[Chapter] Love That Started From The Threat (Part 1)

Tittle : Love That Started From The Threat

Author : ilikeapink [Chacha]

Ganre : Romance, Fluffy Angst, Family, Comedy, Mistery & FriendShip

Length : Chapter

Rating : PG-13

Main Cast :

  1. Son Naeun (A-PINK)
  2. Yong Junhyung (B2ST)
  3. Lee Gikwang (B2ST)

Other Cast:

  1. All Member BEAST
  2. All Member A-PINK

Notes :

Anyyeong~ Skrng aku pengen bkin FF ber chapter lgi.. Sorry yah, kalo FFku sring chapter..wkwok.. Tanpa ad cincong sana-sini sbaiknya baca skrng aj dech..^^ Oia, FF ini ada sdikit jepang-jepangny sih.. Mari baca^^

Happy Reading :D 

TEMA : Jatuh Cintalah padaku!

Author POV

Seorang guru laki-laki sedang berjalan di depan koridor sekolah sambil berteriak pada murid-muridnya.

“OI CEWEK, ROK KALIAN HARUS 10 CM DIBAWAH LUTUT..!!” Teriaknya pada cewek-cewek didekatnya. “MURID LAINNYA JUGA, JANGAN BERJALAN DI TENGAH KORIDOR..!!” Lanjutnya masih berteriak.

Tak lama seorang cewek tak segaja menabrak guru laki-laki itu.

WHAM~

“OI KAMU GAK LIHAT JALAN YA..” Teriak guru itu sambil menatap cewek yang tak segaja menabraknya tadi.

Cewek itu tak merasa takut, malah ia membalas tatapan itu dengan tatapan sinis.

“KAMU.. BERANINYA KAU MELIHAT GURUMU SEPERTI ITU..?!” Ujar guru yang menurut author galak banget.

Cewek itu tak sedikit pun mengeluarkan suaranya malah ia menatap guru itu sangat-sangat dalam (?). Hingga akhirnya guru itu menyerah (?) karna malu dipandang seperti itu.

“Ehem..”

“….”

Guru itu ingin pergi tapi langkah-langkahnya terhentikan karna ditahan oleh cewek itu. Cewek itu mengelus-elus telapak guru itu.

“SENSEI,,, anda berkeringat apa gak sehat?” Tanya cewek itu yang akhirnya mengeluarkan suaranya.

Eeekk..!!

“Aku baik-baik saja, pergilah!” Suruh guru itu.

Tak lama 2 cowok datang dan melihat adengan (?) cewek itu dan guru galak itu.

“Wow, dia mengalahkan onida itu..” Kagum salah satu dari 2 cowok itu. “Orang memanggil dia wanita salju obsolut atau apa..” Lanjutnya.

“Dia bisa membekukan semua orang hanya dengan tatapan..” Ujar sebelahnya. “Kalau kau menyentuhnya, katanya bisa membeku..” Lanjunya.

Karna suara 2 cowok itu terdengar oleh cewek itu, cewek itu pun menatap kedua cowok itu.

Zuuunggg~

Tentu saja karna cewek itu mengalih padangannya kedua cowok itu, songkan pemuda itu kaget. Cepat-cepat 2 cowok itu pada ketakutan dan mencoba kabur.

“TIDAK AKU BELUM MAU MATI..!!”

“TOLONG AKU..!!”

“Fu..” Cewek itu menghelakan nafas. “Mereka selalu melarikan diri seperti itu..” Keluhnya dengan nada datar.

Ia pun berjalan ingin menuju halaman sekolah. Tiba-tiba ia melihat teman sekelasnya. Yaitu, Yoseob dan Namjoo.

“Walau aku ingin melihat mereka lebih lama!” Ucap cewek itu. “Ah, namjoo memotong rambutnya..!!” Lanjut cewek itu sambil melihat ke arah teman kelasnya itu.

“Mungkin dia ingin meniru idolanya. Tapi, potongannya terlalu pendek..”

“Matanya yoseob merah.. Mungkin di kemalaman main game, atau kesusahan melawan bosnya..”

Teman kelasnya yang merasa di tatapi sejak tadi, langsung pergi. Disela-sela perjalanan mereka, mereka mengossip (?) cewek yang menatap temannya itu.

“Kenapa dia selalu memandang orang ya..??” Tanya yoseob pada namjoo.

