[Chapter] TrUE LoVE #01

Tittle : True Love

Author : ilikeapink [Chacha]

Ganre : Tragedy,Romance and Sad #siapkan tiesu~

Cast :

  1. YoSeob (BEAST)
  2. JiYeon (T-ARA)
  3. GongChan (B1A4)

I’m New Author😀. anyyeonghaseyo! skrng me mw bikin ff sedih. jdi gini, ceritanya jiyeon sakit parah ia terkena penyakit kanker. wakak~ langsung aja ke FFnya CEKIDOT..!!

Happy Reading~😀

****

 “oppa!” panggil jiyeon ke gongchan.

“ne?” jawab gongchan sambil memasukkan sebuah roti.

“oppa, sudah siap?” tanya jiyeon sambil memakai dasinya.

“kajja berangkat!” ajak gongchan.

mereka pun berangkat kesekolah. sesampainya, jiyeon berhenti di halaman kelasnya.

“jiyeon-ah? waeyo?” tanya gongchan khawatir.

“ani oppa. gwenchanayo!” ucap jiyeon dengan nada lemas.

“baiklah. kajja masuk!” ajak gongchan.

perut jiyeon memanas. kini ia merasa sakit sekali. tapi, dengan kemampuannya ia berani menahan rasa sakit itu.

‘oh tuhan, mengapa rasa sakit ini datangnya sekarang?’ batin jiyeon.

dikelas, seperti biasa kelas selalu berantakan seperti kapal pecah. gadis-gadis dikelas ini juga selalu nge-goship orang lain termasuk juga jiyeon. kini, rasa sakit perut jiyeon bertambah sakit. gongchan yang tengah duduk sebangku dengan jiyeon menatap jiyeon dengan serius.

“jiyeon-ah kau baik-baik saja?” tanya gongchan khawatir. jiyeon mengangguk kecil.

gongchan kembali menatap buku. ya, jiyeon tau ia sedang mengerjakan PR. tak lama, bell berbunyi menandai pelajaran siap diterima oleh siswa. untungnya saja, guru yang mengejar pelajaran pertama tidak hadir. jiyeon juga sebenarnya tidak ingin belajar padahal pelajaran ini sangat jiyeon sukai.

@jiyeon pov

omo,, mengapa rasa sakit ini tak hilang-hilang? jika masih seperti ini aku tak kuat lagi..!! kulihat gongchan sudah selesai mengerjakan PRnya itu.

“gongchan,, kau sudah selesai dengan PRmu itu?” tanyaku pada gongchan. ia hanya mengangguk.

“wae? mengapa kau begitu pucat?” tanyanya mulai panik.

“aku tidak apa-apa chan. kau tau aku itu anak yang sangat kuat untuk menahan rasa sakit yang ssepeerr” pandanganku mulai gelap.

dan aku kaget sangat kaget. aku mendapat diriku diUKS aku pun duduk, kulihat kesamping dan gongchan menatapiku dengan serius. kepalaku pusing dan rasa sakit diperutku pun berkurang.

“sudahku bilang, jika kau merasakan sakit biar aku yang membantumu!” seru gongchan.

“mian, aku tidak ingin merepotkan mu..” ucapku sambil tertunduk bersalah.

“mian, aku hanya ingin menjagamu saja!” ucap gongchan sambil mengelus-elus rambutku yang pendek ini. “YA! mengapa tidak memakai ikat rambut. keringatmu banyak sekali” lanjutnya sambil menghapus keringatku. tak kukira hatiku berdesir.

“chan, gomawo!” ucapku berterima kasih.

“terima kasih untuk apa?” tanyanya binggung.

“kau mau menjagaku” ucapku.

“sudahlah, kau sekarang sudah baikan?” tanyanya lagi meminta kepastian padaku.

“ne, kajja kita kekelas!” ajakku.

saat ku berdiri, kurasakan tanganku sedang dipegang dengan seseorang, gongchan. ia tersenyum padaku, aku tak tau dengan senyuman itu. setiap melihat senyuman itu rasa sakitku hilang seketika dan hatiku mulai berdesir lagi.

