[Chapter] Love That Started From The Threat (Part 3)

Tittle : Love That Started From The Threat

Author : ilikeapink [Chacha]

Ganre : Romance, Fluffy Angst, Family, Comedy, Mistery & FriendShip

Length : Chapter

Rating : PG-13

Main Cast :

  1. Son Naeun (A-PINK)
  2. Yong Junhyung (B2ST)
  3. Lee Gikwang (B2ST)

Other Cast:

  1. All Member BEAST
  2. All Member A-PINK

Sebelumnya : Part 1 | 2 | 3

Happy Reading😀

Tema : Ciumlah Aku!

Author POV

“Ciumlah aku!” Pinta naeun.

Junhyung langsung membelakkan matanya mendengar pintaan naeun itu. Baru kali ini junhyung di pinta berciuman oleh seorang gadis. Bahkan kini jarak diantara wajah naeun dan junhyung hanya 5 cm atau 4 cm saja.

“Ka.. Kamu serius?” Tanya junhyung memastikan.

“Tentu saja..” Jawab naeun sambil menarik wajah junhyung untuk mendekati wajahnya. “Ayo, cepat lanjutkan..” Lanjut naeun.

Mereka pun mendekatkan wajah mereka.

1..2..3..

Tak lama datang beberapa gadis. Gadis itu melihat adengan ciuman yang tak jadi itu dari neaun dan junhyung. Naeun dan junhyung tak tinggal diam, mereka langsung menjauh dan merasa tidak melakukan apa-apa. Naeun pun melarikan diri.

“Hari ini kau kulepaskan!” Ucap naeun sambil mendorong dada junhyung yang menurut author sangat datar itu. *-____-* “Tapi lain kali, kau harus melakukannya..” Lanjut naeun tanpa basa basi langsung pergi.

Junhyung langsung malu. ‘Sialan!’ Kesal junhyung dalam hatinya. ‘Aku harus melakukan sesuatu dan membuat dia menghentikan tindakan menggelikan ini..’ Ujarnya dalam hati.

“Junhyung.. Apa yang terjadi.. tadi?!” Ucap gadis yang tak sengaja melihat adengan junhyung dan naeun.

“… Sebenarnya…”

****

“Son Naeun!” Panggil gikwang.

“Akhirnya ketemu, dari mana saja kamu?” Tanya gikwang pada naeun.

“Aku sedang menggumpulkan data untuk novelku..” Jawab naeun.

“Oh ya?” Ucap gikwang memastikan.

“Tinggal sedikit lagi, bahanku akan sempurna..” Gikwang shock.

Naeun POV

Memengang tangan seseorang dan dipegang oelhe tangan seseorang.. Dunia yang tidak kuketahui hampir terbuka untukku.. Kalau dia sudah menciumku, dunia seperti apa lagi yang akan terlihat..

Aku dan gikwang pun sampai dirumahku.

“Aku pulang..” Ucapku seraya membuka pintu rumahku.

“Selamat datang Son Naeun..!!” Salam ibuku.

“Aku pulang.. Ayah, Ibu” Ucapku lagi mengulang ucapanku tadi.

“Duh, panggil kami papa dan mama saja, Son Naeun..” Ujar ibuku yang tingkahnya beda sekali seperti dulu. “Lee Gikwang.. juga silahkan masuk..” Ucap ibuku sambil mempersilahkan gikwang masuk.

Didapur rumahku terdengar suara ayah dan ibuku. Kalau ada gikwang pasti sikap mereka beda sekali.

“Papa yang masak makan malam hari ini..” Ucap ayahku.

“Kamu juga makan disini saja, gikwang..” Ucapku pada gikwang yang berada disampingku. “Kamu akan sendirian kalau pulang rumahkan?” Lanjutku.

“Iya juga..” Jawabnya.

****

Makan malam pun telah siap. Kulihat ibu dan ayah mesra sekali.

“Ini papa.. Ahhh!” Ucap ibuku seraya menyuap 1 sendok nasi pada ayahku.

“Papa dan mamamu mesra ya, naeun..” Kagum gikwang (?).

“Mereka terlalu mesra..” Ucapku datar.

“Oh ya! Kenapa tidak tanya mereka tentang cinta?” Tanya gikwang.

“Hmmm..” Gumamku.

“Kan mereka mesra banget..!” Seru gikwang.

“Benar juga..” Ucapku setuju dengan ucapan gikwang. “Ayah.. Ibu..” Panggilku. “Bagaimana rasanya mencium seseorang..?” Lanjutku. Ibuku langsung keselek. Lalu melihatku shock.