“Mungkin dia sedang mencari teman..” Jawab namjoo.

“Ahh.. Seperti yang kuduga..” Ucap yoseob.

Dibelakang yoseob dan namjoo cewek itu mengatakan sesuatu. Tentu saja yoseob dan namjoo kaget.

“Memang menyenangkan kalau memperhatikan orang..” Ucap cewek itu.

Yoseob dan namjoo langsung lari ketakutan. Tak lama seseorang memanggil cewek itu.

“Son Naeun..!!!”

Cewek yang bernama Son Naeun itu langsung melihat ke arah orang yang tadi memanggil namanya.

“Gikwang..”

“Ayo pulang sama-sama..” Ajak orang itu yang bernama Gikwang.

Mereka pun pergi beriringan.

“Apa hari ini kau juga banyak observasi?” Tanya gikwang.

“Ya, walau mereka selalu lari karna mataku..” Jawab naeun dengan nada datar.

Ya benar, naeun adalah seorang penulis novel di ponsel. Novelnya banyak yang suka, malah novelnya telah di jadikan buku. *Wah kagum bangt.. #smbil ngelurin aegyo*

****

Keesokan harinya,,, naeun pergi kesekolah.

“Aku belum ada ide yang menarik..”

Tak di sangka, ia nguping pembicaraan anak-anak cewek yang baru membaca novel bikinan naeun.

“Hei, sudah baca novelnya son..??” Tanya salah satu ngerombolan cewek-cewek itu.

“Ya, yang terbarunya kemarinkan?”

“Yang baru ini juga menarik seperti biasanya..”

“Lawan mainnya membuatku ingin jadi fansnya..”

“Earlnya keren juga..”

“Nanti juga akan jadi buku lagi!”

Dalam novel ponsel Son lah yang terbaik!

“Wow kamu populer ya..” Ucap gikwang yang ada disamping naeun.

“Bagus bukan?”

Naeun melamun.

‘Karena mataku yang tajam dan kulitku yang dingin.. Sejak kecil aku sukar didekati kecuali gikwang, sepupuku.. Aku senang mengobservasi orang dari jauh dan mengimajinasikannya sendiri.. Aku cuma mengubahnya menjadi novel.. Tapi karna suatu alasan, ianya jadi populer..’

“Aku menanti kelanjutannya..”

Dikelas, tak sengaja naeun memandang salah satu dari teman ceweknya.

“Rasanya, apa kau gak merasa hari ini dia memandang lebih banyak dari biasanya?”

“Diam saja, jangan lihat matanya..”

Naeun POV

Aku akan membuat seseorang menjadi modelku di novel berikutnya! Onida pun mengabsen dan menyuruh salah satu cowok untuk membagikan kertas tak tau isinya apaan.

“Yoon Doojoon bagikan kertas ini..!!” Seru onida itu.

“Aku sedang absen sekarang..!” Serunya lagi.

Yoon doojoon bagus juga.. Hyungseung juga tidak jelek, atau.. Dongwon? Mereka bisa menjadi karakter utama.. *Sambil nulis nama mereka..^^*

“Hmmm.. Yong Junhyung..?? Junhyung ada gak?” Tanya onida. “APA GAK DENGARKAN AKU? HAH..??!!” Lanjutnya.

Tak lama masuklah cowok yang berpostur tinggi dan mukanya sinis.

“Permisi..” Ucapnya sopan.

“Yong Junhyung..”

“Hadir..” Ujarnya lalu tersenyum dan masuk kedalam kelas. Onida itu ikutan juga tersenyum.

“Junhyung,,, Kenapa? Apa kamu sedang rapat?” Tanya onida itu.

Tak lama cewek-cewek yang ada di depanku langsung berbicara cowok yang bernama yong junhyung itu.

“Ya.. lebih lama dari yang kukira.. Junhyung sudah kerja sejak tadi pagi.. Dia selalu melakukan tindakan yang sama.. Dan dia selalu melakukan apa saja dengan senyuman.. Dia selalu seja terseunyum.. Sungguh.. Orang yang keren..”

Orang yang membosankan.. Aku pun mengalih pandanganku ke arah lain. Cuma dia yang tidak boleh jadi tokoh utama novelku..

Hu.. *ceritany berpaling gitu.. hihihi..~*

Pada jam waktu istirahat, aku tak seganja menguping pembicaraan teman cewekku.

