[FanFiction] Love Rain

Tittle : Love Rain

Author : SalsaHoliq

Ganre : Romance, FriendShip, Family

Cast :

  1. Lee GikWang (BEAST)
  2. Im YoOna (SNSD)

Jam Jim Jum Jem Jom #PLAAKKK. anyyeonghaseyo! skrng ane mw bkin FF lgi. mian, kalau ceritany krang gaje and gk seru..!! oiya tentng FF ‘I Don’t Know’ sorry mungkin nanti aj ane ngelanjutinnya hehehe😀 tanpa basa-basi lngsung aj ke FFnya TaaRRRAAaa..!!!😀

Happy Reading~😀 @gikwang pov

aku berdiri dekat pohon rindang. aku sedang menunggu seorang yeoja. ia menyuruhku untuk pergi ke toko buku. aku telah lama menunggunya, mungkin sekitar 15 menit. ku lihat kanan kiri dan tak lama seorang yeoja berjalan mengarahku. kulihat dengan jelas yeoja itu, dan itu dia yeoja yang ku tunggu, yoona. ia mengandeng tanganku. tak kuduga jantungku mengompa darah dengan cepat. aku memang dari dulu menyukai yoona sejak masuk SMA tapi perasaan ini belumku ucapkan. aku masih ragu dengan perasaanku.

“oppa! kajja kita pergi!” seru yoona yang membangunkan lamunanku.

“ne” jawabku singkat.

kami berjalan masih dengan bergandengan. dan juga jantungku belum normal masih seperti tadi. entah apa yang membuatku seperti ini. akhirnya kami pun sampai di toko buku. kami masuk masih bergandengan tapi sesaat yoona melepaskan gandengannya karna ia ingin mengambil buku yang ia cari.

“itu dia!” ucap yoona lalu melepaskan gandengannya dan pergi ke buku yang ia cari.

“kau sudah menemukannya?” tanyaku sambil mencari novel jepang.

“sebenarnya masih ada satu lagi yang masihku cari” jawab yoona sambil menunjukkan telunjuknya.

ia melihat sekelilingnya dan plupp~ ia mengandeng tanganku lagi. tangannya begitu hangat. ia membawaku ke buku biologi. ia mengambil buku pilihannya ditangan sebelah kiri. kini ia membawaku pergi ke kasir. tapi, ia memberhentikan langkah-langkahnya di sebuah majalah yang bergambar tiga yeoja. ia menuju ke majalah itu dan mengambilnya.

“oppa..!! lihat ini, girl’s generation come back!” serunya yang menyuruhku untuk melihat majalah itu. “taetiseo dengan mini album twinkle!” lanjutnya lagi sambil loncat. sungguh~ jika ia senang aku juga akan senang melihat senyumnya saja aku senang, apa lagi ia senang begitu aku tambah senang.

“kau ingin membelinya?” tanyaku menggambil majalah itu.

“aishh oppa~ sebenarnya aku ingin membelinya hanya saja uangku tidak cukup” cemas yoona.

“aing~ jangan murung seperti itu, jika kau menginginkannya aku akan membelinya!” ucapku yang membuat bibir yoona tersenyum kembali.

kami pun beranjak pergi ke kasir. setelah kami membayarnya, kulihat diluar hujan. hujannya sangat deras sekali.

“oppa, hujan?”

“wah~ akhir-akhir ini musim penghujan ya~”

“oppa bagaimana kita pulang?” tanya yoona khawatir. “hujannya terlalu deras dan dingin sekali” ucap yoona sambil memeluk dirinya sendiri.

aku tidak tega melihat ia kedinginan. tak ku sadar tanganku memeluk yoona. tapi, sepertinya yoona malah menyukainya.

“oppa! lihat disana ada halte..!! kita berteduh disana saja!” ajak yoona sambil melepaskan pelukanku.

kini kami berjalan menuju halte yang yoona tunjuk tadi. sesampainya, kami duduk dikursi halte itu. tak lama seorang namja berlari-lari dan disusul oleh banyak warga. kami hanya menganga melihat kejadian itu. tapi aku baru menyadari karna warga itu menyebut ‘COPET’. cepat-cepat aku mengejar namja yang sudah berlari jauh sekali. kucepatkan lariku dan akhirnya aku mendapatkan namja itu. BBBUUUGGHHH.. tinjuan kerasku menerpa pipi namja itu. warga-warga termasuk juga yoona itu mengelilingi aku dan namja itu.

