[MUST-READ] PERATURAN (New)

Istimewa

Annyeong Readers setia ILKFF/? ! Apa kabar? Semoga keadaannya baik semua ya, amin.<,< sok akrab/?Okesip. Disini owner mau kasih tau kalau ILKFF punya peraturan baru. Mau tau? Monggo dibaca :

  • WAJIB meninggalkan sebuah Kritik/Saran/Komentar disetiap postingan FF sehabis baca. Komentarlah sebaik mungkin, seindah mungkin, serapi mungkin, sepanjang mungkin/? biar Author terus semangat buat FF dan biar blog ini tidak sepi lagi. Dilarang memakai kata kotor! [hargai karya Author yang susah payah membuat ff]
  • Plagiat? Sini biar owner tabok/?. DILARANG MEMPLAGIATKAN FF BUATAN AUTHOR ILKFF.Jika Author di ILKFF ada yang nakal, plagiat dari FF blog lain, kasih tau owner lewat akun Facebook/Twitter/Email ILKFF.
  • Temukan blog ini di akun sosial lain Facebook / Twitter
  • ILKFF masih membuka Author Freelance.
  • FF LIST menyediakan seluruh postingan FF baik Chapter/Oneshot/Drabble/dll.
  • DAFTAR JADI AUTHOR.Owner masih membuka pendaftaran buat jadi Author Tetap di blog ini. Ayo! Tunjukan bakat menulis FFmu di blog ini!!
  • Mulai sekarang ILKFF mempunyai posting yang memakai Password. Apa saja posting itu? posting itu yang berisi tentang ekhem-ekhem yang berlebihan/?. Untuk author tolong jika ffnya rating ‘NC’ postingnya pakai password ya ~ yang engga tau tanya aja di About ILKFF (for Author). kasihan buat readers dibawah umur, hehe. Mau minta Passwordnya? Nyok ke Sini.
  • Mau request ff? Nyok pergi ke Request Fanfic. Insyaallah Author ILKFF mampu membuatkannya.
  • Mau tau sejarah/? tentang blog ini? Sihlakan mampir ke Sini.
  • Ada yang mau request poster? Mau? Oke, tempatnya ada di Request Poster. Tinggal ikuti saja cara memesannya :)

For Author Only :

  • Jika ingin Hiatus/Mengugurkan diri dari ILKFF harus izin dulu di Author Room. Author yang tidak memposting ff minimal sekali dalam sebulan dinyatakan sudah mengugurkan diri jadi Author tetap, otomatis owner terpaksa menghapus author ‘itu’ dari list Author.
  • Author yang ketahuan plagiat akan dengan terpaksa dihapus dari list Author daripada merusak nama baik ILKFF*eak/?*. Mian.
  • Mulai sekarang,detik ini,bulan ini,hari ini,tahun ini/?, author diperbolehkan memposting ff sehari sekali. Jika lebih, maaf, postingan itu terpaksa owner hapus (tidak permanen).
  • Satu hal yang penting untuk ‘Author tetap’ kalau buat ff jangan disimpan di konsep blog. Buat ff di Microsoft Office Word. Jadi akan nyaman untuk Author, bisa melanjutkan ff dimana pun dan kapan pun.
  • di Author Room, author boleh berkata pakai bahasa sehari-hari/gaul/dsb. Dilarang memakai bahasa kasar,cnth:dap*q,f*ck,dsb. Saling reply sesama author diperbolehkan :)

Sekian dari peraturan ini. Apabila ada kesalahan kata/typo maaf sebesar-besarnya. *ingat typo itu sebagian dari iman/?#plak*. Salam owner, Nadindabeauty.

FF OOPPSS !! CHAP 2

FF cover

Cast:

  • Shin Hyun Soo (OC/You)
  • Kai EXO/ Kim Jong In
  • Wu Yi Fan/ Kris

 

Other cast:

(temukan sendiri.. ^^)

 

Genre:

Romance, teen life

 

Rating:

T

 

Length:

Chaptered

 

 

 

 

 

Annyeong Readers ff yang chap 2 aku post sekalian sama chap 1, aku takut cuma bisa posting sebulan sekali. Jadi skalian ajah yeth…hehe mian kalo bahasa di ff ini lumayan berantakan..saya masih baru sebagai penulis. Mari ketika baca ini, kita anggep kris tetep jadi member exo yeth :’) mau kan?? Semoga aja mau *Bow

 

 

Hyunsoo POV

Jam sudah menunjukkan pukul 21:30 KST, appa berpamitan dengan presdir Kim. Kami semua masuk kedalam mobil dengan perasaan lega. Namun tidak denganku, perasaanku terus bergejolak hebat. Saat ini mobil appa akan segera keluar menuju jalan raya. Eomma, appa dan aku masih terdiam dengan lamunan kami masing-masing. Akhirnya saat yang kutunggu-tunggu telah tiba. Mobil appa telah sampai dijalan raya.

“Aaaaaaa…huwaaaaaaaa…aaaaaaaaa….” Aku berteriak sangat histeris “Kai oppa sarangheyooo…aaaaaa…” teriakanku terus meledak.

Aku tidak peduli dengan kedua orang tuaku yang sedang kebingungan menutup telinganya dengan benda apapun yang ada dimobil. Bisa kalian bayangkan?? Aku akan menikah dengan biasku sendiri. Omo!!! Ini seperti mimpi, tuhan jika memang ini mimpi kumohon jangan pernah bangunkan aku. Sudah sejak tadi aku meredam semua perasaanku yang bergejolak saat bertemu dengan kai oppa. Aku ingin berteriak namun rasanya tak mungkin. Aku masih cukup waras untuk berteriak secara brutal di restoran tadi. Aku rasa aktingku tadi sungguh mengesankan, untunglah aku merupakan anggota dari club drama yang ada disekolah. Jadi aku bisa tetap menahan segala gejolak yang ada dalam diriku saat bertemu dengan biasku sebagai calon istrinya. Sepertinya kai oppa dan keluarganya tidak tau kalau aku adalah fangirl, aku adalah orang yang selalu memanggil nama Kim Jong In baik dalam mimpi maupun kenyataan, aku adalah orang yang mempunyai foto kai oppa yang berjumlah ribuan itu. Kurasa lebih baik begini, jangan sampai kai oppa tau kalau aku adalah fangirlnya karena aku terlalu malu untuk mengungkapkan itu. Aku tak bisa membayangkan wajahnya yang akan menertawakanku jika ia tahu kalau aku adalah fangirl.

“Hyunsoo-ya, mengapa kau tak bilang kepada appa kalau nama aslinya adalah kim jongin”

Ucapan appa membuatku terkekeh geli. Suara appa terdengar sangat gusar. Dan aku tau ada penyesalan dibalik ucapannya itu.

“Mengapa aku harus memberi tau salah satu fakta dari kai oppa, kepada orang yang berkali-kali berencana merobek foto dan posternya” kataku cuek, aku benar-benar ingin balas dendam kepada appa yang berkali-kali ingin merobek foto dan poster calon suamiku >.<

“Hyunsoo-ya, saat ini kau senangkan?? Kau setuju kan jika kalian akan menikah pada saat liburan musim panas? Otte?”

Aigoo, eomma..mengapa harus bertanya lagi?? Jangankan saat liburan musim panas, jika besok aku harus bolos sekolah karena menikah juga tak apa. Tapi sepertinya aku harus memberi pelajaran pada eomma dan appa, sekali-sekali aku juga ingin mengerjai mereka.

“Ani, aku ingin membatalkan perjodohan ini. Besok aku akan bicara kepada jongin oppa”

“MWO???” ucap kedua orang tua hyunsoo secara bersamaan.

“Hyunsoo-ya, appa kira kau begitu menyukai jongin. Bukankah kau rela memohon kepada appa agar tidak merobek posternya?”

“Hyunsoo-ya, kau hanya bercanda kan? Eomma tau, kau bahkan rela bolos sekolah untuk menemuinya”

“Eomma, appa..bukan berarti jika aku menolak perjodohan ini maka aku tak mencintainya. Aku hanya tak nyaman dengan sikap cueknya dan berbicara seenaknya sendiri. Dia benar-benar tidak peka”

Ucapku dengan penuh dusta. Okay, aku memang tersinggung dengan perkataannya tadi. Namun aku tau kalau dia adalah orang yang berkepribadian hangat dan penyayang. Aku adalah fansnya, jadi aku bisa memahami sikapnya dan menerima segala kekurangannya

“Kau benar, presdir kim juga sempat bilang kepada appa kalau anaknya sedikit cuek” gumam appa, sambil sibuk menyetir.

“Keundae hyunsoo-ya, kau tidak bisa tiba-tiba membatalkan perjodohan ini. Bagaimana nasib pekerjaan appamu nanti” Suara eomma terdengar sangat khawatir

“Hyunsoo-ya..dengarkanlah apa kata eomma mu, kau jangan egois begini. Pikirkanlah nasib appa nanti jika kau tetap ingin membatalkan perjodohan ini” kata appa memelas

“Hhhhhmmm…baiklah, tapi ada syaratnya” kataku dengan senyuman kepuasan

“Ne, apa syaratnya? Katakan pada appa”

“Eomma appa, jangan pernah bilang apapun kepada presdir kim dan keluarganya kalau aku adalah exofans. Dan yang paling penting, jangan sampai Kai oppa tau kalau aku adalah fangirl”

“Hahh??!!!” suara eomma dan appa terdengar sangat shock.

Haha..aku yakin, mereka pasti tak habis pikir dengan persyaratan dariku yang sangat kekanak-kanakan.

“Otte?” ucap hyunsoo

“Ahh, ne..tapi, mengapa kau ingin menyembunyikan hal ini? Jongin pasti akan sangat bahagia jika mengetahui jika kau adalah exofans. Itu akan baik untuk kehidupanmu dan jongin dimasa depan. Kalian bisa menjadi lebih dekat”

“Ani eomma. Aku tak bisa membayangkan wajah jongin oppa jika ia mengetahui aku adalah fangirl. Ia pasti akan terus tertawa hingga 24 jam dan itu membuatku merinding”

“Sudahlah yeobbo, kita turuti saja apa maunya. Ini adalah urusan anak muda” kata appa sambil terkekeh geli melihat kelakuanku.