“aku pergi ke kantin sebentar dank aku tunggu di taman belakang sekolah” suruhnya padaku.

aku langsung pergi ke taman belakang sekolah. sesampainya, kulihat seorang namja yang sedang mengobrol dengan seseorang mungkin temannya. tapi sekilas ia melihatku dengan tatapan yang tak bisa kumengerti. aku masih binggung dengan tatapan itu. aku langsung membuang muka saat ia menatapku lagi. aku berjalan menuju pohon beringin. woahh~ rasanya sejuk sekali. ku ambil handsaetku di kantong seragamku dan mencolokkannya di ponselku. aku mendengar lagu yang ku sukai yaitu ‘Roly Poly’. tak lama, gongchan datang dengan membawa dua buah ice cream. aku langsung melepaskan handsaetku dari telingaku.

“GonChan..!! kau bawa apa?” tanyaku sambil melihat kedua ice cream itu.

“ini untukmu.. kaukan suka rasa vanila” ucapnya sambil memberiku satu buah ice cream yang rasanya vanila.

“gomawo..” ucapku berterima kasih saat ia memberikanku ice cream itu.

aku mulai membuka bungkusannya perlahan-lahan. sudah lama aku tak makan ice cream kesukaanku. ku lihat gongchan juga membuka bungkusannya sama sepertiku dengan perlahan-lahan. setelah terbuka ia langsung melahapnya banyak-banyak. sampai-sampai ia celemotan lucu sekali.

“Chan, kau celemotan..” ucap mengambil tisu di kantong seragamku dan memberikannya ke gongchan.

tak ada kata yang keluar dari mulutnya. biasanya jika kami berduaan ia selalu bicara ini dan itu. ia juga pernah bilang saat itu ia sedang jatuh cinta pada seorang yeoja. cirri-cirinya sama sepertiku. aku binggung. ku lihat gongchan sudah menghabiskan semua ice creamnya. aku membelakan mataku melihat kejadian itu. belum sampai beberapa menit ice cream itu telah lenyap seketika dimakan oleh gongchan. tak kusadar ice cream yang kupengang meleleh.

“yah~ ice creamnya..!! MELELEH..” aku kecewa.

“sudah jangan murung begitu, itukan masih ada lagi..” ucapnya sambil menunjuk ice creamku. sepertinya ia ingin lagi. kuputuskan kuberikan ice creamku kuberikan kepadanya.

“hmm” gumamku sambil memberikan ice creamku.

“mwo? kau tidak mau?” tanyanya.

“ne, perutku sepertinya tidak ingin memakan makanan dingin untuk mu sajalah!” tawarku.

“benar?” ucapnya memastikan. aku mengangguk kecil. “dengan senang hati..” lanjutnya sambil mengambil ice cream ku.

tak lama seorang namja mendatangi kami. ya, dia itu namja yang tadi menatapku dengan tatapan yang tak ku mengerti. aku tau dia ketua OSIS disini, tapi ia sombong dan jika diganggu akan marah seperti banteng. makanya, semua orang yang menatapnya selalu menghindar kecuali gengnya yang bernama ‘The Best’. aku mulai takut saat ia telah sampai berdiri didepan aku dan gongchan.

“YA! tidak ada yang boleh pacaran disini…!!” serunya.

“hyung, mian, kami tidak berpacaran kami hanya sedang beristirahat disini..” ujar gongchan.

“hah? beristirahat? seharusnya kalian beristirahat di kantin bukan disini..!!” serunya lagi.

“kau, sombong sekali. jaga ucapanmu itu..!!” seruku mulai kesal.

“kau,, bukan siapa-siapa disini.. jadi jangan,,” kata-kata itu mulai berhenti sejenak. “sudahlah,,” lanjutnya lalu berbalik tapi tak jalan.

“namja yang aneh,,” ucapku pada gongchan. karna ucapanku itu terdengar oleh namja tadi maka ia membalik lagi.

“kau bilang apa tadi?” tanyanya kesal.

“kau namja yang aneh..” ucapku sambil berdiri menghadapnya.

gongchan hanya lari pergi kekelas. kami berhadapan dengan tatapan dingin.

“oke,, kau sangat berani sakali denganku. baru kali ini ada seorang yeoja yang tak takut padaku..” ucapnya masih dengan tatapan dingin.

“aku tak takut padamu,, aku tau kau ketua OSIS tapi seharusnya ketua OSIS harus bersikap dengan baik dan rajin, tapi kau malah sebaliknya kau sombong dan… ” belum selesai kuucapkan ia menatapku dengan tatapan bunuh. “YA! jangan menatapku seperti itu..!!” lanjutku mulai takut.

akhirnya wajahnya menjauh dari wajahku. tapi, ia menertawakanku.

