[Chapter] TrUE LoVE #03 [The End]

Tittle : True Love

Author : ilikeapink [Chacha]

Ganre : Tragedy,Romance and Sad

Cast :

  1. YoSeob (BEAST)
  2. JiYeon (T-ARA)
  3. GongChan (B1A4)

Sebelumnya : #01 | #02 | #03 The End

Happy Reading~ :D 

JiYeon POV

“Jiyeon, mau tidak kau malam ini jadi pasanganku? Kumohon..” Ucapnya sambil menggenggam tanganku. Aku mengangguk pelan. “Gomawoyo..!” Lanjutnya lalu mencium keningku lembut dan beranjak pergi.

Aku memengang keningku. Baru kali ini, seseorang mencium keningku.

****

Dirumah aku tersenyum sendiri sambil memengang keningku yang habis di cium oleh yoseob. Omo, mengapa aku jadi salah tingkah begini? Aw, perutku kambuh lagi. Kini, sakitnya tak seperti biasanya. Sakit ini sangat sakit. Akibatnya, aku menggigit bibir bawahku hingga berdarah.

“Ahh~ Omoo..!!” Seruku lumayan keras. Tak sadar karna suaraku atau bukan, seseorang membuka pintu kamarku.

“Omo! Jiyeon-ah!” Sapa orang itu, yang sepertinya kukenal dengan suaranya.

“Gongchan..?”

“Hei! Waeyo? Apa kau kambuh lagi?” Tanyanya panik.

“Jaannggaann.. Khhhaaawwwaaatttiiiirrrr,, ppppaaadddaaakkkkuuu..” Ucapku sambil menahan rasa sakit.

“Kajja kita ke rumah sakit, numpung masih sore.. Kajja!” Ajaknya lalu mengendongku dan membawaku menaiiki motor keesayangannya itu.

Sesampainya dirumah sakit, gongchan lalu memanggil suster yang dekat dengan motornya.

“Sus, tolong dia..!” Seru gongchan memanggil suster itu.

“Ne..” Suster itu balik dan mengambil sebuah tempat tidur yang ada rodanya.

****

GongChan POV

Aku melihat tulisan yang bertulis ‘Ruang UGD’. Benar, sekarang jiyeon sedang ada didalam sedang diperiksa. Tak lama, dokter datang dengan membawa kabar dari jiyeon.

“Dok, bagaimana dengan jiyeon?” Tanyaku pada dokter.

“Ia harus dirawat disini.. Karna kondisinya cukup tak stabil..” Ucap dokter itu.

****

Malam harinya, jiyeon membuka matanya dan memanggil nama ‘yoseob’. Entah mengapa? Aku benar kaget saat itu.

“Yoseob..” Ucap jiyeon lalu duduk. Aku segera berdiri dari tempat dudukku dan berjalan menuju jiyeon. “Gongchan.. Sekarang aku ada dimana?” Tanyanya.

“Kau sekarang ada di rumah sakit” Ujarku.

“Rumah sakit?” Aku mengangguk.

“Mengapa aku ada disini..?”

“Sudahlah, aku ingin tanya.. Mengapa kau memanggil yoseob?” Tanyaku.

“Malam ini aku akan pergi dengannya..” Jawabnya.

“Mwo? Kau tak bisa pergi dengannya!” Seruku.

“Aku ingin pergi..!!” Serunya.

“Ani,,!!” Ucapku mulai dingin. Jiyeon yang melihatku seperti itu langsung diam. “Mian, aku tak bermaksud memarahimu.. Tapi aku benar-benar kesal dengan ucapanmu yang selalu memanggil nama yoseob.. Aku sangat kesel..” Jelasku.

“Aku tak tau mengapa akhir-akhir ini aku memikirkan yoseob terus.. Entah mengapa? Apa aku mulai jatuh cinta padanya?” Tanyanya aku langsung membelalak mataku.

“Mwo?”

“Ne, baru saja ia mengecup keningku..”

“Dia mengecup keningmu..!!” Ucapku mulai kesal.

‘Oh tuhan.. Apakah benar, kalau jiyeon telah menyukai yoseob? Hatiku benar sakit saat ini..’ Ucapku dalam hati.

Aku melamun lama sekali. Saat ku terbangun dari lamunanku jiyeon telah tak ada lagi dihadapanku. Aku langsung keluar dari kamar rawat ini dan mengejar jiyeon yang mungkin tak jauh.

