[Chapter] TrUE LoVE #02

Tittle : True Love

Author : ilikeapink [Chacha]

Ganre : Tragedy,Romance and Sad #siapkan tiesu~

Cast :

  1. YoSeob (BEAST)
  2. JiYeon (T-ARA)
  3. GongChan (B1A4)

Sebelumnya : #01 | #02

Happy Reading~😀

****

Jiyeon POV

Dirumah, aku selalu memikirkan namja payah itu. Aku benar-benar heran padanya. apa dia tak tau malu melakukan itu semua. Coba saja aku bisa melawannya. Tapi, bagaimana bisa aku melawannya ia lebih kuat dariku. Andai saja aku seorang SUPERHERO. Jika aku menjadi superhero aku akan tendang namja payah itu sampai tak kunjung lagi dihadapanku. AISHHH~ mengapa aku memikirkan namja payah ini. Sudahlah jiyeon kau harus melupakan adengan tadi. Lupakan ciuman teraneh itu.

Tak lama pintu kamarku diketuk seseorang. Aku cepat-cepat membukaya. Aku melihat seorang namja yang tadi mengetuk kamarku. Rupanya gongchan.

“Waeyo?” Tanyaku padanya.

“Ani, kau ingin pergi denganku?” Tanyanya balik padaku.

“Kemana?” Tanyaku balik.

“Ke Sungai Han, mau tidak..?” Tanyanya lagi. Aku mengangguk kecil.

Aku menutup pintu kamarku dan segera berjalan keluar rumah bersama gongchan. Diluar rumah, ia langsung menaiki motornya dan disusul denganku. Kami akhirnya sampai di sungai han. Betapa indahnya sungai ini.

Tak sadar gongchan menggenggam tanganku. Aku hanya tersenyum. Baru kali ini gongchan seperti ini.

GongChan POV

Aku menggenggam tanganya. Tangannya dingin sekali, aku berusaha menghangatkannya. Tak ada kata yang keluar dari mulut kami. Kami hanya terdiam sambil melihat langit-langit yang banyak bintangnya itu. Akhirnya aku membuka pembicaraan.

“Kajja kita duduk disana!” Ajakku lalu berjalan menuju tempat duduk yang tak jauh dari kami.

Kami duduk, kulihat senyuman jiyeon yang begitu manis sekali. Akhirnya aku menumukaan senyuman itu lagi. Ia menyandarkan kepalanya kepundakku sambil menutup kedua matanya itu. Aku melihatnya sepertinya dia ingin tidur. Tapi tunggu, kulihat hidungnya. Hidungnya mengeluarkan darah.

“Jiyeon gwencanhayo?” Tanyaku khawatir.

“ne oppa. Aku tidak apa-apa” Jawabnya.

“Ani, Hidungmu mimisan..! Kita pulang saja, Kajja..” Ucapku berdiri sambil menggenggam lagi tangannya.

Kami berlari menuju motorku lagi. Segera kubawa jiyeon pulang. Sebelum ku bawa jiyeon pulang, aku membersihkan darah dihidungnya dengan tisue. Aku melajukan mesin motorku.

“Oppa jangan cepat-cepat..!” Seru jiyeon, tapi aku tak mengikuti ucapannya aku malah melajukan motorku.

“Peluklah pinggangku.. Aku akan melajukan motorku..!” Seruku disela-sela perjalanan.

Ia pun memeluk pinggangku. Aku hanya tersenyum. Sudah lama aku ingin melakukan adengan ini. Aku sangat kangen dengan pelukan ini. Jiyeon-ah Saranghe..!

Sesampainya dirumah, kulihat kearah belakangku. Rupanya jiyeon sedang tertidur. Segera kugendong dank u bawa jiyeon ke kamarnya. Didalam kamarnya, ku rebahkan ke atas permukaan kasurnya. Aku pun duduk disampingnya. Omo, dia begitu cantik sekali. Tak sadar aku mengecup keningnya dan tersenyum.

****

Malam telah berganti pagi. Aku terbangun dari tidurku. Betapa kagetnya diriku saat ku temui diriku dikamar jiyeon. Ahh, aku baru ingat tadi malam aku ketiduran disini. Aku melihat kedepanku, Mana jiyeon? Ini sudah jam berapa?