“Lalu novelnya son..??”

“Menarik banget..”

Mungkin mereka gak sadar kalau mereka adalah model novelku..

“Tapi kau tahu, aku masih lebih ingin pada bagian itu.. Kamu tahu kan? Aku ingin baca lebih banyak tentang itunya son! Ya benar, kuncinya itu..!! Itu lho..!! Aku ingin ada cintanya..!!! Aku ingin lebih banyak tentang getaran perasaan. Tiap kali saat mereka suka, akhirnya cuma jadi teman..”

Ci- CINTA..?!

****

Aku duduk dipermukaan rumput yang hijau. Disampingku ada gikwang ia sedang memakan ramennya.

“Eh, aku rasa gak apa-apa kamu gak perlu nekad ingin menulis tentang itu.. Mereka kan cuman bilang..” Ujarnya disela-sela asik makan ramennya.

“Sebenarnya aku juga sudah dapat surat untuk menyuruhku membuat lebih banyak tentang cinta.. Aku sudah memikirnya. Tapi, aku tidak merasa novelku berkisah tentang itu” Ucapku sambil meminum susu coklatku.

“Tapi, apa kamu bisa menulis tentang cinta?” Tanya gikwang.

“Tidak.. Aku tidak bisa menulis tentang itu selama hidupku..” Jawabku dengan nada datar.

“Eh?! Apa maksudmu?” Tanya gikwang yang belum mengerti.

“Aku tidak bisa membayangkannya..!” Jawabku. “Aku bisa menulis cerita tentang pertemanan dan impian dengan mengobservasi sekitar dan berimajinasi.. Tapi, cinta adalah sesuatu yang hanya bisa kutulis berdasarkan pengalamanku sendiri.. Aku tidak bisa memiliki pengalaman dalam cinta..” Ujarku.

“Hei, tenang saja. Lakukan apa yang ingin kau lakukan, naeun..” Ucap gikwang sambil tersenyum. “Bukannya kamu selalu begitu sampai sekarang..??” Lanjutnya.

Apa yang ingin ku lakukan?

Trrrr Trrrr..

Ponselku bergetar bertanda seseorang meng-smsin ku. Ku buka ponselku dan ku baca pesan itu.

Untuk Son sensei karena suatu alasan, aku tidak diperbolehkan keluar rumah.. Tapi karna ada novelmu, aku rasa aku harus coba untuk bertahan. Terima kasih Son sensei.

“…”

“Benarkan..??” Ujar gikwang masih memakan ramennya.

“Iya..” Ucapku lalu menutup ponselku.

Aku ingin membuat pembaca senang. Jadi aku akan coba melakukan apa yang mereka inginkan.

“AKU AKAN MENULIS NOVEL CINTA DALAM GAYA SON..!!!” Teriakku cukup keras.

“Figthting Naeun..” Ujar gikwang menyemangatiku.

Tap Tap Tap

Aku berjalan tergesa-gesa sampai-sampai aku berhenti karna aku melihat junhyung dan namjoo. Cepat-cepat agar tak ketahuan aku langsung bersembunyi.

“Anu, Junhyung aku…” Ucap namjoo gugup. “Aku suka kamu junhyung” Aku membelalakan mataku. “Saat aku sedang depresi, kamu memengang tanganku dan menyemangatiku.. Sejak itu hatiku tergerak olehmu” Lanjunya.

Karena dia memengang tangannya… Hatinya tergerak..??

“Jadi, Maaf..”

“Selama ini, aku tidak melihatmu seperti itu.. Jadi, apa kita bisa jadi teman saja?” Ujar junhyung.

“..Gitu..” Ucap namjoo datar. “Terima kasih sudah mau datang..”

Junhyung POV

Heh.. Namjoo baru saja menyatakan perasaannya padaku. Kuambil buku catatanku di kantong seragamku.

Set..~

Aku merasa sedang ditatapi. Kulihat arah kedepanku, rupanya cewek yang tadi mengalih pandangannya saat aku terlambat tadi.

HHmmmm *Critny tersmyun^^*

“Son naeun.. Apa kau kenal aku? Aku sekelas denganmu..” Ucapku seraya menyapanya.

“Kamu yong junhyung..” Jawabnya tanpa senyum sedikit pun.

“Ah! Aku senang kau ingat namaku. Aku selalu ingin berbicara denganmu..”