Okay, misi pertama selesei. Oh, aku hampir lupa untuk membungkam satu orang lagi. Hhhhmm, semoga jongin belum sempat bercerita padanya. Iya, aku harus segera membungkam mulut orang itu.

.

.

.

Ada yang berbeda dengan suasana rumahku sore ini. Rumahku terlihat lebih ramai karena suara namja yang berada didepanku. Sejak aku menceritakan soal perjodohanku padanya, ia hanya tertawa terbahak-bahak. Aigoo, namja ini…tak bisakah dia mengatakan sesuatu selain tertawa??? Terbesit penyesalan dibenakku karena menceritakan masalah ini. Namun jika aku tak berbicara sekarang, aku khawatir jika dia menceritakan semua kepada jongin.

“Haha..jadi begitu ceritanya. Ne, oppa janji tak akan buka mulut didepan jongin. Yagseo”

Namja itu menatapku dengan meyakinkan. Rambutnya coklat, hidungnya mancung, dia lebih tinggi dari pada jongin oppa. Benar-benar namja yang sempurna, namun dia juga tak jarang bertingkah konyol didepan orang lain. Dia 6 tahun lebih tua daripada aku, dialah kakak penggantiku. Kita tak ada hubungan darah, tapi eommaku dan appa-nya telah bersahabat sejak mereka kecil. Aku saja baru akrab dengannya sejak 7 bulan lalu. Ooiiaaa, namja ini juga telah kuanggap sebagai oppaku sendiri jauh sebelum dia mengenalku.

“Jika ingat ceritamu barusan aku jadi teringat pertemuan kita” ucap namja itu

“Ne, hampir sama namun dalam konteks yang berbeda”

“Waktu itu kau juga fangril-ku kan??”

“Ne oppa..karena kau sangat tampan” kataku dengan ekspresi datar

Sejujurnya memang dia adalah namja yang sangat tampan. Tak jarang aku sering berteriak kegirangan ketika melihat wajah tampannya difoto hasil jepretan sassaeng.

*flashback

Aku duduk tertegun tepat didepan namja itu. Kondisiku benar-benar parah, otakku blank, tatapanku kosong, aku sangat shock. Aku terlalu bahagia untuk menyadari siapa namja yang saat ini duduk didepanku. Namja yang selalu kupuja-puja, namja yang selalu keteriakkan namanya saat konser. Omo!! Bagaimana bisa eomma berteman dengan ayah dari biasku. Sepertinya tuhan benar-benar menyayangiku. Walaupun dia bukan KAI, walaupun dia adalah bias ke 2 namun tetap saja aku merasa hatiku meledak. Aku menatap penuh kekaguman pada namja yang ada didepanku ini. Saat ini dia sedang duduk di sofa ruang tamuku. Oh my..dia berada dirumahku saat ini.

“Oppa…” kataku dengan tatapan yang berbinar

“Eoh?? Kau…..fangirl?” katanya dengan sangat hati-hati

Aku mengangguk cepat, dan melangkah perlahan mendekatinya. Aku sangat mengaguminya…dia adalah KRIS, iya, dia Kris leader exo m.

“Whoaaa, oppa..kau sangat tampan”

Kris hanya tertawa mendengar ucapanku.

“Kamsahamnida” ucapnya tersenyum ramah

“Oppa, akan lebih baik jika kau diam saja. Jantungku saat ini bersetak lebih cepat dari biasanya”

“Hahaha..aigooo..ne arra..”

“Oppa, apakah saat ini aku bermimpi”

“Molla, wae? Kau tak yakin jika aku ini nyata?”

Eommaku dan appa kris tertawa melihat tingkahku. Mereka juga memberikan kabar yang cukup mengagetkan untukku dan mungkin untuk semua exofans. Ani, aku bahkan harus merahasiakan hal ini dari semua exofans dan publik.

“Hyun soo-ya, sudahlah berhenti menggodanya. Dia sudah beristri” kata appa kris sambil terkekeh

“Mwo??? Whoaaaaa…daebbak…oppa jjang!!!” kataku shock sekaligus bahagia

“Ku kira kau akan menangis setelah mendengar kabar ini” ucap kris

“Ani, mengapa aku harus menangis. Kau adalah oppa-ku, bukan namjachingu-ku. Tak ada alasan untuk menangis”

“Haha..baiklah, mulai sekarang akulah oppa-mu dan kau adalah yeodongsaeng-ku”

“Kris-ah, dia akan menangis jika yang menikah adalah KAI” kata eomma sambil tersenyum

“Mwo?? Jadi kau juga menyukai kai?”

“Ne, majjwo. Dia adalah suamiku”

“Aihhh, kyeowo” kata kris sambil mencubit pipiku

*Flashback end

Sejak saat itu aku jadi lebih akrab dengan oppa. Aku juga sampai saat ini terus menjaga rahasia soal pernikahannya dengan Rebecca Lim yang sekarang berganti nama menjadi Rebecca Wu. Tak jarang juga aku dan becca eonnie bertemu dan mengobrol. Becca eonnie adalah yeoja yang manis, baik dan cantik. Aku senang oppa bersamanya.

“Oppa, bagaimana kabar becca eonnie?”

“Dia baik-baik saja. Namun kelakuannya agak sedikit aneh”

“Aneh bagaimana?”

“Dia sering marah-marah denganku karena hal sepele”

“Oppa, sepele itu relatif, sepele menurutmu belum tentu sepele menurut becca eonnie”

“Anio..aku pernah secara tidak sengaja menumpahkan minuman dikaosku, dia melihatnya dan langsung marah-marah kepadaku”

“Kau terlalu dewasa untuk menumpahkan minuman dikaosmu oppa”

“Tak hanya itu, akhir-akhir ini dia sering makan masakan sangat pedas dan buah yang sangat masam sehingga bisa membuat lidahmu mati rasa”

“Eoh??mengapa gejalanya seperti orang hamil yang ada di drama-drama” ucapku datar

“Hah???? Hamil??? Solma(tak mungkin)” sahut kris shock

“Apanya yang tidak mungkin, kau lelaki dan eonnie wanita. Kalian tidur di ranjang yang sama, bagaimana mungkin eonnie tidak hamil”

“Yakk..setelah dilihat-lihat kau semakin cocok dengan jongin, sama-sama yadong”

“Ckckck…kau mengataiku dan jongin yadong namun kau sendiri bertindak lebih jauh daripada kami”

“Yakkk..Shin hyun soo jaga pikiranmu!! Kau masih SMA!!!”

“Ahh..ne ne arra..oppa, coba saja kau periksakan eonnie ke dokter. Siapa tau dugaanku benar”

“Ahhh, baiklah. Akan aku pikirkan lagi hal ini”

.

.

.

Author POV

Hari-hari dilalui hyun soo dengan senyuman yang terus mengembang. Menyadari kenyataan bahwa dia akan segera menikah dengan kai, membuatnya merasakan kebahagiaan yang tak tertandingi. Kadang teman-teman hyunsoo bingung dengan kelakuannya. Dikelas hyunsoo selalu melamun sambil tersenyum seperti orang gila. Gadis itu benar-benar merasa menjadi orang paling bahagia di dunia ini.

Saat ini sudah jam istirahat. Seperti biasa murid-murid SMA Jaeil berhamburan menuju kantin. Ada hal yang berbebeda dengan jam istirahat kali ini. Sekarang hyunsoo sedang diintrogasi oleh ketiga sahabatnya. Mereka merasakan ada hal yang berebeda dengan hyunsoo dan memutuskan untuk mengintrogasinya.

“Hyun soo-ya, mengakulah..kau punya pacar kan?” kata min hye sambil mengarahkan garpu ke arah hyunsoo

“Atau kau sedang jatuh cinta dengan namja lain? Mengakulah hyunsoo!” ucap su jin

“Hyunsoo, apa kau sudah tak mencintai exo dan kai oppa lagi eoh? Mengapa kau secepat ini jatuh cinta dengan namja lain, aigoo” sahut yoon wu

“Yakk..Song min hye, Jeong su jin, Gil yoon wu aigooo. Kenapa kalian berpikir hal yang aneh-aneh. Aku tetap mencintai exo dan kai, belakangan ini aku suka senyum-senyum sendiri karena aku sangat bahagia”

“Apa yang membuatmu bahagia hingga tertawa sindiri didalam kelas?”

Pertanyaan su jin diikuti dengan anggukan minhye dan yoonwu, sukses membuat hyunsoo bingung. Gadis itu tak mungkin bilang kepada sahabatnya kalau dia akan segera menikah dengan kai, karena itu juga bisa membahayakan karir calon suaminya. Hyunsoo terus berpikir alasan apa yang akan ia sampaikan kepada ketiga sahabatnya.

“Keunyang…eumm…” kata hyunsoo sambil terus berpikir alasan apa yang tepat untuk menyelamatkannya. Namun tiba-tiba ia teringat akan gejala kehamilan yang dialami oleh istri kris. Dan gadis itu mulai menemukan jawabannya.

“Bagaimana jika aku mempunyai adik lagi??” kata hyunsoo dengan tersenyum. Senyum yang penuh makna.

“MWO????” sahut ketiga sahabat hyunsoo secara bersamaan, mereka sangat shock mendengar pertanyaan konyol hyunsoo.

“Otte? Akhir-akhir ini aku selalu memikirkan tentang bayi dan itu membuatku terus tersenyum. Apalagi ditambah sepupuku yang baru berusia 7 tahun barusan mempunyai adik. Aku sangat iri dengannya” kata hyunsoo

“Eumm, hyunsoo-ya..bukankah kau sudah mempunyai sham hoo?” ucap yoonwu seraya memberikan senyuman pada hyunsoo, senyuman yang menunjukkan rasa canggung

“Eung??? Aku sudah bosan dengan bocah itu. Ternyata punya adik lelaki tak seindah yang kukira. Aku menyesal karena dulu telah menginginkannya. Sekarang aku ingin punya adik yeoja, sepertinya menyenangkan”

“Hyunsoo, apa kau benar-benar ingin punya adik lagi?” Tanya minhye

“Ne, majjwo. Otte? Aku bahkan sudah meminta pada appa dan eomma. Tapi mereka hanya menertawakanku” kata hyunsoo dengan bibir cemberut

“Tentu saja mereka menertawakanmu, kau ini sudah SMA, mengapa keinginanmu masih sama dengan anak SD? Ckckck” kata sujin

“Aishh, aku selalu bahagia jika mendengar kata bayi dan selalu ingin memainkannya. Aku ingin mengepang rambutnya, memilihkan baju untuknya seperti aku memilih baju untuk Barbie. Eummm, kyeowo!” ucap hyunsoo dengan senyuman yang terus mengembang

Hal itu berhasil membuat teman-teman hyunsoo shock sekaligus ilfeel pada dirinya. Namun dibalik itu semua, terukir sebuah senyuman..senyuman kemenangan, dan itu adalah milik hyunsoo. Karena ia telah berhasil mengecohkan ketiga sahabatnya dengan tingkah konyolnya.