“akhirnya kau takut juga padaku..!!” serunya masih sambil tertawa.

“YA! aku tak takut padamu..!!” balasku tak mau kalah.

“benarkah?” ucapnya ketus.

“nnneee,, aww” perutku mulai kambuh lagi.

“ada apa dengan mu??”

“jangan begitu baik padaku..!”

“tapi,, aku..” aku langsung pergi meninggalkan namja itu dan pergi masuk kedalam kelas.

oh tuhan, mengapa rasa sakit ini tak kunjung sembuh? mengapa kau memberiku cobaan seperti ini? apa aku banyak dosa padamu? apa juga aku pernah berbuat tak sebolehnya kulanggar? ya tuhan kumohon aku ingin kau menyembuhkan sakitku ini, kumohon..!

“Jiyeon?” sapa gongchan padaku. tapi, aku tak kunjung membalasnya karna rasa amat sakit ini.

“jiyeon, mukamu pucat sekali,, gwenchanayo..??” tanya gongchan serius. tetap saja aku tak membalasnya. kini, rasa sakit ini berkurang.

aku merenungkan wajahku yang sedari tadi menahan rasa sakit yang kurasakan tadi. gongchan tetap saja menatapku khawatir didepan ku yang sebenarnya ia menukar tempat duduknya ke tempat duduk sahabatku, suzy. aku heran pada gongchan, ia begitu baik padaku tapi ia tak maco.. aku tau dia tampan dan imut tapi ada satu hal yang tak ada didalam dirinya itu, yaitu MACO. astaga mengapa aku membahas namja yang sekarang menatapku serius?

aku langsung menaikan wajahku dan membalas tatapan gongchan yang serius itu. baru kali ini aku melihat mukanya yang amat serius ini. biasanya ia bersikap manja padaku dan sesekali ia pernha menangis padaku karna penyakitku tak kunjung-kunjung sembuh.

“gongchan~ gomawoyo,,” ucapku disela-sela tatapan serius ini.

“untuk apa?” tanyanya binggung.

“atas semua bantuanmu itu,, karna dengan hiburanmu kini rasa sakit yang kurasakan berkurang”

“kkkkk~ sudahlah,, itu kewajibanku untuk menyembuhkan penyakitmu itu,,” tawanya.

kami mengobrol lumayan lama, dan tak lama namja OSIS payah itu datang kedalam kelas kami. gongchan yang melihat namja itu langsung menghadap kedepan karna takut ditegur dengan namja itu.

aku masih heran pada namja ini, ada apa ia kemari? apa ada sesuatu yang ingin dia katakana?

“Mian, menganggu kalian,, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu untuk para yeoja,,” ucapnya,, tapi kali ini tak ada kesombongan di ucapan itu,, entah kenapa?

“aku ingin meminta bantuan,,” lanjutnya dengan serius.

“aku ingin dari salah-satu kalian yang ingin menjadi pasangan duetku,, saat pentas seni nanti..” ujarnya lagi.

“OPPA..!!” panggil suzy sambil menggangkat tangannya ke namja itu. ngapain ia memanggil namja payah itu oppa?

“ne? kau ingin menjadi pasangan duet ku?”

“ani oppa, aku hanya ingin menyusulkan.. temanku ini bernama, Park Jiyeon.. ia sangat jago nyanyi dan suaranya TOP.. aku ingin dia yang akan jadi pasangan duetmu..” aku menatap suzy tajam. suzy yang melihat itu langsung membuang muka.

“benarkah? kau yeoja yang tadi membuatku kesal sekali.. rupanya mempunyai suara yang menurut temannya TOP..?!” sombongnya mulai keluar.

aku langsung berdiri dan menatap namja itu tajam sekali. ia bukan takut malah membalasnya. aku heran pada namja ini,, sudah payah,, sombong pula. pasti tak ada yeoja yang mau dengannya.

“aku tak akan mau berduet denganmu,,” ujarku.

“hyung~ sepertinya yeoja itu suaranya bagus juga,, ucapanya saja merdu,, kkkk~” ucap pelan teman namja payah itu dari belakangnya.

“BAIKLAH! kau harus mau jadi pasangan duetku nanti,, kutunggu  saat pulangan nanti kau di ruang labotarium!”