“Tapi, kamu populer..”

“Tidak! Tidak Kok!” Seruku. “Oh ya, apa kau lihat kejadian tadi? Aku tidak tau apa bagusnya diriku..” Lanjutku.

“Aku juga merasa begitu..” Ucapnya lalu menunduk.

Cewek yang aneh.

“Ekspresi wajahmu selalu sama..” Ucapnya lalu menatapku dingin.

“Eh..?”

Tak lama onida memanggilku.

“JunHyung..!!” Panggil onida lalu menghampiriku dan cewek aneh itu. “Maaf, tapi bisakah kau tolong aku?” Tanyanya.

“Ah, Baiklah..!!” Jawabku lalu melangkahkan kakiku mengikuti onida.

Naeun POV

Hatinya tergerak ketika tangannya dipegang. Jadi itu awal dari munculnya rasa cinta ya? Kalau iya, jika aku mengalami sendiri situasi tersebut, mungkin aku akan tau seperti apa cinta itu? Tapi, siapa yang akan jadi pasanganku? Gak enak kalau minta tolong gikwang.

Hmm, aku melihat kearah bawah. Wew, aku menemukan buku catatan punya junhyung. Buka ah~

Saat ku buka, aku benar-benar kaget dengan buku rahasia ini. Isinya nama cewek-cewek yang ada dikelasku. Dan disamping namanya terdapat tanda centang. Tinggal namaku saja yang tak dicentang.

Junhyung POV

Sialan! Dimana sih?! Aku mencari buku catatanku. Ya ampun buku itu sangat berharga bagiku. Karna disana banyak rahasiaku.

“Aku tak boleh kehilangan itu..”

“Apa ini yang kau cari?” Tanya seseorang yang kurasa pernah mendengar suara itu. Ya, suara itu suara naeun. ”Buku catatan yang emas atau buku catatan yang perak?” Lanjutnya.

Aku langsung berdiri dihadapannya.

“Naeun.. Ah, itu punyaku kau menemukannya ya?”

“Junhyung.. Untuk keselamatan, seorang pembunuh tidak boleh meninggalkan jejak.. Dia harus menjaga rahasia didekatnya..” Ujarnya sambil membuka bukuku dan membacanya. “Ini semua nama cewek yang jatuh cinta padamu dan dalam kondisi seperti apa mereka menyatakan perasaannya padamu..” Lanjutnya.

#ini daftar nama-nama ceweknya woowkk.. Kren yy..^^

  • Kim Namjoo = Koridor
  • Park Chorong = Taman belakang
  • Yoon Bomi = Email
  • Jung Eunji = Dipanggil ke atap *-___-*
  • Hong Yoo Kyung = Saat pulang kerumah
  • Oh Hayoung = Saat makan siang dibawah pohon rindang.
  • Son Naun = ???

“Dan cuma sisa satu orang lagi.. Kelihatannya tinggal aku saja ya..” Ucapnya. “Kamu memang cowok playboy..” Lanjutnya.

“Kenapa?” Tanyaku dengan senyuman sinis. “Cuma karena aku bersikap baik, mereka jatuh cinta dan mereka juga mendekatiku dan mengutarakan perasaannya padaku. Aku tidak melakukan apa-apakan?” Lanjutku masih dengan senyuman sinisku.

“Ya, setidaknya menarik untuk menghabiskan waktuku.. Tapi, kamu orang yang terakhir untuk melengkapkan misiku.. Sayang sekali.” Ujarku.

“Kenapa kau bersikap polos?” Tanyanya.

“Eh? Gak kok.. Ini cara yang lebih mudah untuk hidup kan?” Ucapku.

“Kalau aku memperilakukan mereka dengan baik, anak cewek akan suka padaku. Kalau aku terus mengikuti pembicaraan mereka anak cowok akan menyukaiku. Kalau aku jadi cowok baik, orang dewasa akan mempercayaiku begitu saja. Membaca caranya dan bertindak sesuai prosedur, ini hal yang paling gampang untuk hidup.. Kau mengerti?” Jelasku lalu mengambil bukuku yang dipegang oleh cewek aneh itu. Tapi sayang sekali aku tak mendapatkannya. Ia sengaja menjatuhkan bukuku. Yang ku pegang malah tangannya.