.

.

.

.

Jong In POV

Hari ini appa menyuruhku meluangkan waktu untuk pergi berkencan dengan hyunsoo. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa gugup. Sudah hampir 8 bulan aku tidak berkencan dengan seorang gadis, aku selalu sibuk dengan persiapan exo comeback dan latihan dance. Hari ini aku berharap bisa mengenal hyunsoo lebih jauh lagi. Karena bagaimanapun juga, yeoja itu yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Aku juga sangat berharap bisa menikah sekali seumur hidup, walaupun menurutku itu adalah hal yang sulit karena aku belum bisa mencintai hyunsoo. Tapi aku akan terus belajar untuk mencintainya. Hyunsoo adalah gadis yang lucu dan manis, meski terkadang dia tampak sangat kekanak-kanakan tapi aku tau dia gadis yang baik.

“Eung??? Jonginna, kau sudah datang? Masuklah” ucap hyunsoo

Gadis itu mengenakan dress dipadukan dengan spetu kets, apapun yang dia kenakan dimataku ia adalah gadis yang manis.

“Aigoo, menantuku sudah datang” kata eomma hyunsoo

“Annyong eommanim” ucapku seraya memberikan senyuman

“Ah, ne…annyong jonginna. Hari ini kau jadi kan melihat cincin pernikahan kalian?”

“Nde??” ucapku dan hyunsoo bersamaan

Pertanyaan eomma hyunsoo sungguh mengagetkanku. Oh tuhan aku hampir lupa, beberapa bulan lagi aku akan menikah dengan hyunsoo. Saat pertamakali appa memberitahuku tentang perjodohan kami, beliau juga memberitahuku bahwa aku akan menikah saat hyunsoo liburan sekolah. Sungguh ironis memang, saat siswa-siswa lainnya pergi untuk berlibur dan bermain..hyunsoo justru mempersiapkan dirinya untuk menjadi istriku. Terkadang jika mengingat hal ini, aku merasa iba padanya. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah kehendak orang tua kami. Mengingat pertanyaan eomma hyunsoo, ada sedikit ganjalan yang ada di otakku.

“Wae? Apa hyejin-sshi belum memberitaumu jonginna?” Tanya eommanim

“Belum eommanim. Tapi tidakkah jika aku dan hyunsoo yang membeli cincin pernikahan itu akan sangat beresiko? Bagaimana jika ada fans yang mengetahuinya” ucapku hati-hati

Keluarga kami memang sudah sepakat untuk menyembunyikan hal ini dari fans dan publik. Ini demi kebaikanku dan hyunsoo juga. Soal sooman sajangnim sudah diurus oleh appaku. Aku cukup terkejut saat mengetahui bahwa appaku sudah mengurus semuanya dengan sangat rapi, beliau bahkan rela meluangkan waktunya untuk bernegoisasi dengan sooman sajangnim soal pernikahanku dan hyunsoo.

“Ahh..ne, kami juga sudah memikirkan hal itu sebelumnya. Kalian tidak akan memilih cincin pernikahan di mall atau ditoko perhiasan. Kalian akan memilihnya dirumah temanku, kebetulan ia adalah pemilik toko perhiasan yang ternama dikorea. Ia akan menunjukkan kepada kalian beberapa koleksinya yang terbaik. Otte?”

Perkataan eommanim membuatku lega.

“Kamsahamnida eommanim” ucapku

“Cheonmane. Cha..sudah saatnya kalian pergi. Igo..” kata eommanim sambil menyerahkan secarik kertas padaku dan hyunsoo “Itu adalah alamat rumah temanku dan nomor telfonnya”

“Ne eommanim, annyong” ucapku

“Annyong eomma” kata hyunso seraya meninggalkan rumahnya dan mengikutiku berjalan ke mobil.

“Annyong, hati-hati dijalan ya” kata ibu hyunsoo sambil melambaikan tangan

Suasana kota seoul masih tetap sama. Hari ini adalah hari minggu dan jalanan akan lebih macet dari hari-hari sebelumnya. Keheningan menyelimuti kami. Aku bingung akan berkata apa pada hyunsoo. Gadis itu sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia terus melamun sambil memandangi kota seoul dari balik kaca mobil.

“Jonginna, apa kita harus seperti ini?”

Perkataan hyunsoo memecahkan keheningan yang ada.

“Apa maksudmu?”

“Bahkan untuk membeli cincin pernikahan saja kita harus sembunyi-sembunyi”

“Wae? Kau tak menyukainya?”

Gadis itu tetap diam dan tak menjawab pertanyaanku.

“Apa kau menyesal menerima perjodohan ini?” kataku sambil menatapnya

“Mwo??? Micheoso?? Tentu saja tidak” ucap hyunsoo spontan

Hyunsoo sangat terkejut mendengar perkataanku dan nada bicaranya seperti dia benar-benar ingin menikah denganku. Hemm, apa ini hanya perkiraanku saja?!

“Wae?? Kenapa nada bicaramu seperti itu? Apa kau benar-benar ingin menikah denganku eoh?”

Kataku sambil menggodanya

“aishh jinja, berhentilah menggodaku. Geumanhe” ucap hyunsoo

“Whoaaa, hyunsoo-ya..wajahmu merah, kenapa kau seperti ini? Apakah aku begitu tampan hingga kau menggilaiku?”

“Aniyaaa…aku bukan yeoja yang seperti itu”

“Tak apa hyunsoo-ya, kau masih bisa menjadi fangirl-ku”kataku sambil tertawa

“Aisshh jinja..shireoo!!” kata hyunsoo

Walaupun saat ini aku sedang sibuk menyetir, namun dapat kulihat dia tampak sangat kesal bercampur malu. Aku serius tentang wajahnya yang merah. Hyunsoo lalu mengambil majalah otomotif yang ada di mobilku, kemudian menutupi wajahnya dengan majalah itu. Haha..aku terus tertawa melihat tingkahnya, dia sangat lucu dan spontan. Menarik.

Setelah perjalanan yang memakan waktu 1 jam(sebenarnya hanya 30 menit, tapi karena kami terjebak macet menjadi 1 jam), akhirnya kami sampai dirumah Ny.Daejung untuk memilih cincin pernikahan

>>SKIP

Aku sudah berada dimobil bersama hyunsoo. Sebenarnya aku ingin langsung mengantarnya pulang setelah selesei memeilih cincin. Namun bukankah kegiatan ini belum bisa jika dikatakan berkencan?!

“Hyunsoo-ya, setelah ini kau mau kemana?”

“Eung? Tak apa jika aku yang menentukan?”

“Ne, katakanlah”

“Bagaimana jika kita pergi ke sungai Han?”

“Arraseo”

Beberapa saat kemudian, aku baru teringat sesuatu. Aku mulai melambatkan laju mobilku. Aisshh..aku frustasi dengan keadaan ini.

“Hyunsoo-ya, kita tak akan kemana-kemana” kataku dengan terpaksa

Sebenarnya aku tak mau mengatakan hal ini. Bukan hanya dia yang terganggu, namun aku juga. Kenyataan ini lama-lama bisa membuatku gila

“Wae?” katanya dengan nada kecewa

“Ini terlalu beresiko hyunsoo-ya. Aku lupa tak membawa alat penyamaran. Kau tau kan bagaimana profesiku?”

Hyunsoo menghela nafas “Baikalah, tak ada yang bisa kita lakukan lagi. Kita sudah berusaha”

Aku tahu ada kekecewaan dalam dirinya. Tuhan, seandainya dia tau..aku juga kecewa dengan keadaan ini…tidak. Ini kencan pertamaku dengan hyunsoo, aku tak mau hanya berakhir seperti ini.

“Hyunsoo-ya, apa kau lapar?”

“Ne, tapi kita tak mungkin makan direstoran kan?” ucap hyunsoo

“Siapa bilang kita akan makan direstoran. Bagaimana kalau kita membeli ddeokbokki?”

“Eoh? Ddeokbokki? Tidak buruk. Baiklah aku setuju”

Setelah beberapa menit perjalanan, kini aku telah sampai di kios ddeokbokki pinggir jalan.

“Hyunsoo-ya, kau yang keluar ya. Disini ada banyak orang”

“Ne, arra. Tunggu aku”

Dia keluar dari mobilku dan berlari kecil kearah penjual itu. Kulihat langit seoul mulai mendung, sepertinya sebentar lagi akan hujan. 15 menit menunggu, kini hyunsoo sudah ada disampingku sambil membawa ddeokboki.

“Kau siap?” kataku

“um? Kita mau kemana?” sahut hyunsoo

“Kita akan ke pantai” jawabku santai sambil mulai menjalankan mobilku.

.

.

.

Hujan deras mengguyur daerah pantai. Kuparkirkan mobilku agar lebih dekat dengan pemandangan ini. Aku dan hyunsoo masih berada didalam mobil sambil melihat pantai dan makan ddeokbokki. Sengaja mesin mobil tidak kumatikan agar AC-nya tetap menyala.

“Mian” ucapku memecah keheningan

“Untuk apa?” Tanya hyunsoo

“Kita hanya bisa kencan dimobil” kataku

“Hemm..tak apa, terimakasih karena telah mengiburku. Hari ini aku sangaaatt senang”

“tentu saja kau senang. Jarang ada wanita yang mempunyai kesempatan emas sepertimu. Diluar sana, ada ribuan fangirl yang berharap bisa menghabiskan waktu denganku”

“Jonginna, kau mulai lagi”

“Haha..aku hanya bercanda. Ya, pada saat awal kita bertemu kau memanggilku oppa, kenapa kau tidak memanggilku seperti itu lagi? Apa kau merasa kita seumuran eoh? Ingat hyunsoo-ya, kau 96 liner”

“Ah, ne ne ne..arraseo oppa” ucapnya malas

“Eum, begitu lebih baik. Hyunsoo-ya, mengapa kau menerima perjodohan ini?”