“WAH~ AKHIRNYA KAU TERTANGKAP JUGA!” seru salah satu warga itu.

“kembalikan tasku…!!” seru pemilik tas itu.

“baiklah~ terima kasih anak muda!” ucap polisi yang berterima kasih padaku.

warga-warga itu pergi dan yang ada disini hanya aku dan yoona. yoona melihatku dengan tatapan pahlawan. aku membalas tatapan itu.

“oppa kau seperti pahlawan saja!” kagum yoona padaku.

“aaghh~ kau bisa saja!” ucapku malu. “kajja kita pulang. hujan sudah reda..” ajakku.

kami berjalan beriringan. aku mengantar yoona ke apertementnya. sesampainya, aku pamit kepadanya. tetapi, bisa kulihat digaris mukanya ia begitu murung. aku hanya tersenyum dan mengelus-elus rambutnya itu. sesaat aku ingin melangkahkan kakiku tetapi yoona memengang lenganku.

“oppa! hati-hati” seru yoona masih murung.

“jangan murung begitu. besok aku akan kesini lagi! anyyeong!” aku pamit.

baru kali ini aku melihat muka yoona yang amat murung itu. kulihat pintu apertementnya telah tertutup. seseaat aku menabrak seorang namja aku pun meminta maaf sambil membungkuk.

“mian!” ucapku meminta maaf.

namja itu hanya diam dan pergi. kulihat ia menuju kamar apertement yoona tapi mungkin hanya sekedar lewat saja. huftt~ hari ini aku sangat lelah.

@yoona pov

Ting Tong..~

suara bel kamarku berbunyi bertanda ada tamu. apa gikwang oppa? kenapa ia kembali? kubuka pintu itu. aku shock melihat seorang namja yang tengah berdiri dihadapanku sambil tersenyum evil.

“appa!” ucapku ke namja itu yang tidak asing lagi appaku. “ada apa? apa appa butuh uang?” lanjutku.

“ani~ appa boleh masuk?” tanya appaku. aku mempersilahkan appaku masuk.

appaku berdiri di depan pigura aku dan gikwang oppa.

“kau sudah mempunyai namjachigu?” aku benar-benar heran dengan ucapan appaku. “jawablah! aku butuh jawaban itu!” lanjut appaku.

“ani appa. aku tidak punya namjachigu” jawabku yang membuat appa tertawa sangat keras.

“baguslah! appa kesini ingin mengatakan sesuatu. appa akan menjodohkanmu dengan seorang namja” aku enggan kaget saat mendengar kata menjodoh.

“appa aku tidak mau!” bentakku.

“jika kau tidak mau appa akan mencari namja yang ada difoto ini dan membunuhnya!” ancam appa sambil membanting foto ku dan gikwang oppa.

“ani~ jangan bunuh namja itu! ia tidak bersalah!” bentakku lagi.

“kalau kau tidak mau namja ini kubunuh, kau harus menuruti kemauanku!” seru appa sambil tersenyum evil.

‘omo~ bagaimana ini! sungguh~ aku tidak ingin dijodohkan! aku hanya mencintai gikwang oppa!’ batinku

“ku tunggu jawabanmu selama 1 minggu” ucap appa lalu pergi keluar.

aku mulai menjatuhkan air mataku. aku mengambil foto ku dan gikwang oppa. tak kusadar aku tergores oleh pinggir-pinggir beling yang sangat tajam. aku tak perduli darah yang keluar dari kulit telapakku. aku hanya memperdulikan foto ku dan gikwang oppa. tak lama aku tertidur dengan posisi terduduk.

@gikwang pov

aku masih diapertement itu. perasaanku benar-benar tidak enak, aku takut terjadi sesuatu kepada yoona. aku berjalan kekamar apertement yoona lagi dan aku berhenti karna aku melihat namja yang tadi tidak sengaja aku tabrak keluar dari kamar apertement yoona. ia tersenyum evil sambil berjalan. aku berjalan menuju kamar apertement yoona, kulihat pintunya terbuka sangat lebar. aku memasuki kamar apertement itu. aku merasa khawatir dengan yoona.