“Hehehe, sayang sekali ya.. Maaf saja karena orang populer memang seperti ini..” Sambungku.

“Tidak. Sudah kuputuskan, kau akan kujadikan pasanganku..” Ucapnya lalu melempar kertas-kertas. Kertas itu sangat banyak, aku saja tak tau berapa semuanya.

“Apa-apaan semua ini?!” Ucapku kebinggungan.

“Untuk jaga-jaga. Aku sudah mengkopi semua halaman dan juga kusimpan.. Kalau kusebarkan catatanmu ini. Semua rahasia, kamu tidak akan bisa hidup dengan mudah lagi..” Ujarnya.

“Apa yang kau inginkan?”

“Jatuh cintalah padaku.. PADAKU!” Serunya. Aku cukup kaget dengan ucapannya.

“Hah? Apa maksudmu? Kamu suka padaku atau aku cuma merasakannya?” Pertanyaanku tak dijawab. Ia malah mengulang ucapannya tadi.

“Jatuh cintalah padaku! Peganglah tanganku! Peluk aku! Cium aku! Utarakan cintamu padaku!” Serunya.

“APA?! KENAPA AKU HARUS MELAKUKAN ITU?!” Seruku. “Kau tak punya pilihan lain..?” Aku terjatuh terduduk dan diikuti juga oleh cewek itu yang tak tau asalnya dari mana (?).

“Oke, kita mulai dari pegang tangan..” Ucapnya.

Cewek aneh..

Aku pun memberi tanganku pada tangannya dengan perlahan-lahan.

“Jadi kau lebih suka melihat sifat dan sikap?”

“Tidak, aku tidak peduli seperti apa dirimu.. Hal yang penting adalah aku tidak merasa bersalah kalau kau yang jadi pasanganku..” Ujarnya dan..

PLUUKK.. Sampailah jari telunjukku pada jari telunjukknya. Saat ku sentuh tangannnya dingin sekali.

“Dingin banget.. Oi tanganmu.. Jadi benar kau ini wanita salju?!” Keluhku. Telunjukku masih ada ditelunjuknya.

“Diam kulitku yang dingin. Kita lagi dibagian yang bagus, lanjutkan..”

Sampailah semua jariku di jarinya. Tapi itu belum cukup untuknya.

“Bukan hanya jari.. Lebih.. Terus.. Hingga telapak tanganku..”

Dan lama kelaman telapak tanganku pun telah bersatu dengan telapak tangannya. Kami saling tatap. Ukh, mau apa cewek ini..??

Naeun POV

Kehangatan tangannya pelan-pelan mengalir padaku.. Sampai-sampai aku menutup mataku.

“Sikapmu buruk. Tapi, tanganmu hangat ya..” Ucapku.

Aku bisa merasakan pasti mukanya sudah merah. Hhiihi,,,

“Hei, sudah cukup kan?” Tanyanya lalu melepaskan pegangannya. Tapi aku mengambil tangannya kembali dan mengenggamnya dengan erat.

“Belum.. Pegang tanganku terus hingga suhu tubuh kita sama..” Ucapku.

Kedua telapak tanganku dan jariku menjadi hangat.. seperti ada listrik yang mengalir diantaranya..

Author POV

*Author tiba-tiba datang di sela-sela adengan romatis naeun dan junhyung..*

Begitulah pengalaman cinta palsu antara dua orang yang tidak saling mencintai.. Akhirnya mulai.. ^^

=To Be Continued= 

Seru gk? gk kykny.. Hihihi.. Nantikan kelanjutannya setelah yang satu ini (?).. #PLAK.. Maksudnya setelah iklan yang beriku ini.. #PLAAKK *kena gampar lagi..*
*Tiba-tiba kakak gw dtng..* Ah, dedek nih. Nantikan cerita berikutnya. Wkwokk..~
 

KOSA KATA :

  • Onida : Guru cowok..
  • Sensei : ?? *Klo gk slh, itu jga guru..^^ atau kakak^^*

3 thoughts on “[Chapter] Love That Started From The Threat (Part 1)

  1. Ping balik: [Chapter] Love That Started From The Threat (Part 2) « BEAST & A-PINK FF

  2. Ping balik: [Chapter] Love That Started From The Threat (Part 3) « BEAST & A-PINK FF

  3. Ping balik: My FanFiction « A Pink (에이핑크) – Fan Site

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s