Hyunsoo sepertinya tidak menyangka kalau aku akan bertanya seperti itu, dia terlihat gugup hingga tersedak “uhuk..uhukk..mwo??”

“igo..minumlah” kataku sambil memberinya minuman

“Ne, gomawo. Ehem…Itu semua karena appa tak akan mengijinkanku ikut fanmeet dan konser lagi” hyunsoo menunduk, kemudian menatapku dengan penuh emosi “Appa juga mengancam akan merobek poster dan foto-foto…” belum sempat hyunsoo selesei berbicara, ia sudah menutup mulutnya sendiri dengan tangan. Sepertinya dia telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tak pernah ia katakan.

Aku sangat shock mendengar penuturannya. Dan hyunsoo hanya bisa menunduk.

“Mwo???” kataku terkejut

What the..hanya karena itu ia menyetujui perjodohan ini? Poster, fanmeet, konser…tunggu, apa dia seorang fangril?? Tapi bagaimanapun juga, bagaimana dia bisa semudah itu menyetujui ini semua. Dia masih SMA dan harus menikah karena tidak ingin posternya disobek?? Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiran gadis ini. Sangat kekanak-kanakan. Dia benar-benar membuatku terkejut.

“Micheoso?? Hanya karena itu kau menyetujui ini semua?? Bagaimana jika ternyata namja yang dijodohkan denganmu adalah namja yang buruk, yang akan menyakitimu dan merusak hidupmu. Otte?”

“Tentu saja aku akan menolaknya mentah-mentah setelah aku dipertemukan dengan namja itu. Aku akan kabur ke pulau jeju bersama dengan sahabat-sahabatku dan akan hidup disana selamanya tanpa kembali ke Seoul”

“Lalu kenapa tak kau lakukan itu sekarang? Kau bisa pergi ke pulau jeju sekarang”

“Ania oppa, aku tau kau bukan namja yang akan merusak hidupku. Kau namja yang baik”ucap gadis itu sambil tersenyum

Aku tercengang mendengar jawabannya. Dia benar-benar gadis yang polos dan manis. Bagaimana dia bisa yakin kalau aku tak akan membuat hidupnya sengsara. Sedangkan pada kencan pertama saja aku dan dia hanya bisa bersembunyi-sembunyi seperti ini. Saat ini dia hanya bisa memalingkan wajahnya ke kaca mobil. Sebenarnya, tanpa dia sadari…seulas senyuman telah terukir dibibirku. Aku senang karena dia mempercayaiku. Ani, aku harus bertanya satu hal lagi padanya…

“Hyunsoo-ya, darimana kau bisa yakin kalau aku tak akan menyakitimu dan berbuat jahat padamu?”

Hyunsoo POV

“Micheoso?? Hanya karena itu kau menyetujui ini semua?? Bagaimana jika ternyata namja yang dijodohkan denganmu adalah namja yang buruk, yang akan menyakitimu dan merusak hidupmu. Otte?”

Dia mengajukan pertanyaan konyol padaku.

“Tentu saja aku akan menolaknya mentah-mentah setelah aku dipertemukan dengan namja itu. Aku akan kabur ke pulau jeju bersama dengan sahabat-sahabatku dan akan hidup disana selamanya tanpa kembali ke Seoul”

Sejujurnya, memang aku berniat untuk kabur ke pulau jeju setelah acara makan malam direstoran itu. Tapiii, setelah melihat calon suamiku ini. Haha, aku akan menjadi yeoja terbodoh sedunia jika aku tetap kabur bersama teman-temanku. Huft, tapi untung saja aku belum sempat memberitahukan ini pada ketiga sahabatku. Padahal kemarin rencananya, aku akan memberitahu mereka tentang masalahku setelah makan malam tersebut.

“Lalu kenapa tak kau lakukan itu sekarang? Kau bisa pergi ke pulau jeju sekarang”

‘Mwoo??? Micheoso?? Aigoo, kai oppa…eyyhh, aku tidak akan melakukan hal itu. NEVER!!!’ ucapku dalam hati.

“Ania oppa, aku tau kau bukan namja yang akan merusak hidupku. Kau namja yang baik”

Setelah mengatakan hal itu, entah kenapa wajahku jadi merah. Aku sangat malu saat ini. Kuputuskan untuk segera memalingkan wajahku kearah kaca mobil. Untung saja oppa tidak menyadari perubahan raut wajahku. Jika ia menyadarinya. Ia pasti akan menggodaku lagi.

“Hyunsoo-ya, darimana kau bisa yakin kalau aku tak akan menyakitimu dan berbuat jahat padamu?”

Aku kembali tersenyum mendengar pertanyaannya. Mataku kembali menatpnya dengan penuh arti, ingin sekali aku berkata ‘oppa..aku tau semua tentangmu. Makanan kesukaanmu, apa yang kau benci, apa yang kau suka, kau telah menjadi raja dihatiku jauh sebelum perjodohan ini dimulai. Akulah orang yang akan menangis sepanjang hari ketika kau cidera karena latihan dance. Akulah orang yang dengan lantang mengatakan “Sarangheyo KAI oppa” pada saat kau konser. Akulah orang yang selalu memanggil namamu. Akulah orang yang akan membelamu mati-matian jika ada yang menghinamu dan EXO. Akulah orang yang mencintaimu dan menerima semua kekuranganmu dengan ikhlas.’

“entahlah, tapi aku benar-benar yakin bahwa kau yang terbaik. Bukankah pilihan orang tua tak ada yang menjerumuskan anaknya” kataku dengan senyuman yang terus mengembang.

Tuhan, terimakasih karena kau telah memberikanku ini semua. Aku bahagia bisa seperti ini dengan biasku, dengan jongin oppa. Seandainya ia melakukan ini dengan gadis lain dan bukan denganku, aku lebih baik mati saja. Aku tak akan rela dia untuk gadis lain. Sungguh, aku sudah menginginkannya sejak dulu.

~to be continue~

FF OOPPSS !! CHAP 1

FF cover

Author :

Mrskim88 (@alsaalz)

Cast:

  • Shin Hyun Soo (OC/You)
  • Shin Jun Hoo
  • Shin Jae Hyun
  • Kai EXO/ Kim Jong In

 

Other cast:

(temukan sendiri.. ^^)

 

Genre:

Romance, teen life

 

Rating:

T

 

Length:

Chaptered

 

 

Holla…annyong semuanya ^^ Hehe ini FF pertamaku. Sengaja aku buat chapter karna emang ceritanya panjang..hehe..gk nyambung ya?! Sorry bgt ya, aku nggak terlalu pinter buat cuap-cuap. So, langsung aja baca FF ini..hehe, absurd ya?! Gpp deh -_-

 

Happy Reading

 

Hyun Soo POV

Annyong, namaku Shin Hyun Soo, aku masih SMA dan aku adalah exofans!!! Yap, aku adalah seorang fangirl stadium mendekati akhir -_- bias ku di EXO adalah KAI dan KRIS. Eum, ani biasku hanyalah KAI oppa, kris oppa adalah oppaku dan kim jong in adalah nampyeonku. Haha, sudah kubilang aku adalah fangirl stadium mendekati akhir. Tapi ingat, aku bukanlah sassaeng fans dan tidak akan pernah menjadi seperti itu.

“Yakk..hyun soo-ya, kenapa kau malah melamun tidak jelas seperti itu. Aigooo..sudah kubilang kau harusnya segera belajar, sebentar lagi ujian kenaikan kelas. Awas saja jika kau sampai tidak naik kelas, eomma tidak akan tinggal diam!” bentak eomma saat beliau tiba-tiba membuka pintu kamarku dan menangkap basah aku tengah asyik melamun.

“Nde eomma, arraseo” jawabku malas dan segera mengambil buku fisika-ku..buku terkutuk yang kadang aku bingung mengapa benda itu harus ada di dunia ini.

“Eomma serius, kalau sampai kau tidak naik kelas” eomma terdiam sejenak menatapku dengan kesal “Eomma tak akan mengijinkanmu untuk mengikuti fanmeet lagi” eomma menutup pintu kamarku dan pergi begitu saja.

“Eommaaaa…andweeee, jeball eommaaaa..hik hik hik” kata ku sambil menangis atau lebih pantas disebut dengan merengek.

Andwe..aku harus semangat, aku tidak bisa jika tidak mengikuti fanmeet exo lagi. Aku bisa terkena stroke ringan atau mungkin kanker. Kalian tau apa alasannya? Karena aku tidak punya hiburan dan pasti akan tertekan dengan peraturan eomma yang tidak masuk akal itu. Bukankah orang yang tertekan hidupnya mempunyai peluang besar untuk terkena penyakit semacam itu. (author alay) :D

One month laters

“Yakk..Shin hyun soo…ige mwoya???” teriakkan appa hampir membuatku terkena serangan jantung. Ya, appa sudah menerima raportku hari ini dan beliau menjadi sangat marah setelah membaca isinya. Sudah kuduga -_-‘

Aku hanya menunduk, sebenarnya disini ada kabar baik dan buruk. Kabar baiknya adalah aku naik kelas 3. Dan kabar buruknya adalah…..aku mendapatkan peringkat 28 dari 30 siswa dan lagi di rapor-ku tertulis bahwa aku selama satu semester ini telah bolos sebanyak 2 kali dan semuanya pada saat jam pelajaran fisika. Huft……

“Hyun soo-ya, 2 kali membolos dalam satu semester. Kemana saja kau eoh?? Jawab eomma!” Tanya eomma sambil melipat kedua tangan di dadanya.

“Keuge..eomma…eummm..” aku terus saja menunduk namun, dalam hati aku berbicara lantang ‘hari pertama aku membolos untuk menyambut exo pulang dari Taiwan di bandara Incheon. Hari kedua aku membolos untuk melihat exo live di Music Bank’

“Apa ini juga ada kaitannya dengan 12 namja tinggi kurus yang lebih mirip tengkorak itu? Hah?!”