“oh~ Yoona!!!” seruku yang melihat yoona tidur sambil terduduk. “yoona gwenchanayo?” tanya ku mulai panik sambil mendekat dengan yoona.

aku merangkul kepalanya dipahaku dan aku melihat darah yang mengalir di telapak tangan yoona sebalah kanan.

“yoona sadarlah!” seruku masih panik.

aku masih binggung dengan semua ini. ada apa dengan yoona? apa namja tadi yang melukainya? tak sadar yoona terbangun dan khawatirku mulai hilang

@yoona pov

aku membukakan mataku perlahan-lahan. kulihat sesosok namja sedang menatapku dengan serius. mataku masih kabur, kulihat dengan jelas dan rupanya gikwang oppa. aku langsung memeluknya.

“yoona-ah gwenchana?” tanya gikwang khawatir.

“oppa~ aku tidak apa-apa! sunguh. oppa jangan tinggalkan aku!” pintaku kegikwang oppa.

“ne, aku tidak akan meninggalkanmu. tapi, aku harus mengobati tanganmu dahulu!” ucap gikwang oppa sambil mengambil telapak tanganku dan ia mengeluarkan sapu tangan dikantong celananya.

betapa perhatiannya kepadaku. kurasa aku seperti memiliki namjachigu. hatiku mulai berdesir. tak lama gikwang selesai mengobati telapak tanganku.

“aku ingin bertanya. apa tadi ada seorang namja yang masuk kesini?” tanyanya.

“ne, ia appaku” jawabku.

“apa tadi appamu melukaimu?” tanyanya lagi.

“oppa! tenanglah, sekarang aku tidak apa-apa! sungguh” seruku.

ia hanya mengangguk. sesaat kulihat matanya mengarah ke fotoku dan ia yang tadi pecah.

“YA! kenapa fotonya pecah?” gikwang histeris dengan foto itu (?).

“oppa. mian, pasti kau marah padaku” ucap ku meminta maaf.

kurasakan ia mengecup keningku. oh tuhan, baru pertama ini ia mengecup keningku. aku merasakan hatiku berdesir lagi. pasti wajahku memerah. kami hanya tertawa. ku lihat tatapan gikwang oppa semakin dalam dan semakin dekat dengan wajahku. tidak ada jarak diantara kami dan jeng-jeng gikwang menciumku dengan lembut. ciuman itu menggila dan semakin memanas. akal sehatku mulai kembali normal. akhirnya aku melepaskan ciuman panas itu.

“mian” ucap gikwang oppa meminta maaf.

kenapa ia meminta maaf? diakan tidak bersalah?

“kau tau mengapa aku menciummu tadi?” aku menggeleng. “ciuman itu ada rasa hatiku yang sebenarnya. kau merasakannya?” lagi-lagi aku menggeleng. “aisshh~ hufftt~ rasa itu adalah rasa cintaku padamu. sungguh~ aku sangat mencintaimu” aku sokan kaget mendengar ucapan itu.

“oppa! jika kau mencintaiku, tolong aku untuk membatalkan perjodohanku!” pintaku.

“jodoh? kau akan dijodohkan dengan appamu?” tanya gikwang oppa.

“ne oppa. tadi oppaku memaksaku untuk dijodohkan. tapi, aku tidak ingin dijodohkan aku hanya ingin dijodohkan dengan orang yang kucintai selama ini, yaitu kau” akhirnya kata-kata itu keluar oleh mulutku.

“kau mencintaiku?” aku menggangguk.

“oppa~ waktu untuk memilihnya hanya 1 minggu dan jika aku menjawab tidak maka kau kan dibunuh. okhtokhe!” ucapku panik.

“mwo? aku akan dibunuh? appa kau mengancammu dengan membunuhku?”

hari telah berlalu kini tinggal memutuskan aku menerima atau tidak. aku dan gikwang oppa setuju dengan keputusan kami. tapi aku sakit dengan keputusan itu.

“bagaimana dengan keputusanmu? apa kau bersedia menikah dengan namja ini?” tanya appaku.