‘aisshh~ aku tak mau berduet dengannya..!!’ batinku.

TING TONG~~

suara bell yang sedari tadi tak ku inginkan kunjung datang. ya benar, bell itu adalah bell pulangan. aku tak mau pergi ke labotarium. jujur saja dengan semua ini membuatku terpisah dengan hari-hariku. aku merasa diriku sedang dipilih mana ‘SURGA atau NERAKA’. tapi aku malah memasuki ruang NERAKA yang bukan lagi ruang labotarium. Omo,, banyak yang melihat ku…!!! mengapa semua orang menatapku dengan tatapan seperti itu. aku tau aku paling muda disini karna kau baru kelas 1 sedangkan semuanya sudah kelas 3.

“duduklah!” seru namja payah itu yang menyuruhku duduk disamping.

‘iuhh~ malas sekali aku duduk disampingnya,,’ ucapku dalam hati.

kami berdiskusi dimeja bundar (?). aku mengerti yang diucapkan panitia untuk pentas seni. pasti namja payah ini tak mengerti. aku bisa lihat alis mukanya yang sedari tadi alis kirinya ia naiki. kami disuruh untuk berdiskusi dengan pekerjaan masing-masing. dasar namja payah, masih saja tak mengerti.

“kenapa diam begitu?” tanyaku pelan pada namja payah ini.

“tidak, aku hanya masih binggung dengan tulisan ini,, apa kita akan menyanyi lagu sendiri?” balasnya pelan.

“kau ini, baboo~ yaiyalah kita menyanyikan lagu sendiri,, karna dengan lagu sendiri bisa membuat kagum para penonton..” ujarku pelan.

ia hanya mengangguk pelan.

@yoseob pov

“kau ini, baboo~ yaiyalah kita menyanyikan lagu sendiri,, karna dengan lagu sendiri bisa membuat kagum para penonton..” ujarnya pelan.

aku hanya mengangguk pelan. rupanya, yeoja ini pintar juga. kukira nilainya dibawah standar rupanya tidak. aku penah melihat namanya di sebuah mading. namanya paling atas, tahun lalu juga begitu masih paling atas.

aku melamun sedangkan yeoja yang bernama jiyeon ini menjelaskan tentang duetku ini. seharusnya aku yang menjelaskan semua ini kenapa harus yeoja ini. akhirnya ku akhiri melamunku karna yeoja ini.

“kau ini,, enak-enakkan~ sedangkan aku menerangkan tentang duet kita. padahal dirimu yang mengajakku menjadi pasangan duetmu,, sudahlah ini sudah bagus,, dan juga semuanya telah kuatur kini tinggal kau yang harus mengerti dengan semua hasil kerja kerasku ini.. ini lagu bikinanku,, kau pahami baik-baik..!” serunya lalu pergi. aku menarik tanganya.

“jangan pergi..!” seruku yang memberhentikan langkah-langkahnya itu.

“kau ini,, kau lihat~ semua telah pergi,, tinggal kita saja disini..!!” serunya.

“aku tau,, tapi,, aku ingin kau menerangkannya lagi..! aku belum mengerti..” ucapku seraya mengambil kertas yang berisi lagu itu.

“aishh kau ini,, menyusahkan saja,, baiklah aku akan menerangkannya lagi,,” ucapnya, aku tau ia terpaksa mengucapkannya.

ia kembali duduk di sampingku dan menerangkan lagi kertas yang berisi lagu itu. lama ia menerangkannya, mungkin sudah 1 jam ia menerangkannya. kulihat mukanya yang memerah. dari sanalah aku merasakan khawatir yang cukup dalam dari perasaanku ini. apa ia sedang sakit? atau hanya pura-pura mencari alas an agar ia bisa lari dariku? kini, aku membuka pembicaraan karna sedari tadi ia tak berbicara saat mukanya merah.

“waeyo..? kau sakit?” tanyaku.

“diam,, aku hanya..” belum sempat ia menyelesaikan ucapannya itu aku langsung memengang dadanya itu. tentu saja ia memberontak, karna mana mungkin yeoja yang mau dadanya itu terpengang namja yang ia tak kenal kecuali dokter.

“YA!,, jangan menyentuhku..!!” bentaknya.

“mian, aku hanya ingin mengetahui detak jantungmu saja,,” ia hanya menganga. “sudahlah,, jangan menatapiku seperti itu..! lupakan saja kejadian tadi..” lanjutku.