DEG

“Appaaa!!!!!” bentakku kasar kepada appa, bagaimana bisa beliau mengatakan hal seperti itu. Exo adalah 12 namja tampan, berkarisma dan bertalenta terutama suamiku. Kai…

“Wae??? Kau tidak terima jika aku berkata seperti itu?? baiklah, aku akan merobek semua poster-poster mu dan tidak akan mengijinkanmu untuk mengagumi EXO dan tengkorak tinggi seperti KAI” kata appa sambil berjalan kearah kamarku, namun aku segera menahannya sambil menangis. Air mataku tak dapat lagi kubendung, aku benar-benar takut jika orang tuaku tak mengijinkan aku untuk mengagumi exo dan kai. Demi tuhan, exo dan kai adalah oksigen buatku. Bagaimana bisa aku hidup tanpa oksigen.

“baiklah, appa tidak akan merobek poster mu dan akan tetap mengijnkanmu menyukai mereka, tapi ada syaratnya” kata appa sambil tersenyum penuh kemenangan. Terkadang aku bingung sebenarnya dia ayahku atau oppa-ku, karena terkadang aku dan appa bukan seperti ayah dan anak melainkan lebih seperti kakak dan adik begitu juga dengan aku dan eomma.

Segera kuhapus kasar air mataku dan tersenyum menatap appa “kalau begitu, apa syaratnya?”

At Night

Aku terus-terusan menangis sambil melihat poster kai yang ada di dinding kamarku. Aku kembali mengingat percakapanku dengan appa tadi siang. Aisshh..bagaimana bisa dia menyuruh anaknya yang masih SMA untuk menikah?? Bagaimana bisa secepat ini aku menghianati suamiku sendiri, bahkan kai oppa saja belum menikah.

*Flash back

“kalau begitu apa syaratnya?” kataku antusias

“Kau harus mau dijodohkan dengan namja pilihan appa, ani..kau harus mau menikah dengannya” kata appa sambil memerkan senyumannya. Senyuman yang membuatku merinding dan tak ingin melihat senyuman menyeramkan semacam itu. perlu dicatat, dimata ahjumma-ahjumma senyuman appa-ku adalah senyuman maut yang bisa membuat mereka meleleh seketika termasuk eomma-ku sendiri. Namun dimataku senyuman itu begitu mengerikan.

“MWO???? Ah..chakkaman..appa..chakkaman..” kataku dengan sekuat tenaga kukumpulkan seluruh kesadaranku. Kakiku lemas, darahku seakan berhenti mengalir. Tak kusangka aku akan mengalami kejadian yang ada di drama-drama. Aku dijodohkan dengan lelaki yang sama sekali tak kukenal.

“Appa, aku masih SMA. Kau tak mungkin menikahkanku kan?? Jeball appa, jangan bercanda” kataku sambil berusaha menenangkan pikiranku dan mecoba untuk tidak mempercayai ini semua. Tidak, ini memang tidak masuk akal. Tidak mungkin.

“Kalau kau setuju, kami akan menikahkan mu 5 bulan lagi pada saat liburan musim panas” kata eomma sambil merangkulku. Tuhan, mengapa eomma bisa seperti ini. Aku masih SMA dan harus menjalani kehidupan rumah tangga. Aku tidak akan pernah sanggup. Tuhan tolonglah aku.

“Eomma Appaa!!! Wae geure eoh?? Mengapa kalian ingin menjodohkanku dengan namja itu? mengapa kalian begitu ingin aku menikah muda? Aisshhh jinja” kataku sambil menghentakkan kakiku dengan frustasi

“Yang pertama, agar kau bisa menjadi wanita normal hyunsoo-ya. Kami khawatir jika kau tidak bisa menikah seumur hidupmu karena kau terus memikirkan exo dan kai. Bagaimana jika suatu saat nanti mereka bubar dan sudah mulai menyusun pernikahan mereka masing-masing. Sedangkan kau, hanya bisa menangis didalam kamar. Eomma masih sangat ingat ketika kau menangis sesegukan di kamar karena mendengar gossip kai dan krystal berpacaran. Ini semua karena kami menyayangimu. Dan lagi, sampai sekarang kau juga belum punya namjachingu kan? semuanya pasti karena kau terlalu menganggap kai adalah segalanya” kata eomma sambil membelai rambutku, aku masih tertunduk…merenungkan apa yang eomma katakan.

“Yang kedua, namja ini adalah anak dari atasan appa hyunsoo-ya. Dia jelas dari keluarga baik-baik. Dia 2 tahun lebih tua darimu. Atasan appa tertarik padamu dan menawarkan perjodohan ini kepada appa. Appa hanya ingin yang terbaik untukmu hyunsoo-ya. Appa ingin kau hidup bahagia dan tidak terus-terus-an bermimpi untuk memliki KAI” sekali lagi aku tersentak dengan perkataan appa. Perasaanku sungguh berantakan. Aku tidak tau apa yang aku rasakan saat ini. Sedih itu sudah pasti.

“Eomma. Appa..aku tidak mau dijodohkan” kataku tegas. Yang benar saja, aku ini masih muda dan wajar saja jika aku menjadi seorang fangirl dan bersenang-senang dengan cara mengagumi boyband.

“Baiklah, appa akan mulai dari merobek poster-mu lalu membakar semua majalahmu” kata appa yang hendak berdiri dari sofa namun aku segera menahannya. Dan berkata

“Andweee appa, ne arra..aku menerima perjodohan ini” kataku sambil menghembuskan nafas.

Eomma memelukku “Anak pintar, tenang saja. Namja pilihan appa-mu memiliki wajah yang memikat”

Aku menatap eomma dengan tatapan lelah “Eomma sudah pernah bertemu dengannya?”

“Ani, namun atasan appa mengatakan itu kepada appa-mu” kata eomma sambil berjalan meninggalkanku

“Mwo??? Jadi appa juga belum pernah bertemu??? Mengapa kalian begitu yakin kalau namja ini adalah yang terbaik untukku?? Apakah kalian ingin menjadikanku sebagai eksperimen percobaan kalian eoh??” teriakku dengan membabi buta. Aku benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran sepasang suami istri ini.

“Gwenchana, felling appa. Dia adalah namja yang baik” kata appa sambil menepuk bahuku berusaha menenangkanku. Oh my dad. What the…aishhh jinja. Aku terus mengumpat dalam hati setelah mendengar pernyataan dari kedua orang tuaku.

*Flash back end

“Eo, noona..”

“Wae?” kataku sambil terus menangis

“Geumanhe noona, turuti saja apa kata appa dan eomma. Jangan menangis terus seperti ini”

Seorang namja berusia 13 tahun mengampiriku, sebenarnya aku tidak berharap dia datang kekamarku. Tapi entah kenapa saat ini aku ingin berdamai dengannya. Dialah Shin Sham Hoo..adik laki-laki satu-satunya yang aku punya.

“Aku memang sudah menuruti mereka Hoo-ya, tapi ini sangat mengejutkan bagiku. Bagaimana mungkin secepat ini aku mengianati suamiku sendiri” kataku tanpa menatap sham hoo dan masih terus kutatap poster jumbo kai.

“Aissh..kau mulai lagi noona. Bagaimana kau bisa seyakin itu menyebut namja itu sebagai suami-mu? Ckckck..apa kau yakin jika dia akan memilihmu?? Sudahlah menikah saja dengan namja pilihan appa dan cepat tinggalkan rumah ini. Jadinya tidak akan ada yeoja yang berani menggangu acara menonton bolaku, hanya dengan alasan kalau hari ini akan ada exo showtime atau hari ini siaran langsung interview kai di sbs”

PLETAK!!!

Author POV

Satu pukulan melesat dengan sukses dikepala sham hoo. Tak usah ditanya pukulan itu darimana.

“Yakk..Shin Sham Hoo…apa yang kau katakan hah!!!”

“Noonaa!!! Kau tega sekali!! Jika aku jadi kai, aku tidak akan pernah mau merimamu sebagai yeojachingu ataupun istri. Dilihat dari segi tinggi badan saja kau sudah tak memenuhi standar, kau terlalu pendek untuk bersanding dengannya. Dan lagi sifatmu yang seperti beruang kutub tidak akan membuat kai memilihmu, karena kau begitu menyeramkan” kata sham hoo sambil segera berlari keluar dari kamar noona-nya sebelum hyunsoo meledak(?)

“Yakkk..Shin Sham Hoo, jika saja suasana hatiku saat ini sedang tidak buruk…aku akan membunuhmu saat ini juga..arghhhh” hyun soo berteriak merutuki perkataan namdongsaengnya.

.

.

.

Hari perjodohan pun tiba, malam ini Hyun soo, Shin jun hoo (appa hyunsoo), Shin jae hyun (eomma hyunsoo) sedang menungu disebuah restoran mewah yang telah dipesan oleh presdir Kim. Presdir Kim adalah calon besan appa hyunsoo. Belum lama mereka menunggu, mata jun hoo telah menangkap kehadiran keluarga Kim. Beliau segera mengintrupsi keluarganya agar segera berdiri untuk memberi hormat, termasuk hyunsoo yang dengan terpaksa ikut berdiri juga walaupun sebenarnya gadis itu sangat ingin melarikan diri dari acara yang menurutnya akan membawa mala petaka baginya.

“Oh, junho-sshi annyonghaseyo” ucap presdir kim dengan ramah

“Annyonghaseyo presdir” ucap appa hyunsoo kepada keluarga calon besannya itu

“Aigoo..silahkan duduk, ah ye..jangan panggil aku presdir jika diluar kantor. Aku merasa tidak nyaman dengan panggilan itu” semuanya tertawa denga celotehan presdir kim, kecuali hyunsoo yang sendari tadi hanya menunduk.

Tiba-tiba mata kedua orang tua hyunsoo melotot menyadari kehadiran putra presdir kim yang memang barusan tiba. Ada yang ganjil, namun hyun soo belum bisa merasakan itu karena ia masih terus menunduk.

“Annyonghaseo abbeonim, eomanim. Mianhamnida aku terlambat” ucap namja itu sambil terus tersenyum kepada keluarga shin.