“huffftt~” aku menganbil nafasku panjang-panjang. aku melihat kebelakang yang tak asing untuk dilihat dimataku, gikwang oppa. jongmal mianhae oppa. “appa ku putuskan untuk..” kata itu tak bisa terucapkan. kini air mataku mulai keluar cukup banyak.

“cepatlah!” bentak appa.

“meee…nneeeri..manya!” kini mataku memanas dengan semua yang telah kuucapkan tadi. aku dan gikwang oppa menangis histeris (?). sedangkan appaku senang dan gembira #sama aja~ dengan ucapanku tadi. aku tak bisa menahan rasa cintaku pada gikwang oppa. kini aku mulai membuka pembicaraan.

“tapi, didalam hatiku aku tidak menerimanya! aku sangat mencintai gikwang oppa!” seruku. aku yakin gikwang oppa pasti kaget dengan ucapanku barusan.

“yoona-ah~ kenapa kau mengucapkan kata-kata itu!” teriak gikwang oppa.

“AKU SANGAT MENCINTAIMU OPPA..!!” teriakku pada gikwang.

“baik. kini ku putuskan untuk membunuh namja itu” ucap appa sambil menyuruh anak buahnya untuk menghabisi gikwang oppa.

bught~ baght~ bight~

suara pukulan itu terdengar jelas ditelingaku. aku tidak tega dengan perlakuan itu. cepat-cepat aku melangkahkan kakiku ke ngerumbulan anak buah appaku. kulihat gikwang babak belur dan lemas.

“OPPA..!! hentikan..!!” aku teriak sekencang-kencangnya.

“jangan mendekati namja ini! jika kau mendekat, namja ini akan kutembak!” ancam appa sambil mengarah pistolnya ke kepala gikwang.

“appa! andweyo..!! jangan bunuh dia..!!” aku pun mundur satu langkah.

“yoona-ah saranghe!” ucap gikwang lemas dan jatuh terduduk.

tiba-tiba hujan datang. menguyur kami semuanya. anak buah dan appaku berteduh disebuah toko yang sedang tutup. yang tersisa disini hanya aku dan gikwang oppa. aku merangkul kepalanya kepahaku dan tangan ku mengelus pipi gikwang oppa yang tadi kena pukulan yang cukup keras.

“oppa? gwenchana?” tanya khawatir.

“yoona-ah aku hanya ingin mengatakan mungkin kata terakhir” ucap gikwang lemas sambil mengelus pipiku.

“oppa!” aku mulai menjatuhkan air mata.

“aku tau air matamu tidak akan terlihat karna butir-butir air hujan, tapi aku tau kau sedang menangis. kau jangan khawatir padaku. sungguh aku mencintaimu dengan tulus. mungkin ini kata-kata terakhirku” ucap gikwang oppa terbaring sangat lemas.

“oppa! jangan tinggalkan aku..!! jongmal saranghe oppa..!!” seruku.

“saranghe yoona-ah!” ucap gikwang oppa sambil menutup kedua matanya.

“nado saranghe oppa..” balasku masih sambil menangis. “GIKWANG OPPA..!!” teriakku yang baru sadar gikwang telah tiada.

@gikwang pov

aku menutup mataku perlahan-lahan. kini aku dapat merasakan cinta yang sebenarnya. jika dari dulu aku mengatakan hal yang sebenarnya pasti tidak akan seperti ini. sungguh, yoona sarangheyo. jagalah dirimu baik-baik dan jangan pernah menangis karna aku meninggalkanmu. terima kasih tuhan kau sudah memberiku seorang yeoja yang sangat mencintaiku dan terima kasih juga atas hujan yang kau berikan selama ini karna semua rasa cintaku berawal dari hujan aku suka menyebut hujan itu sebagai ‘LOVE RAIN’.

=The End=

ahay~ kgak sru ya~ sorry kalau critanya menyedihkan dan gk gaje. semoga gikwang diterima disisi mu #PLAAKKK #ditendang readers sampai ke segitiga bermuda. jangan lupa yaa~ komen teros, and saran ane untuk para readers :  Twitter | Facebook | Page

One thought on “[FanFiction] Love Rain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s