JiYeon POV

Gongchan sedang melamun. Kesempatan untuk lari. Aku pun buru-buru keluar dari kamar ini dan berlari menuju keluar rumah sakit. Nafasku naik turun. Dan ditengah jalan aku benar-benar tak bisa bernafas. Aku sangat lelah. Perutku rasanya ingin mengacaukan hari-hariku. Perih sekali sangat-sangat perih. Ditengah jalan hampir saja sebuah mobil menabrakku. Aku tak bisa melihat pemudi yang baru saja keluar karna lampu yang sangat terang. Kulihat dengan jelas, rupanya pemudi itu yoseob. Aku langsung memeluknya.

“Yoseob..!” Seruku lalu memeluknya.

“Waeyo?” Tanyanya.

“Aku tak bisa bernafas.. Sungguh~” Jawabku.

“Yasudah masuklah kedalam mobilku.. Aku akan mengantarkanmu pulang..” Ucapnya lalu membawaku kedalam mobilnya.

Brem~ Brem..

Mobil pun berjalan. Aku bisa melihat yoseob yang sedang serius mengemudikan mobilnya.

“Jangan serius begitu..!” Seruku padanya.

“Ah~ kau ini aku baru saja belajar mobil..” Ujarnya lalu mengerem mobilnya tiba-tiba.

“Aishh,, kalau mau ngerem bilang-bilang..” Ucapku.

“Hihii, oiya bagaimana dengan pesta? Apa kita jadi pergi..?” Tanyanya.

“Kayaknya jangan dulu, aku benar-benar tidak normal..” Jawabku.

“Yah. Padahal aku sudah menyiapkan kejutan untukmu..” Ucapnya kecewa.

“Apa itu?”

“Kan itu kejutan..”

“hmmm” Gemamku.

“Bagaimana kita ke sungai han..” Ajak yoseob.

Kami pun pergi ke sungai han. Omo, sungai ini tak pernah berubah tetap saja indah. Kuharap saat aku tak ada lagi didunia ini lagi, sungai ini sama seperti ini.

YoSeob POV

Aku dan jiyeon pergi ke sungai han. Wow, sungai ini indah sekali. Kulihat kesampingku, jiyeon begitu cantik sekali saat memandang indahnya sungai ini. Tak sadar aku mengenggam tanganya. Ia hanya tersenyum, entah ia senyum karna tingkahku atau karna keindahan sungai han. Omo, senyumannya begitu manis sekali.

Kami duduk di permukaan rumput yang warnanya tak kelihatan lagi karna pengaruh malam. Kuharap momen seperti ini tak akan terlupakan.

“Indah bukan..?” Tanyaku. Ia hanya mengangguk.

“Ne, sangat indah sekali..” Ia tersenyum lagi. Aku juga ikut tersenyum.

Entah apa yang ada di dalam diriku. Aku langsung mendekati wajahnya. Tak ada lagi jarak diantara wajah kami. Dan aku mencium bibirnya yang manis. Ciuman itu sangat lama. Hingga akhirnya ia melepaskan ciuman itu. Aku bisa lihat dipipinya, pipinya sangat merah.

Tak lama aku memperhatikan pakaian yang ia kenakan. Ia memakai baju rumah sakit?

“Kenapa kau pakai baju rumah sakit..? Apa tadi kau masuk rumah sakit?” Tanyaku.

“Ne, tadi gongchan yang mengantarkanku ke rumah sakit…” Ujarnya.

“Gongcha? Terus, mengapa kau tak ada dirumah sakit?” Tanyaku lagi.

“Sudahlah,, Aku tak mau masuk kerumah sakit..”

“Aku boleh tanya?” Ucapku meminta pertanyaan.

“Tentu saja..”

“Apa kau mempunyai penyakit?” Tanyaku, jiyeon kaget.

“Mengapa kau menanyakan hal seperti itu?” Tanya jiyeon balik.

“Tidak, lupakan saja..” Jawabku. “Kajja,, Aku akan mengantarkan kau pulang..” Lanjutku.

Kami pun pergi pulang. Sesampainya, aku menuruni mobilku dan juga diikuti oleh jiyeon.

“Gomawoyo,, Yoseob..” Ucapnya terima kasih sambil tersenyum padaku.

Tak sadar aku mengecup kening jiyeon. Dan ia pun berjalan menuju dala rumahnya. Aku tak tinggal diam, aku langsung pulang.

****

Author POV

Pagi harinya, yoseob telah menunggu jiyeon di sekolah. Tapi, jiyeon tak kunjung datang. Hati yoseob jadi gelisah. Sedari tadi ia hanay melihat gongchan saja. Akhirnya ia memutuskan untuk menanyakan ke gongchan.

“Gongchan..!” Sapa yoseob.