Menyadari suara itu, membuat hyunsoo refleks langsung menatap namja itu. Dan, demi langit bumi dan apapun. Namja ini mirip sekali dengan seseorang, rambutnya, suara husky-nya, warna kulitnya, caranya berbicara sangat mirp dengan….KAI!!!! hyunsoo tertegun melihat namja yang ada dihadapannya saat ini. Namja ini ternyata adalah kai, kim jong in dancing machine exo dan juga bias hyunsoo. Ternyata biasnya adalah putra dari atasan appanya. Sekali lagi hyunsoo merasakan ada semacam kejutan mental. Tak hanya hyunsoo, kedua orang tua hyunsoo juga sangat terkejut dengan kenyataan ini. Tanpa mereka sadari, mereka ternyata telah mengantarkan hyunsoo pada kebahagiaan tak terhingga.

“Ah..ne, gwenchana” ucap jae hyun sambil tersenyum ramah.

“Omo..kau yang bernama Shin hyun soo?? Aigoo, kau bahkan lebih cantik daripada yang difoto. Ternyata suamiku tidak salah pilih haha” ucapan kim hye jin(ibu kai) kembali mencairkan suasana saat ini.

Hyun soo masih shock dengan ini semua, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan menampilkan kesan baik didepan calon mertuanya.

“Kamsahamnida eomanim” jawab hyunsoo dengan senyuman lembut, sambil sesekali melirik kai.

“ahh..aku hampir lupa, hyunsoo-ya..apa kau sudah pernah melihat jongin sebelumnya? Dia adalah member salah satu boyband” ucap presdir kim

“Nde?” jawab hyunsoo pura-pura polos ‘omo abbeonim, tentu saja aku mengenalnya. Aku adalah exofans, aku telah mencintainya jauh sebelum perjodohan ini dimulai. Dan taukah abbeonim, sebenarnya saat ini aku sedang menahan diriku mati-matian agar tidak berteriak secara brutal di restoran ini’ oceh hyunsoo, tentu saja dalam hati -_-

“Arra, aku mengerti. Sepertinya aku harus mengenalkan putraku secara resmi kepadamu hyunso-ya. Kenalkan ini adalah putra laki-lakiku satu-satunya, Kim Jong In” ucap presdir kim

Jongin berdiri untuk memulai perkenalan resminya dengan hyunsoo. Gadis itu juga ikut berdiri untuk bersalaman dengan calon suaminya >.<

“Kim Jong In imnida” kata kai ramah

“Shin Hyun Soo imnida, bangapta” ucap hyunsoo dengan senyumannya yang mengembang, jauh berbeda dengan keadaannya beberapa hari lalu setelah ia mengetahui tentang perjodohan ini.

Jongin POV

Gadis ini tidak buruk, tapi dia terlihat seperti anak-anak. Yah tentu saja dia kan masih SMA, aku juga tidak keberatan dengan statusnya sebagai pelajar. Saat pertama kali aku diberitahu tentang perjodohan ini, tentu saja aku menolak. Kemudian aku melihat raut sedih dari kedua orang tuaku. Akhirnya dengan terpaksa aku menuruti perjodohan ini. Setelah melihat foto gadis itu, aku tak lagi terpaksa. Di foto gadis itu terlihat imut dengan seragam SMA dan tas hello kitty. Ternyata setelah bertemu langsung dia sangat manis dengan balutan dress putih diatas lutut, dan juga dia cukup sopan. Eum, lumayan. Lagian saat ini hatiku sedang kosong, siapa tau gadis ini bisa mengisi hatiku. Aku mulai ber-positif thinking dengan situasi ini. Orang tua kami meninggalkanku dan hyunsoo untuk makan berdua di taman milik restoran ini.

“Oppa, apa kau mau makan ini?”

“Ani, ayam goreng saja sudah cukup untukku”

“Arra…”

Drrtt drrtt drrrttt…

Ponsel hyunsoo berbunyi, Ia segera mengangkat telfonnya sedangkan aku tetap melanjutkan makanku. Namun dapat kudengar pembicaraanya di telfon. Bukan maksudku untuk menguping, namun yeoja ini berbicara tepat didepanku, jadi mau tidak mau aku mendengarnya.

“Eung, youngie..”

“…”

“Mwoo?? Kenapa kau tidak bilang dari kemarin?”

“…”

“Yakk..Go im young, kau tahu betapa susahnya aku mencari penggantimu?? Pementasan drama tinggal 1 minggu lagi. Kumohon jangan keluar begitu saja”

“..”

“Ah..begitukah?? ne, gwenchana..”

“..”

“Ne youngie, tapi kuharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Harusnya kau bilang dari jauh-jauh hari supaya aku bisa segera mencari penggantimu, arra?”

“….”

“Ne, annyong”

Kulihat dia menutup telfonnya dengan kesal, sepertinya masalah yang saat ini ia hadapi bukanlah masalah sepele. Dia terus bergumam dan merutuki teman yang barusan menelfonnya. Aku heran mengapa hampir semua orang berperilaku seperti itu, di luar bilang tak apa namun di dalam terus bergumam yang tidak-tidak dan jujur saja hal itu sangat menggangguku. Walaupun itu teman seseorang seharusnya dengan gamblang mengungkapkan antara apa yang ia suka dan apa yang ia tidak suka.

“Aishh jinja, ada apa dengan gadis ini?? Seneenaknya saja membatalkan sepihak hanya dengan alasan ingin mengikuti audisi pencarian bakat?? Sungguh menggelikan, aku benar-benar muak dengannya. Dia begitu egois tidak memikirkan teman-temannya. Gadis itu sudah membuat pekerjaanku semakin menumpuk. Aigooo” gumam hyunsoo sambil menatap layar handphonenya.

“Ya..jika memang begitu kenyataannya mengapa kau tadi tidak langsung berteriak saja padanya, mengapa kau harus berkata tak apa jika sebenarnya kau masih belum terima”

“eoh??kau mendengarnya?” ucap hyunsoo polos

‘kau mendengarnya?’ aigoo, pertanyaan bodoh apa lagi ini. Ya tentu saja aku mendengarkannya, dia menelfon didepanku dan bergumam juga didepanku. Aku masih terlalu muda untuk menderita penyakit tuli.

“Menurutmu?” jawabku cuek

“hhhhmm..aku tak mungkin berteriak langsung kepadanya, itu bisa melukai perasaanya. Aku masih manganggapnya teman” ucap hyunsoo sambil menunduk memainkan sendok makannya.

“kalau begitu tidak usah bergumam dibelakangnya. Lebih baik kau berbicara langsung saja. Jangan jadi orang munafik yang berkata baik didepan dan buruk dibelakang. Aku tak menyukai gadis seperti itu”

Kulihat dia langsung menatapku dengan serius. Aku tahu jika ucapanku barusan telah menghancurkan moodnya. Tapi mau gimana lagi? Memang itu yang sedang kupikirkan, kurasa lebih baik aku berbicara langsung didepannya daripada aku harus memendamnya.

“Aku tak seburuk itu tuan Kim”

Gadis itu terlihat sangat marah dan tersinggung. Oh, baiklah…aku akan menebus kesalahanku padanya.

“Daripada kau hanya menahan amarahmu, lebih baik mintalah temanmu untuk bertanggung jawab atas kesalahannya. Suruh dia untuk membantumu mencari pemeran pengganti. Jangan biarkan dia bebas begitu saja dan kau harus menanggung beban sendirian”

Kulihat bola matanya melirik keatas nampak sedang berpikir tentang saran yang barusan kuberikan. Aku bisa merasakan kalau dia tak lagi marah kepadaku. Inilah kelemahanku, aku selalu blak-blakan ketika sedang bersama orang lain. Aku selalu tak mampu menahan perkataan yang nantinya akan melukai hati orang lain. Namun sebenarnya aku adalah namja yang hangat dan tidak bermaksud melukai hati siapapun. Semua fansku telah mengetahuinya. Namun sepertinya yeoja ini bukanlah fansku, appa saja tadi perlu memperkenalkanku sebagai kim jong in kepadanya. Padahal sejujurnya, aku berharap bisa menikahi salah satu dari fangirl, karena fans aku dan exo bisa ada dipuncak kepopuleran saat ini. Bukanlah hal buruk jika istriku nanti adalah salah satu dari fangirl. Tapi….manusia hanya bisa berencana.

“Gomawo, saranmu akan kupertimbangkan lagi. Walaupun tadi perkataanmu membuat mood-ku jadi turun, tapi saran darimu bisa membuatku sedikit lega”

Ucapan hyunsoo membuyarkan lamunanku. Aku tersenyum mendengarnya. Dia lucu juga, batinku.

“Ne, cheonmanne” jawabku sambil tersenyum.

 

~TBC~

Otte?

Comment juseyo ne ^^

Love You In Silence | Chapter 5 [End]

ll

TITLE  : LOVE YOU IN SILENCE

Author : Bubble Ziz

Cast : – Nam Min Ji (Me)

-Luhan

-EXO

-Alex

Genre : Romance, School, Sad

Lenght : Chaptered

Discleimer : This is real my inspiration. Sorry if find typo’s. Don’t plagiat!. Bagi yang suka tolong tinggalkan kritikannya yah

Aku dan luhan berjalan menuju perkemahan. Selama diperjalanan luhan sellau menanyakan hal yang aneh-aneh tentang diriku, inilah itulah. Yang paling parah dia menanyakan apakah aku masih punya hati?! Tepat! Aku langsung memukulnya. “palli, kita harus membangun tenda” “kita?! Kau saja yang bangun tendamu sendiri, aku juga akan membangun tendaku” ketusku Luhan menyentuh kalungnya. Aku tahu dia pasti berencana mengancamku lagi. Sial! “baiklah, aku akan melakukannya!!”
Baca Selanjutnya…

{ONESHOOT} The Wolf

Tittle : The Wolf |Author :  Wuu |Main cast  : Wuyifan / kris EXO, Yuri  SNSD,Kim Jongin/kai EXO  ,Dokyungsoo/ D.O EXO,Luhan EXO |Length : oneshoot |Genre : Sad, romance, action ( dikit mwehehe) Rating : PG-15

 Summary : Kematian bukan selalu menjadi suatu petaka. Dan kehidupan, takan selamanya menyenangkan.

the-wolf-by-bapkyrart Baca lebih lanjut

Love You In Silence | Chapter 4

ll

TITLE  : LOVE YOU IN SILENCE

Author : Bubble Ziz

Cast : – Nam Min Ji (Me)

-Luhan

-EXO

-Alex

Genre : Romance, School, Sad

Lenght : Chaptered

Discleimer : This is real my inspiration. Sorry if find typo’s. Don’t plagiat!. Bagi yang suka tolong tinggalkan kritikannya yah

 

 

Aku terbangun diruangan yang cukup kecil. Langit-langit dinding ini tampak berwarna warni. Sepertinya ini kamar anak kecil.

