.. Lihatlah yoseob.. Dia begitu baik dan perhatian.. Dia juga setara dengan kita..” Ucap nyonya yoon yang memuji yoseob. “Bukan namja yang kau cintai itu, sudah tak tau tinggalnya bagaimana.. Tak setara lagi dengan kita..” Ucap nyonya yoon yang menghina hyunseung *kasihanhyunseungku*.

“Sebagai hukumannya, kau tak boleh keluar rumah selama 2 hari!”

“Umma!”

Nyonya yoon langsung pergi. Yang berada disina hanya yoseob dan bomi. Bomi menantap yoseob dingin.

“Apa-apaan kau ini yoseob..? Kau bisa menghinaku. Tapi, jangan kau menghina hyunseung.. Aku tak suka itu!” Sahut bomi.

“Mian.. Tapi, benarkan apa yang diucapkan dengan ummamu itu? Hyunseung tak setara dengan keluargamu..!”

“Diam kau yoseob..”

“Bersiap-siap sajalah kau akan menjadi yeojaku lagi..”

“Itu tidak akan mungkin.. Sebaiknya kau pergi, jangan membuatku munyak karna ucapanmu itu.. PERGI!” Ucap bomi menyuruh yoseob pergi. Tampa banyak tingkah (?) yoseob pun meninggalkan rumah bomi.

****

“Brensek!” Kesal bomi lalu merebahkan tubuhnya dipermukaan kasur.

“Yoseob.. Kau namja yang sangat bikin kukesal!” “Awas saja jika kau berada dihadapanku! Akan kubejek-bejek..” Ucap bomi sambil meremas-remas jari-jarinya.

= :D To Be Continued :D =

2 thoughts on “[Chapter] I Fell In Love With You#04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s