“A… Appaa..?” Ucapa ibuku lalu kembali mengalih pandangannya pada ayah. “Papa.. Naeun kita sedang bertanya tentang.. Ci-Ci-Ciuman.. Apa yang harus kita lakukan.. Padahal sebelumnya dia tidak pernah berdiskusi tentang hal itu..!!” Ujar ibuku panik. *-____-*

“Naeun, kamu bilang cium?” Tanya gikwang padaku.

“Ah, lupakan..” Jawabku.

Aku rasa aku memang gak akan mengerti kalau tidak mancobanya dengan junhyung besok. Karena ciuman itu bagian penting dalam novel cinta!

****

Author POV

Keesokan harinya, naeun pergi ke sekolah. Sesampainya, naeun binggung karna sepatunya pada hilang. Ia pun mencari kesemua tempat. Tapi, tetap tak ada.

“Ada apa naeun?” Tanya gikwang binggung yang melihat naeun bolak-balik.

“Tidak. Aku cuma tidak menemukan sepatuku..” Jawab naeun masih bolak-balik mencari barang-barangnya.

“Eh?! Apa kau kehilangannya?” Tanya gikwang lagi.

“Aku tidak tau. Akan kucari dikelas..” Sahut naeun lalu meninggalkan gikwang. Tiba-tiba 2 pemuda melihat gikwang dan naeun. Mereka bisik-bisik.

“Wah.. Si wanita salju itu ada disini..” Bisik salah satu pemuda itu.

“Benar ya? Apa yang mereka lihat itu?” Tanya satunya lagi.

“Aku dengar katanya wanita salju itu memaksa ciuman dengan kitami?” Sahut hyunseung yang tiba-tiba nonggol di pembicaraan 2 pemuda itu.

“Serius?! Jadi dia suka kitami?!” Ucap 2 pemuda itu bersamaan.

****

Dikelas, naeun benar-benar kaget karna bukan cuman sepatunya saja yang hilang, tapi buku dan baju olahraganya pun juga hilang. Tak lama segerombolan gadis-gadis datang dan mengelilingi naeun.

“Son Naeun..” Panggil ketua geng tersebut (?). “Bisa bicara sebentar?” Lanjutnya.

Naeun mengangguk. Gadis-gadis itu pun langsung membawa naeun ke halaman luar kelas. Mereka mendorong naeun keparmukaan tembok.

“MEREKA BILANG KAU MENCIUM JUNHYUNG? APA MAKSUDNYA HAH?” Teriak ketua geng itu (?).

“APA KAU MENGAMBIL UNTUNG HANYA KARENA DIA SELALU BAIK HATI?” Lanjutnya.

Disisi lain, junhyung senyam-senyum sendiri melihat naeun tersiksa (?).

“Kkk.. Dia akan menyerah kali ini!” Tawanya senang. “Cewek itu lemah dengan serangan dari mereka sendiri..” Ucapnya masih ketawa pelan. “Berjuanglah cewek-cewekku..” Lanjutnya sambil tersenyum evil.

Author kembali pada naeun dan segerombolan gadis-gadis.

“KAU DENGAR TIDAK?!” Lagi-lagi ketua geng itu teriak-teriak.

“A-apa?! Aku tidak takut kok.. Park Chorong..” Ujar naeun yang akhirnya mengeluarkan suaranya. Ketua geng yang bernama park chorong itu langsung diam.

“Jerawatmu bertambah, kau sadar? Itu karna kamu iri dan makan terlalu banyak..” Ucap naeun membongkar rahasia chorong. Chorong diam karna malu. “Jung Eunji.. Kamu memakai sumpalan dada untuk pamer bodymu kan?”. “Yoon Bomi.. Kamu tidak pernah membersihkan jari kecilmu.. Apa itu jimat cinta? Agar kau bisa mesra dengan junhyung misalnya..”

Semua yang mendekati naeun pada mundur karna naeun tau rahasia mereka.

“Apa perlu aku bocorkan rahasia kalian yang lebih besar?” Tawar naeun. Gerombolan gadis-gadis itu langsung pergi karna ketakutan.

Author ke junhyung lagi.

“Kok.. Tidak mempan padanya! Apa dia tidak punya kelemahan?!”

****

Tak lama gikwang datang dan menghampiri naeun yang sedang terdiam dipermukaan tembok.