“apa konsernya berjalan lancar?” tanyaku ketika melihat min ah lah yang berdiri disampingku. Min ah tersenyum “kau luar biasa” ungkapnya

Baca Selnjutnya

Love You In Silence | Chapter 3

 

ll

TITLE  : LOVE YOU IN SILENCE

Author : Bubble Ziz

Cast : – Nam Min Ji (Me)

-Luhan

-EXO

-Alex

Genre : Romance, School, Sad

Lenght : Chaptered

Discleimer : This is real my inspiration. Sorry if find typo’s. Don’t plagiat!. Bagi yang suka tolong tinggalkan kritikannya yah

 

Chapter 2 klik disini

Aku merasakan ada sesuatu yang menyentuh kepalaku dengan lembut. Seperti belaian seseorang. Tapi kenapa aku tak bisa melihatnya? Ini terlalu gelap.

“hei? Sadarlah?” aku merasa tubuhku digoncang seseorang. Perlahan kucoba membuka mataku. Aku melihat sekumpulan orang mengelilingiku. Kutatap satu persatu wajah mereka. Tatapanku berhenti ketika melihat luhan. Namja yang jelas-jelas membuatku begini.

“aku harus pergi!!” aku berusaha untuk membuka infuse ditanganku. Tetapa tanganku dicegat oleh seseorang yang berbeadan tinggi, putih, dan lumayan tampan.

“jangan, kau belum pulih” ucapnya. Tanganku langsung melemas. Aku mulai bisa menahan emosiku.tapi kenapa? Setiap aku melihat luhan rasanya sangat sakit?

“siapa kau?”

Namja ini tersenyum “aku Chanyeol”

Baca Selanjutnya

FF White Love Story OS

Gambar

Cast
• Choi Na Ya / OC
• Kai
• Other cast

Author
Mrs. Kim88 (@alsaalz)