“Wae?” Jawab gongchan sinis.

“Ani, aku hanya ingin tanya saja..”

“Ppallii..!” Serunya.

“Ne, Mengapa jiyeon tak masuk sekolah??” Tanya yoseob.

“Ia sedang ada dirumah sakit..” Jawab gongchan masih sinis.

“Apa ia sedang sakit..?”

“Ne, itu semua gara-garamu..! Coba tadi malam kau tak membawa ia kemana-mana.. Jadi, kanker ia jadi kambuh..!!” Seru gongchan.

‘Mwo? Kanker..?’

“Ia mempunyai penyakit kanker..?” Tanya yoseob lagi.

“Ah, kau ini tak mengerti dengan ucapanku..?? Sekarang nyawanya bentar lagi akan menghilang..!! Sebenarnya aku tak ingin menyampaikannya padamu.. Tapi, jongmal tolong jiyeon.. Ia selalu memanggil namamu… Mungkin, aku tau ia sangat mencintaimu dan kau juga mencintai jiyeon.. Aku mohon nanti kau pergi kerumah sakit.. Jeball..!!” Ujar gongchan.

“Ne, aku nanti akan pergi kerumah sakit..” Ucap yoseob lalu melangkahkan kakinya pergi kekelas.

****

Sepulangnya, buru-buru yoseob pergi ke rumah sakit. Sesampainya, ia mencari kamar darurat di rumah sakit tersebut. Akhinya ia menemukan kamar rawat jiyeon. Ia pun masuk kedalam. kamar jiyeon terasa sepi, yang ada hanya dirinya dan jiyeon saja. Kemana gongchan?

“Jiyeon-ah,, gwenchanayo??” Tanya yoseob lalu mendekat ke jiyeon.

“….” Tak ada jawaban dari jiyeon. Jiyeon hanya menatap langit-langit atap kamar rawat  itu.

“Jiyeon-ah?? Yoseob kemana?” Tanya yoseob lagi.

“….” Tetap tak ada jawaban.

Akhirnya mereka renung sejenak. Dan jiyeon membuka pembicaraan.

“Yoseob, semoga ini perkataan terakhirku padamu..” Ucap jiyeon. Yoseob membelalakkan matanya.

“Waeyoo..??” Tanya yoseob tak mengerti dengan ucapan jiyeon yang barusan.

“Aku tidak tau dengan hati ini, tapi saat aku mendekatimu, rasa hatiku sangat tak menentu.. Seperti sesuatu ada dihatiku.. Kalau ku pikir-pikir apa kau tau dengan perasaanku?” Tanya jiyeon.

“Saranghe..” Ucap yoseob. “Jongmal saranghe..” Lanjutnya lagi sambil menatap jiyeon dalam.

“Kau mencintaiku..?” Tanya jiyeon lagi.

“Ne..” Jawab yoseob singkat.

“Nado saranghe..!!” Seru jiyeon. Lalu mereka berpelukan.

Disisi lain di dekat jendela, gongchan sedang menatap adengan yoseob dan jiyeon. Walaupun hatinya sakit melihat adengan itu, tapi ia senang melihat senyum terakhir dari jiyeon.

Tak lama, mata jiyeon tertutup. Yoseob yang belum melepaskan pelukannya, ia baru menyadari bahwa yeoja yang selama ini ia cintai telah tiada. Akhirnya ia melepaskan pelukan terakhirnya.

“Jiyeon-ah tunggu aku nanti.. Aku akan menyusulmu..” Ucap yoseob datar sambil menahan tangisnya.

2 Tahun Kemudian~

Dimakam, seorang namja berbaju hitam dan berkaca mata hitam yang membawa setangkai bunga sedang menuju ke makam yang di batu nisan tersebut tertulis nama Park Jiyeon. Ya, namja itu yoseob.

Ia langsung menjongkok di samping makam yeoja yang ia cintai. Sekali lagi ia mengatakan perkataan terakhir yang ia ucapkan di rumah sakit.

“Jiyeon-ah tunggu aku nanti.. aku akan menyusulmu..”

“Saranghe..!!”

Ia pun menaruh bunga yang ia bawa tadi. Dan mengatakan sesuatu..

“Aku akan mencintaimu sampai aku telah tiada di dunia ini lagi..” Ucap yoseob yang terakhir dan ia lalu pergi.

-THE END-

Akhirnya selesai juga..~ Hukkhh CAPEK

KOMEN YA..!

6 thoughts on “[Chapter] TrUE LoVE #03 [The End]

  1. Ping balik: My FanFiction « A Pink (에이핑크) – Fan Site

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s