Kulihat jam dinding dikamar jiyeon. Jam telah menujukkan angka 07.30. Omo, aku terlambat. Segera ku beranjak berdiri dan pergi menuju kamar mandi. 15 menit kemudian, aku keluar dan cepat-cepat kupakai pakaian sekolahku sambil melihat jam tanganku yang menunjukkan angka 07.45. Aish, andaikan saja waktu bisa kuputar, pasti tak akan terjadil hal seperti ini. Aku baru kali ini terlambat sekolah. Semua telah siap. Buru-buru ku ambil tasku dan pergi menuju sekolah memakai motor kesayanganku.

Untungnya saja aku tak telat. Hufh, Jiyeon tak menungguku? Mengapa dengan yeoja itu? Apa ia marah padaku? Aku berjalan menuju koridor ruang OSIS. Aku nguping pembicaraan yang ada didalam. Suaranya persis seperti jiyeon dan yoseob hyung. Mereka sedang ngapain ya?

JiYeon POV

Aku sengaja meninggalkan gongchan. Mianhae Chan , Anyyeeong~.  Aku pergi dari rumahku dan pergi menuju kesekolah. Sesampainya, seseorang mengenggam tanganku dan membawaku keruang OSIS. Kulihat orang itu, rupanya namja payah itu.

“Selamat pagi..!” Sapanya padaku.

“Pagi, jangan terlalu baik padaku..” Ucapku sinis.

“Aish, kau ini pagi-pagi udah bicara sinis begitu,,”

“Ada apa? Apa kau sudah hapal lirik lagu bikinanku itu?” Tanyaku padanya.

“ne, aku sudah hapal dengan lirik itu..” Aku membelalakkan mata.

‘Cepat sekali namja payah ini mengahapalkannya?’ Pikirku dalam hari.

“Kau heran ya?” Tebaknya.

“Ani” Jawabku singkat.

“Sudahlah, kau sendiri sudah hapal?” Aku mengelengkan kepalaku. “Sudah ku duga, Padahal lirik itu sangat gampang untuk dihapalkan..” Lanjutku.

Tak lama, aku merasa hidungku merasa sesuatu sedang keluar. Namja payah yang bernama yoseob ini langsung panik padaku.

“YA! Kau mimisan?” Ucapnya panik. Aku hanya diam. “Sini biar ku bersihkan..” Lanjutnya sambil mengambil sapu tangannya di kantong celananya.

Hatiku mulai tak menentu. Aku merasa jantungku semangat sekali untuk mengompa darahku. Mengapa dengan hatiku? Apa aku mulai mencintainya?

Ia membersihkannya sangat lembut. Tak kasar seperti ucapan sinisnya itu. Kini ia telah selesai dengan pekerjaannya (?).

“Kau,,” Ucapku tak percaya akan tingkahnya yang baru saja terjadi.

“Wae? Aku itu seorang ketua OSIS disini.. Tentu saja aku harus membantu anggotanya, Apalagi yang punya penyakit sepertimu,, Chagi,,!” Aku terdiam terpaku dengan ucapnnya itu. Apa yang dimaksud dengan ucapan ‘Chagi’?

BUGGHH~

Terdengar suara pintu terbuka. Dan kami sokan kaget saat gongchan yang membuka pintu itu. Mukanya merah, dan ia langsung mendekati yoseob.

“Apa-apaan kau ini..!” Ucap gongchan sinis.

“Mwo? Tenanglah, mengapa kau begitu..”

BUGHH~

Tinjuan menerpa pipi yoseob. Tapi, yoseob tak membalasnya. Malah ia hanya tersenyum. Gongchan sekali lagi ingin memukul yoseob tapi ku hentikan.

“Cukup gongchan..!” Seruku pada gongchan.

“Lepaskan jiyeon,,!” Seru gongchan.

“Lepaskan saja jiyeon, Aku tak apa dipukul olehnya. Karna aku tak mempunyai salah,,” ,,” Ucap yoseob menatapku dengan meminta permohonan.

“Ani,, aku tak mau kalian saling pukul hanya karna…” Ucapanku terhentikan karna seorang yeoja sedang menatap kami.

“Chan,, kita langsung kekelas saja.. Kajja..!” Ajakku pada gongchan.

Aku dan gongchan berjalan menuju kelas. Aku tau yeoja itu siapa,, yeoja tadi ibunya yoseob. Aku pernah mendengar kalau ibunya sangat galak. Apalagi ayahnya lebih galak. Sudahlah,, aku dan gongchan pun duduk dibangku masing-masing.

TrrTrrtRrrr..