Genre
School life, romance, relationship

Rating
13+

Happy reading ^^
Annyong namaku Choi Na Ya. Aku adalah salah satu orang yang membuktikan bahwa waktu bisa mempertemukan lagi 2 hati yang terpisah, mau tau? Ini kisahnya…
*FLASHBACK*
“Naya-ah, sebenarnya apa hubunganmu dengan kai? Apa dia namjachingumu eoh?” pertanyaan Se na membuatku kaget.
“Mwo?? Namjachingu?? Aigoo, tentu saja bukan. Kita berdua hanya bersahabat dan tidak lebih”
“kotjimal..jika hanya bersahabat, nggak mungkin bisa sedekat ini. Kalian itu sudah seperti best couple di SMA Jungwon”
“Sena-ya…berhentilah menghayal. Aku dan kai hanya bersahabat dan selamanya akan begitu. Aro?” sahutku mantap
Tiba-tiba aku merasa ada yang aneh.
Aku dan Kai memang sudah berteman sejak kelas 2 SMP. Kami dekat dengan cara yang singkat. Padahal diantara kami ada banyak jurang perbedaan. Kesamaan kami hanya bisa diitung dengan tangan. Kedekatan kami tambah erat saat kami satu sekolahan. Walaupun kami berada di kelas yang berbeda, aku biasanya menghabiskan waktu istrirahat dengan pergi ke kantin bersama Kai. Yah..walaupun tidak terlalu sering, biasanya hanya seminggu 3 kali. Kadang-kadang, jika Kai sedang tidak pelit(uang sakunya berlebih)..dia akan mentraktirku makan di kedai ice cream langganan kita. Itu salah satu faktor mengapa aku bisa lengket sama Kai Chicken..hehe,,bercanda…ooiiaa, Kai Chicken adalah panggilan khususku buat namja itu. Selain karena dia suka dengan ayam goreng, dia adalah namja yang tergolong sangat “chicken”. Kai terlalu takut dengan peraturan, telat sekali saja dia pasti panik-nya nggak ketulungan. Lupa ngerjain PR saja sudah depresi dunia akhirat. Ranking-nya turun menjadi rangking 2 saja, sudah seperti orangg yang tak punya semangat hidup..parah kan?. Tp Kai juga punya nama khusus buatku, yaitu Lion Naya…haha..konyol, menurutnya aku tak berbeda jauh dengan singa afrika. Liar, jika marah bisa membahayakan nyawa orang lain dan ekspresif. Whatever Kai Chicken mau bilang apa, aku sudah terbiasa.
“Naya-ah..Sedang apa kau disini?? Kenapa melamun begitu?” sapaan Kai membuyarkan lamunanku
“Aisshh Kai chicken… eoh, itu..punya siapa?” kataku sambil menunjuk motor yang kini sedang dinaiki Kai.
“Motorku, Otte? Apa aku sudah terlihat tampan dengan motor ini?”
“Ck, ani..”
“Aigoo, chinguya wae geure?! Jinja, kau hanya memujiku jika ada maunya. Teman macam apa kau? Nappeun. Palli..akan kuantar kau sampai kerumah”
“Eung? Jeongmal?? Omooo..kai-ah kau benar-benar terlihat tampan dengan motor itu. Oppa Jjang” ucapku sambil ber-aegyo ria
“Cih..Geumanhe..kau membuatku merinding dengan aegyo gagal milikmu. Palli, matahari sudah mulai tenggelam”
Sejak saat itu, Kai sering mengantarku pulang. Otomatis aku jadi sering bertemu dengannya. Getaran hati yang muncul sejak pertama kali ku lihat Kai, sekarang semakin kuat.
Malam pun telah tiba, entah kenapa saat ini suasana hatiku jadi tak menentu. Aku kembali mengingat kata-kataku sendiri.
Aku dan kai hanya bersahabat dan selamanya akan begitu.
Terbesit penyesalan dalam hatiku, karena telah berkata seperti itu.
.
.
*Morning at Jungwon high school
“Naya-ah”
Sena berlari kearahku dengan ekspresi panik.
“Wae” kataku cuek
“Naya-ah, ottokhaji?! Aisshhh..ini berita buruk”
“Nde? Sena-ya ada apa? Kenapa harus panik seperti itu?”
“Kai…Kai berpacaran dengan Jung Soo Jung. Aigoo ottokhe!”
Deg
“Mm..Mwo?! kau yakin?”
Sena hanya bisa mengangguk lemah. Oh tuhan..kenapa aku menjadi seperti ini. Air mataku sudah penuh, siap untuk mengalir. Kenapa dadaku terasak sesak. Ada rasa sakit disini, tapi mengapa tidak berdarah. Aku menyerah, air mata ini tak mampu lagi kubendung. Air mata ini membuatku sadar, bahwa aku jatuh cinta kepada kai sejak pandangan pertama.
“Jung Soo Jung..darimana dia?” tanyaku pada Sena sambil menahan pengap di dada
“Dia junior kita, kelas 1 B”kata Sena
Drrt drrrtt Ddrrrtt
Ponselku berdering. Ternyata Kai mengirimiku pesan
Chicken_Kai
“Lion Naya, Mianhe..aku tidak memberitahumu tentang hubunganku dengan Soojung. Ini semua terjadi begitu saja dan tiba-tiba. Naya-ah jeongmal mianhe, hari ini aku juga tak dapat mengantarmu pulang. Aku harus mengantar soojung untuk menjenguk ibunya dirumah sakit”
Hatiku semakin sakit setelah membaca pesan dari kai. Oh tuhan, mengapa cinta bisa sesakit ini. Air mataku terus mengalir deras sepanjang perjalanan pulang. Aku hanya bisa melamun, melihat pemandangan kota Seoul dari kaca bus yang aku tumpangi. Hati ini terlalu sakit untuk mengungkapkan betapa pedihnya keadaanku saat ini. Aku ingin menghilang saja, aku ingin melarikan diri dari rasa sakit ini. Aku ingin pergi jauh ke suatu tempat, hingga aku tak dapat lagi melihat kai ataupun bertemu dengannya.
.
.
.
Sesampainya di rumah, aku segera menghempaskan tubuhku di sofa ruang tamu. Hari ini aku sangat lelah dan sedang dalam suasana hati yang buruk. Mataku sembab, tubuhku lemas, wajahku pun sudah kusut.
“Naya-ah”
Eomma menghampiriku yang sedang duduk di sofa
“Eomma”
“Aigoo, putriku..ada apa dengan dirimu nak? Apa ada masalah disekolah?”
“Ani..aku hanya sedikit lelah karena ini adalah hari yang panjang”
“Lalu, ada apa dengan mata mu? Apa kau menangis?”
“Ne eomma, tadi Sena mengajakku melihat drama yang sangat sedih. Hingga aku ikut menangis. Kami menangis bersama” dustaku
“Geure, naya-ah..ada sesuatu yang ingin eomma katakan padamu”
“Nde eomma, katakanlah”
Eomma mulai mebenarkan posisi duduknya dan mendekat padaku. Dapat kurasakan bahwa apa yang akan dikatakan eomma, bukanlah hal sepele.
“Naya-ah..Appa mendapat tugas dinas ke amerika selama 3 tahun. Dan kita semua akan ikut appa untuk pindah ke Amerika. Otte? Apa kau setuju? Kita akan pindah bulan depan”
“Mwo?? Jinjayo eomma?? Whoa…joha, aku tidak sabar untuk pindah kesana. Eomma, tak bisakah kita pindah lebih cepat? Seminggu lagi mungkin?!”
Aku senang. Aku senang karena tuhan mendengarkan doaku. Doa untuk pergi jau dari kai. Pergi ketempat dimana aku tak bisa melihat kai lagi. Aku rasa inilah jalan terbaik untuk memperbaiki patah hatiku.
“Mwo?? Kau tidak keberatan?”
“tentu saja tidak eomma. Aku sangat ingin ke Amerika. Kudengar, merupakan sebuah keberuntungan bisa tinggal di Negara seperti itu”
“Appa pasti akan senang mendengar hal ini. Tadinya kami khawatir jika kau tak mau ikut dengan kami” ucap eomma
Eomma terlihat senang dengan reaksiku yang sangat antusias untuk pindah ke Amerika. Mungkin ini memang terkesan bahwa aku pengecut. Yah, memang kuakui aku pengecut. Aku terlalu pengecut untuk menyadari bahwa cinta pertamaku bertepuk sebelah tangan.
“Aigo eomma, bagaimana bisa aku menolak kesempatan emas seperti ini. Hampir semua haksaeng yang ada di korea, ingin menjadi sepertiku”
.
.
.
1 Minggu kemudian
Pagi ini aku berpamitan dengan teman sekelasku. Appa telah selesai mengurus semua surat-surat kepindahanku. Sena menangis saat tiba saatnya kami berjabat tangan sebagai tanda perpisahan.
“Yak..Choi Na Ya, mengapa kau tega sekali padaku? Kita sudah berteman sejak kelas 1, dan sekarang kau akan pergi meninggalkanku, demi berkencan dengan bule Amerika. Nappeun” ucap Sena sambil menangis dan memelukku
“Sena-ya, mianata. Kau akan tetap menjadi teman baikku walaupun jarak tempat tinggal kita sudah jauh” kataku dengan suara bergetar
Ya, aku juga menangis sama seperti Sena. Terlalu banyak kenangan yang kulalui bersamanya. Dia adalah teman yang baik dan manis. Aku tak yakin jika aku bisa menemukan sahabat seperti Sena di kehidupan selanjutnya.
“Ne aro..Hiks” kata Sena sambil melepaskan pelukanku
“Uljima ne” kataku sambil mengusap air mata Sena
Sena mengangguk lemah. Aku sudah tau akan seperti ini jadinya. Huft, aku harus tetap pergi. Aku sengaja untuk menyuruh Sena agar tidak memberitahu Kai tentang keberangkatanku ini. Aku masih belum siap untuk bertemu dengannya. Sejak kabar hubungannya dengan Soojung, aku selalu menghindarinya. Aku mulai memberi jarak padanya, karena setiap aku melihatnya, rasanya akan semakin perih.
.
.
.
1 jam lagi pesawat tujuan Incheon-USA siap take off..hemm, saat ini entah mengapa perasaanku untuk meninggalkan Korea semakin berat. Kadang aku berharap Kai akan berlari menghampiriku untuk menyatakan cinta. Tapi aku tahu itu hanyalah harapan belaka. Kejadian seperti itu hanya ada di drama-drama. Sedangkan aku tidak sedang melakoni drama.
.
.
.
.
3 tahun telah berlalu, masa kerja appa di Amerika telah berakhir. Keluargaku juga sudah kembali lagi ke Korea. Saat ini aku sedang sibuk mencari kampus yang cocok buatku. Aku memutuskan u/ browsing di laptop, sekalian membuka SNS…tiba-tiba ada seseorang mengirim pesan padaku lewat SNS. Setelah kulihat lagi usernamenya, ternyata itu adalah Sena..Cheon Se Na. Aigooo, aku sangat merindukannya, sudah sangat lama kami tak berjumpa. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan padanya. Tanpa berpikir dua kali, aku langsung mengajak Sena untuk bertemu disebuah Caffe.
.
.
Hari ini aku bertemu dengan Sena di Caffe. Kami bercerita tentang banyak hal, salah satunya tentang Kai. Sena bercerita bahwa hubungan Soojung dan Kai hanya bertahan sampai 3 bulan, setelah kepergianku ke Amerika. Sena juga bercerita bahwa setelah putus dari Soojung, Kai tak pernah berpacaran dengan gadis manapun. Hal itu menimbulkan banyak spekulasi di SMA Jungwon. Sebagian dari teman-temanku dulu, berpendapat bahwa Kai tak bisa mencintai gadis selain Soojung. Sebagian lagi berpendapat bahwa Kai putus dengan Soojung, karena ia mencintaiku. Dan alasan Kai tidak memacari yeoja manapun adalah karena ia menungguku pulang dari Amerika. Kudengar dari Sena bahwa Kai juga selalu berusaha menghubungiku, tapi hasilnya sia-sia. Menurut Sena, Kai putus dengan Soojung karena dia mencintaiku. Tapi aku sudah tak peduli lagi.. sekarang Kai sudah pasti punya yeoja chingu. Dia pasti sekarang sudah kuliah, bukankah kampus selalu dipenuhi dengan ullzzang.
Tanpa kusadari, waktu sudah berlalu begitu cepat. Karena terlalu lama berbincang dengan Sena, aku jadi lupa waktu. Aigoo, aku terlambat masuk kampus. Padahal hari ini adalah hari pertama aku masuk di kampus korea. Ottokhe? Aku bahkan tidak tau ruangan teori psikologi. Tunggu, sepertinya aku bisa bertanya pada salah satu sunbae disini. Kulihat ada yeoja cantik sedang bediri di depan mading, sambil membaca sebuah artikel. Sepertinya dia adalah sunbae. Karena dibajunya terpasang pin bertuliskan “Semester V”. Di kampus ini memang semua mahasiswa diharuskan untuk memakai pin sesuai dengan tingkatannya. Rencananya hari ini aku juga akan mendapatkan pin bertuliskan “Semester II”
“Chogiyo..Sunbae, bisakah kau menunjukkan padaku dimana ruang teori psikologi?”
“Nde? Geure. Kau hanya tinggal lurus kedepan lalu belok kanan. Disitulah ruang teorinya”
“Kamsahamnida sunbae, annyong” ucapku sambil membungkukkan badan
“Ne” ucap yeoja itu sambil terus tersenyum.
.
.
.
Sigh! Aku ternyata sudah terlambat selama 45 menit dan tidak diijinkan memasuki ruangan. Aigo, mengapa dosen itu begitu menyeramkan. Aigoo…untuk menghilangkan rasa suntuk, akupun berjalan menuju kantin kampus.
“Ahjumma..ice cream vanilla coklat 1”kataku pada penjual ice cream di kantin
“Ahjumma..ice cream strawberry coklat 1”
Suara itu, aku mengenalnya. Aku langsung menoleh ke arah dimana sumber suara itu berasal. Tak pernah terbayangkan dalam benakku. Aku dan namja itu. Kini mata kami bertemu.
“Kau kuliah disini?” kata Kai yang mulai memecah keheningan yang ada
“Ne..Kau mengambil jurusan apa?” kataku canggung
“Hukum..bagaimana denganmu?”
“Psikologi..”
Kai menghela nafas sambil, menatapku. Kemudian dia bertanya kepadaku dengan nada tinggi
“Yakk Choi Na YA, neo jinja!! Wae? Mengapa kau pindah ke Amerika dan tidak bilang apa-apa padaku???..aku selalu menghubungimu tapi hasilnya sia-sia!” Ucap Kai dengan emosi
“Mian..”sahutku penuh rasa bersalah
“Apa kau sadar bahwa aku sangat mengkhawatirkanmu Choi Naya…”kata Kai
“Khawatir sebagai sahabat?…Ne arrayo…” kataku dengan mata berkaca2
“Ani, kau salah…Naya-ah, aku menyesal..sangat menyesal. Seandainya aku mengatakan padamu sejak wala bahwa aku menyukaimu. Mungkin rasanya tak akan seperih ini” kata Kai sambil menatap mataku
“Mwo? Apa aku tidak salah dengar?? Kau meyukaiku? Jika memang kau menyukaiku, mengapa kau lebih memilih Soojung dari pada aku?” kataku sambil mengimpoutkan bibirku
“Aku dijodohkan dengan eomma. Itu sebabnya aku mengatakan bahwa hubunganku denga Soojung terjadi begitu saja. Aku putus dengan Soojung karena dua faktor yang sangat mendesak. Yang pertama, aku menyukaimu. Yang ke dua, Soojung masih mencintai mantannya. Aku tak suka memaksakan perasaan orang lain. Tapi orang tua kita, bisa menerima semuanya. Bahwa aku dan Soojung tak bisa bersama”
“Mengapa baru sekarang kau mengatakannya padaku tentang perasaanmu. Omo, sejak kapan kau mulai menyukaiku?” tanyaku penuh curiga
“Aku menyukaimu sejak pandangan pertama, aku sengaja tak berterus terang padamu karena, kau tak mempunyai perasaan yang sama sepertiku”
“Pabooya…nado.. aku juga menyukaimu pada pandangan pertama. Aiisshh neo jinja!”
“YE?? Aku sangat terkejut. Ahh, chakanman..jika memang kau mencintaiku, mengapa kau mengatakan pada Sena bahwa kita hanya sahabat dan akan selamanya begitu”
“Kai-ah..kk kkau mendengarnya?” kataku dengan perasaan bersalah
“Ne majayo…waktu itu aku berencana mengajakmu ke kantin. Tapi aku malah mendengar kau berbicara seperti itu pada Sena. Itu membuatku buruk dan aku sengaja membatalkan niat untuk mengajakmu ke kantin”
“Kai-ah mianhe, saat itu aku sedang emosi… Geure, sekarang aku hanya ingin memastikan sesuatu padamu. Ehem, apa kau sudah memiliki yeoja chingu?”
“Ani..obta, aku selalu setia menunggumu untuk kembali ke Korea. Bagaimana denganmu?”
“Nado, aku belum bisa melupakanmu. Walaupun Amerika memiliki pria berkulit putih yang tampan” kataku dengan selera humor
“Aisshh, neo jinja. Geure..tak ada namja yang mau menunggumu seperti aku menunggumu” kata Kai bangga
“Eyyhhh..kau mulai lagi. Geumanhe” kataku
Saat ini suasana menjadi hening. Ehem apa mungkin ini yang dimaksud dengan suasana romantis?? Ahh, nado molla
“Lion Naya, maukah kau menjadi yeojachingu-ku?..”kata Kai sambil menatap mataku
“Ne. uri Kai chicken mania” kataku dengan sorot mata berbinar
Akhirnya aku dan Kai sudah menjadi sepasang kekasih. Semuanya terjadi begitu saja, seperti air mengalir.
“terkadang cinta sejati berawal dari PERSAHABATAN”
*FLASHBACK END*
Yeorobun…itulah serpihan kecil dari perjalanan cintaku. Otte? Apakah kalian juga melihat apa yang kulihat? Cinta, bisa menyatukan kembali 2 hati yang terpisah. Cinta sejati terkadang berasal dari orang terdekat kita. ^^

The End~