“aku ingin pulang,, permisi..!” ucapnya lalu berdiri dan menuju keluar.

kukejar ia yang sekrang jauh dari jangkauanku. aku berhenti karna yeoja itu sudah hilang dari pandanganku. cepat sekali lari yeoja itu,, apa ia pernah lomba lari,,?

@jiyeon pov

“mian, aku hanya ingin mengetahui detak jantungmu saja,,” aku hanya menganga. “sudahlah,, jangan menatapiku seperti itu..! lupakan saja kejadian tadi..” lanjutnya.

“aku ingin pulang,, permisi..!” ucapku lalu berdiri dan menuju keluar.

aku berlari sekuat-kuatnya,, tapi aku merasa ada yang mengejarku. perutku kambuh lagi. aku mempunyai akal untuk bersembunyi agar orang yang mengejarku ini tak mengejarku lagi. huffhhtt, nafasku naik turun seakan baru di kejar oleh malaikat penyabut nyawa. aku bersembunyi disebuah semak-semak. tak lama, aku mendengar suara kaki seseorang. aku binggung, aku melihat kearah orang itu dan dia lagi, namja payah itu.

“ngapain kau bersembunyi disini..?!”

“tak boleh?” jawabku sinis.

“boleh, tapi aku aneh saja padamu,, mengapa kau sebodoh ini..”

“mwo?”

“ne,, kau baboo..!!” ledeknya.

aku makin tak menahan kekesalanku. lalu ku tatap namja payah itu dengan dingin dan ia juga membalasnya. ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. semakin lama semakin tak ada jarak dannn,,,

Chuu,,~

ia menciumku sambil menutup matanya dan mendorongku hingga menyentuh tembok pagar sekolah ini. aku memberontak, akhirnya ku lepaskan ciuman teraneh ini.

“YA! kau itu kenapa? kita tak ada hubungan,,” bukannya takut ia malah mengangkat tangan kanannya hingga menyentuh tembok itu lagi.

“kau mau apa?” tanyaku heran.

kami saling bertatapan dengan tatapan yang tidak kumengerti. tatapan itu semakin dalam hingga jantungku tak menentu ia mengompa darahku dengan cepat. entah mengapa? ia meluluhkanku kini semakin lama semakin hatiku berdesir. omo, kenapa dia ini?

“pergi,, kau namja payah..?!” seruku menyuruh namja payah itu pergi sejauh-jauhnya.

“ani,, aku ingin menciummu dengan dalam,,” jawabannya membuatku tertekan dengan tingkahnya ini.

“kau gila.. aku tak mau berciuman denganmu, namja payah,,!” ucapku sinis.

“aishh,, kau ini tak ada nama baik untukku? oppa gitu?”

“ngapain aku manggil namamu oppa? amit-amit..” ucapku sinis lagi.

“jadi, panggilah aku Yoseob. itu cukup untukku..”

“tapi, itu tak cukup bagiku.. nama itu tak cocok untukmu..”

“sudahlah, panggil aku yoseob.. aku ingin kau memanggilku begitu..!” serunya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.

huft~ ada apa ini semua, mengapa mengapa hatiku berdesir terus. apa ini yang namanya C-I-N-T-A? aisshh~ aku tak menyukainya. ia namja payah hanya bisa mempermainkan wanita saja. omo, hidung nya sekarang menyentuh hidungku.

“tenang,,,! aku akan pergi..! anyyeong~” ucapnya lalu melangkahkan kakinya berjalan menuju keluar pagar sekolah. aku masih terdiam dan mengingat apakah ini hanya mimpi?

 -TBC-

ditunggu yy KELANJUTANNYA…😀

hehehe~ KOMEN YAA..

5 thoughts on “[Chapter] TrUE LoVE #01

  1. Ping balik: [Chapter] TrUE LoVE #02 « BEAST & A-PINK FF

  2. Ping balik: [Chapter] TrUE LoVE #03 [The End] « BEAST & A-PINK FF

  3. Ping balik: My FanFiction « A Pink (에이핑크) – Fan Site

  4. anyeonghaseo thor~ aku pembaca baru… aigooo sumpah bikin deg deg kan dan yoseob nakal iiih *sambil cubit hidungnya(?) gemeeees* (>_<)/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s