“Naeun!” Panggil gikwang sambil membawa buku dan sepatu punya naeun. “Aku dengar rumor aneh.. Dan sepatumu hilang, bukumu juga ada di tong sampah..” Lanjut gikwang lalu memberi barang yang telah hilang itu pada naeun.

“Makasih. Hmm, jadi tinggal baju olahragaku ya?”

“Apa mereka mengeroyokmu? Kamu gak apa-apa?” Tanya gikwang khawatir.

“Ya. Aku tau cara mengatasinya. Jadi aku baik-baik saja..” Jawab naeun sambil tersenyum pada gikwang. “Sebenarnya. Aku malah iri pada mereka yang nekat demi orang yang disukai..” Lanjut naeun. “Tapi, gawat ni aku tidak bisa menemukan pakaian olahragaku..” Ucap naeun sambil memperbaiki kacamatanya yang posisinya terturun (?).

“Karna ada sesuatu yang tidak boleh sampai terlihat oleh orang lain..” Lanjut naeun.

Author balik lagi ke junhyung. Junhyung yang melihat itu langsung pergi entah kemana (?). Ia pergi ke sebuah gudang.

“HAhaha! Siapa sangka bakal jadi lebih mudah?!” Ujar junhyung sambil tertawa evil. Ia menyelinap tasnya yang misterius itu (?). “Selama aku tau kelamahannya.. Aku yang akan menang.. Tapi, mana yang ia maksud..” Ucap junhyung binggung seraya melihat celana seseorang gadis yang bukan lagi celana naeun.

JEPRET (?)

“Dapat foto bukti..” Tak lama naeun datang sambil memotret junhyung yang lagi megang celananya. “Junhyung melihat pakaian olahraga wanita..” Juhyung hanya terdiam karna ketauan udah nge-curi baju olahraga naeun *ygsabaryamas#PLAK*.

“Hah?”

“Syukurlah, aku telah menemukai baju olahragaku..” Ucap naeun gembira. “Ditambah lagi dapat foto bagus..” Lanjutnya.

“Kamu menipuku ya?!”

Naeun langsung mengangkat kaki kirinya lalu meletakkannya di tembok.

“Tentu saja. Aku sangat marah junhyung.. Boleh saja kau mencari kelamahanku..” Kesal naeun. “Tapi beda, kalau kamu memanfaatkan cewek yang punya perasaan padamu..” Lanjutnya sambil menatap junhyung sinis. Junhyung membalas tatapan sinis dari naeun.

“Hah, perkataan yang bagus.. Untuk orang yang tidak mengerti tentang perasaan atau cinta sepertimu..”

“Aku memang tidak tau.. Karena itu, aku mencoba untuk mengerti..” Naeun mendekatkan wajahnya pada junhyung. “Jangan lupa.. Ciuman kemarin sempat tertundakan? Cium aku kitami!” Pinta naeun.

“Aku mengerti. Hanya perlu melakukannya kan?”

Junhyung langsung memutar posisi. Kini, junhyung menggangkat tangannya dan mendorongnya ditembok. Perlahan-lahan wajahnya ia benamkan diwajah naeun.

“Kamu terlalu dekat..” Ucap naeun disela-sela adengan ciuman itu. *junhyungakugkdicium?-.-*

“Memang harus begini kan?”

“Tutup matamu..” Suruh junhyung. Naeun pun menutup matanya.

Dan CCUUPP..

Sebuah kecupan mendarat di pipi naeun.

“JANGAN BERCANDA! LAKUKAN DIBIBIRKU.. DIBIBIRKU!” Teriak naeun. Junhyung langsung menutup telingannya.

“Apa?! Kan katamu ciuman.. ya cium kan..”

“Dan lagi kacamata ini menganggu..!” Lanjut junhyung lalu perlahan-lahan melepaskan kacamata naeun.

“HUa! Bodoh.. Hentikann!!” Seru naeun seraya menghentikan perlakuan junhyung pada naeun.

“Aku kan bilang menganggu!”

“Tidak! Jangan sentuh aku! Aku harus memakai kacamataku!” Akhirnya kacamata itu sekarang berada digenggaman junhyung.

“Ke-kelamahanmu.. Ini ya..?!”

=To Be Continued=

KOSA KATA :

  • Onida : Guru cowok..
  • Sensei : ?? *Klo gk slh, itu jga guru..^^ atau kakak^^*

One thought on “[Chapter] Love That Started From The Threat (Part 3)

  1. Ping balik: My FanFiction « A Pink (에이핑크) – Fan Site

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s