Ponselku bergetar bertanda ada sms masuk. Segera ku baca sms itu.

From: 08********

Jiyeon-ah,, gomawoyo…!

 

Nomor ini adalah nomorku Yang Yoseob. Oiya, aku ingin malam ini kau menjadi pasanganku disebuah acara. Aku mohon kau terima.. Aku butuh jawabanmu.. Tapi, sebelumnya kau harus menyimpan nomorku ini.. Gomawo..

 

Jadi, nomor ini nomonya yoseob. Dia begitu baik sekali. Kukira namja ini sangat sombong. Tapi, kalau dilihat di hatinya rupanya ia begitu baik dan perhatian.

Tak ku sadar aku tersenyum sendiri. Banyak orang yang melihatku termasuk juga gongchan yang kini duduk disampingku. Tatapannya menjadi keheranan, aku langsung membuang muka. Tanpa menukis lagi, aku langsung menyimpan nomornya dan membalasnya masih tersenyum.

To : Yang YoSeob

Aku masih belum tau, apakah malam ini aku ada waktu atau tidak. Tapi, kau masih keheranan. Darimana kau mendapatkan nomor ponselku?

Titt, pesan itu terkirim. Aku masih tersenyum. Tak lama guru masuk dan bersiap memberi materi untuk kami.

YoSeob POV

Trrrtrrrtrrr..

From: Park Jiyeon

Aku masih belum tau, apakah malam ini aku ada waktu atau tidak. Tapi, aku masih keheranan. Darimana kau mendapatkan nomor ponselku?

Aku tertawa sehingga ummaku menatapku heran dan merebut ponselku. Tentu saja aku mengambilnya tapi, ummaku tak mau memberinya.

“Umma..! Berikan ponselku..!” Seruku pada ummaku.

“Ani, Aku ingin bertanya padamu.. Apa ini seorang yeoja? Apa yeoja itu yeoja yang tadi?” Pertanyaan yang membuatku keheranan.

“Ne, yeoja itu,, yeoja yang tadi..” Jawabku.

“Jangan dekat-dekat dengan dia..!” Seru ummaku.

“Ani, umma tak berhak mengurusku..!” Seruku.

“Aku adalah ummamu. Jadi, tentu saja aku bisa mengurusmu.. Kau harus turut padaku..!” Seru ummaku lagi.

****

Jiyeon POV

Mengapa yoseob tak membalas pesanku? Sudahlah, akhirnya kuputuskan untuk pergi ke sebuah taman. Tapi, dari tadi aku tak tak melihat gongchan? Apa dia sudah pulang duluan? Mungkin sudah..

Aku beranjak meninggalkan sekolah dan pergi ke taman kesukaanku. Yaitu taman, Namsan. Sejak kecil aku selalu pergi ketaman itu dengan gongchan. Tapi, kini aku jarang ke taman itu. Karna penyakitku ini.

Sesampainya, aku melihat seorang namja duduk di permukaan rumput. Sepertinya aku kenal dengan namja itu. Aku pun mendekatinya. Kini aku telah dekat dengan namja itu. Dan kulihat wajahnya, rupanya dia.

“Yoseob?” Sapa ku pada namja yang ternyata yoseob.

“Jiyeon? Ada apa kau kesini..?” Tanyanya.

“Aku hanya lagi kesepian.. Jadi aku pergi ke sini..” Jawabku. “Terus, kau?” Lanjutku member pertanyaan.

“Aku lagi kesal dengan ummaku..” Jawabnya.

“Wae?”

“Ia tak memperbolehkanku mendekat denganmu.. Bagaimana aku tak kesal,,” Ucapnya sambil menatapku dalam. Kami hanya terdiam sejanak. Ia berdiri dan mendekatiku sambil menatapku dalam.

“Jiyeon, mau tidak kau malam ini jadi pasanganku? Kumohon..” Ucapnya sambil menggenggam tanganku. Aku mengangguk pelan. “Gomawoyo..!” Lanjutnya lalu mencium keningku lembut dan beranjak pergi.

Aku memengang keningku. Baru kali ini, seseorang mencium keningku.

-TBC-

ditunggu yy KELANJUTANNYA… :D

hehehe~ KOMEN YAA..

3 thoughts on “[Chapter] TrUE LoVE #02

  1. Ping balik: [Chapter] TrUE LoVE #03 [The End] « BEAST & A-PINK FF

  2. Ping balik: My FanFiction « A Pink (에이핑크) – Fan Site

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s